3 Mitos tentang WFH yang Paling Banyak Dipercaya

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta WFH telah menjadi rutinitas banyak orang selama masa pandemi ini. Sayangnya, banyak mitos tidak menarik tentang apa yang karyawan kerjakan selama WFH.

Dilansir dari huffpost.com, berikut ini adalah beberapa mitos yang paling dipercaya tentang WFH. Penasaran apa saja?

TERKAIT: 5 Tantangan Nyata yang Kamu Rasakan saat WFH

TERKAIT: Luangkan Waktu Istirahat di Tengah WFH Bisa Selamatkan Diri dari Masalah Kesehatan Mental

TERKAIT: 5 Cara Mengatasi Godaan Menunda Pekerjaan Selama WFH

Mitos 1: Pekerjaan yang dilakukan di kantor lebih efisien

Banyak atasan suka mengatakan bahwa mereka membutuhkan karyawan kembali ke kantor karena di sanalah interaksi antar rekan kerja bisa terjadi dan memicu lebih banyak kreativitas dan inovasi. Namun, visi kantor yang dilihat sebagai tempat untuk memfasilitasi interaksi tatap muka adalah salah.

Faktanya, kantor sebenarnya bisa mencegah terjadinya percakapan seperti itu. Peneliti mengamati interaksi di beberapa perusahaan sebelum dan sesudah WFH dan menemukan bahwa interaksi tatap muka sebenarnya turun sekitar 70%, sedangkan interaksi elektronik meningkat.

Di kantor, jika seseorang bekerja dengan sungguh-sungguh, orang lain tidak akan mengganggunya. Dengan kata lain, kantor bukanlah lingkungan yang aman bagi semua orang untuk mengadakan pertemuan secara mendadak.

Mitos 2: Karyawan yang WFH kurang berkomitmen pada pekerjaan mereka

Berikut ini adalah beberapa mitos tentang WFH yang masih banyak dipercaya oleh orang-orang.
Berikut ini adalah beberapa mitos tentang WFH yang masih banyak dipercaya oleh orang-orang.

Argumen paling umum adalah bahwa karyawan yang WFH kurang berkomitmen pada pekerjaan mereka. Tapi survei menemukan bahwa kesempatan WFH sebenarnya bisa meningkatkan komitmen karyawan terhadap pekerjaan, karena mereka memiliki pilihan untuk bekerja dari rumah, dibandingkan karyawan yang tidak memiliki pilihan tersebut. Hal di atas terutama berlaku bagi perempuan yang memiliki tanggung jawab mengasuh anak dan karyawan yang memiliki tempat tinggal jauh dari kantor.

Mitos 3: Karyawan yang WFH tidak bekerja sekeras karyawan yang bekerja dari kantor

Berikut ini adalah beberapa mitos tentang WFH yang masih banyak dipercaya oleh orang-orang.
Berikut ini adalah beberapa mitos tentang WFH yang masih banyak dipercaya oleh orang-orang.

Penelitian menemukan bahwa produktivitas tidak secara otomatis menurun jika karyawan WFH. Tentu saja, hal-hal seperti merawat anggota keluarga dan internet yang tidak lancar bisa mengganggu kemampuan siapapun untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.

Satu hal yang penting untuk disadari adalah bahwa tantangan tersebut bukan hanya karena WFH, melainkan kurangnya dukungan dari pemberi kerja dan pemerintah yang seharusnya bisa mempermudah orang untuk fokus pada pekerjaan mereka di rumah. Bagaimana menurutmu, Sahabat FIMELA?

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel