3 Momen Permintaan Maaf Shin Tae-yong Selama Melatih Timnas Indonesia

Bola.com, Jakarta - Shin Tae-yong menukangi Timnas Indonesia sejak awal tahun 2020. Ia tidak hanya mendapatkan tanggung jawab sebagai pelatih Timnas Indonesia senior saja.

Namun, ia juga mendapatkan peran untuk tim kelompok usia. Seperti Timnas Indonesia U-23, dan Timnas Indonesia U-19.

Setelah dua tahun menukangi Timnas Indonesia di berbagai kelompok umur itu, Shin Tae-yong sudah tiga kali mengucapkan kalimat permintaan maaf.

Gagal Juara Piala AFF 2020

Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. (AFP/Roslan RAHMAN).
Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. (AFP/Roslan RAHMAN).

Permintaan maaf pertama datang selepas gelaran Piala AFF 2020 yang digelar pada akhir tahun 2021 hingga awal tahun 2022 lalu. Saat itu, Shin meminta maaf lantaran gagal membawa Pratama Arhan dkk juara di ajang tersebut.

Di babak final yang berlangsung dua leg, Indonesia kalah telak dari Thailand dengan skor 2-6 saat itu.

“Piala AFF 2020 telah berakhir! Saya minta maaf, tapi saya tidak menyesal,” tulis Shin dalam unggahan akun Instagram pribadinya (@shintaeyong7777), Minggu (2/1/2022).

Medali Perunggu SEA Games 2021

Reaksi STY menjadi perhatian, karena pria asal Korea Selatan (Korsel) tersebut memberikan gerak tubuh tak sepakat. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)
Reaksi STY menjadi perhatian, karena pria asal Korea Selatan (Korsel) tersebut memberikan gerak tubuh tak sepakat. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Permintaan maaf kedua Shin Tae-yong datang pada SEA Games Vietnam yang berlangsung pada bulan Mei 2022 lalu. Di ajang itu, Shin memang hanya bisa mengantarkan Timnas Indonesia U-23 meraih medali perunggu.

"Memang fans Indonesia banyak memberikan dukungan kepada kami di stadion. Saya meminta maaf atas kekalahan hari ini," kata Shin Tae-yong, dikutip dari laman PSSI.

Tak hanya itu, pada kesempatan itu Shin juga memberikan kritik keras kepada para pemain asuhannya. Terutama setelah kekalahan 0-1 dari Thailand U-23 di babak semifinal.

"Saya masih bisa mengerti jika dapat kartu kuning atau akumulasi kartu tetapi ini mendapat kartu merah karena tidak fair play. Saya melihat pemain-pemain tersebut tidak punya tanggung jawab sebagai pemain dan sangat disayangkan apalagi banyak yang dapat kartu merah dan cedera. Ada juga yang belum bisa bergabung ke Timnas," tegas Shin.

Gagal Atasi Bangladesh

<p>Laga kontra Bangladesh merupakan debut bagi Marc Klok di Timnas Indonesia senior asuhan Shin Tae-yong. Gelandang bertahan 29 tahun itu terpilih menjadi starter dan tampil sepanjang 90 menit di pertandingan tersebut. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)</p>

Laga kontra Bangladesh merupakan debut bagi Marc Klok di Timnas Indonesia senior asuhan Shin Tae-yong. Gelandang bertahan 29 tahun itu terpilih menjadi starter dan tampil sepanjang 90 menit di pertandingan tersebut. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Permintaan maaf terbaru Shin Tae-yong datang pada Rabu (1/6/2022) malam WIB lalu. Selepas laga antara Timnas Indonesia melawan Bangladesh di Bandung.

“Memang pertandingan itu berstatus persahabatan. Akan tetapi, laga tersebut tetap saja uji coba sebelum Kualifikasi Piala Asia 2023 di Kuwait. Seharusnya kami bisa menang dengan selisih tiga atau empat gol untuk membahagiakan suporter,” ucap Tae-yong.

“Dukungan dari suporter itu sangat keren. Seharusnya kami pun bisa menunjukkan performa serupa. Namun ternyata tidak bisa. Saya sekali meminta maaf, sekaligus terima kasih kepada masyarakat Indonesia.” sambung eks pelatih Timnas Korea Selatan itu.

Di laga itu, Timnas Indonesia memang tampil tidak terlalu baik. Mereka hanya bisa meraih hasil imbang 0-0 saat melawan Bangladesh.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel