3 Oleh-oleh dari Nusa Tenggara dan Bali rekomendasi Afgan

·Bacaan 3 menit
Afgan (kiri) tengah mengamati pemasangan kain songket pada Reza Chandika di Desa Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Afgan (kiri) tengah mengamati pemasangan kain songket pada Reza Chandika di Desa Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 semakin dekat. Pada dua hari besar tersebut, biasanya orang-orang saling bertukar kado dengan saudara, teman dekat, maupun rekan sejawat. Untuk kalian yang masih kebingungan mencari barang cantik apa untuk dihadiahkan, penyanyi Afgansyah Reza, alias Afgan, punya beberapa rekomendasi menarik.

Afgan baru saja menyelesaikan sebuah serial petualangan AXN Ultimate Challenge Indonesia. Bersama Isyana Sarasvati, Reza Chandika, dan Rara Sekar, mereka bertualang di Labuan Bajo, Mandalika, dan Bali. Selain berkompetisi, mereka menyempatkan diri mengunjungi beragam objek wisata menarik di tiga daerah tersebut. Tentu saja di sana tersedia beragam cenderamata yang menarik untuk dijadikan sebagai hadiah bagi orang-orang tersayang.

Dalam wawancara eksklusif dengan Yahoo Indonesia, Afgan mengutarakan tiga jenis cenderamata yang menarik perhatiannya selama berpetualangan.

1. Kain songket

Rara Sekar (kiri) belajar cara menenun kain songket di Desa Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Rara Sekar (kiri) belajar cara menenun kain songket di Desa Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Desa Sade adalah salah satu lokasi berlangsungnya AXN Ultimate Challenge Indonesia. Desa yang terletak di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, tersebut merupakan tempat tinggal Suku Sasak, warga asli Pulau Lombok. Afgan dan kawan-kawan menyempatkan untuk menjelajahi desa dan mengamati gaya hidup warga setempat, yang relatif tak berubah dalam 350 tahun terakhir.

Sebagai tempat wisata, warga Desa Sade juga menjual hasil kerajinan tangan mereka sebagai buah tangan untuk para turis. Salah satu karya yang menarik perhatian Afgan adalah kain songket.

"Di desa Suku Sasak itu saya lihat proses pembuatan kain songketnya. Handmade semua," kata Afgan. "Saya sampai beli sendiri buat saya. Saya beli kaya jaket gitu. Pokoknya bagus ... dan cocok buat jadi suvenir."

Kain songket berbahan katun warna-warni memang telah lama menjadi ciri khas kerajinan tangan Suku Sasak di Lombok. Mereka membuatnya menggunakan alat tenun tradisional dan menghasilkan beragam motif. Ada banyak fungsi kain ini, termasuk untuk dipakai dalam upacara adat dan pernikahan.

2. Tenun Songke Manggarai

Kain songke digunakan dalam upacara adat di Nusa Tenggara Timur.
Kain songke digunakan dalam upacara adat di Nusa Tenggara Timur.

Songke merupakan tenun khas warga asli Kabupaten Manggarai Barat di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Kain ini wajib digunakan oleh masyarakat setempat saat mengikuti acara-acara adat, seperti penti (kenduri), randang (membuka ladang), hingga nempung (musyawarah desa).

"Kalau ke Labuan Bajo pasti semua orang sudah tahu ada tenun ini. Bagus banget," jelas Afgan.

Kain tradisional ini biasanya menggunakan warna dasar hitam yang kemudian dihiasi oleh motif dengan warna mencolok, seperti kuning, merah, jingga, dan putih. Setiap motifnya memiliki arti tersendiri, yang bermakna hubungan antara manusia dengan pencipta, sesama manusia, dan lingkungan. Juga bisa mengandung makna kesejahteraan dan kesehatan.

Salah satu motif yang populer adalah "mata manuk (ayam)" yang menjadi simbol Tuhan yang maha melihat dan mengawasi setiap perbuatan manusia hingga relung tergelap.

3. Kerajinan perak Bali

Pembuatan aksesori perak di Bali.
Pembuatan aksesori perak di Bali.

Untuk oleh-oleh dari Bali, Afgan memilih kerajinan perak. "Silver crafts Bali sangat cocok jadi suvenir," kata sang penyanyi.

Kerajinan perak dari Pulau Dewata memang sudah terkenal keindahan dan kualitasnya. Pembuatan kerajinan berbahan perak sudah dimulai di Bali sejak awal tahun 1900-an.

Awalnya aksesori perak dibuat untuk keperluan ritual yadnya (persembahan suci dalam upacara keagamaan) dan pernik perhiasan pernikahan keluarga bangsawan. Seiring berjalannya waktu, para pengrajin perak kemudian menghasilkan beragam perhiasan seperti cincin, anting, kalung, dan gelang yang dijajakan kepada masyarakat umum.

Motif yang ditawarkan biasanya terinspirasi oleh keindahan alam, hewan, dan tumbuh-tumbuhan yang hidup di Bali.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel