3 Orang Ini Tularkan COVID-19 Lebih Cepat Dibanding yang Lain

Ichsan Suhendra, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Meskipun sangat mudah bagi siapa saja untuk menularkan dan tertular virus corona atau COVID-19, tapi hanya beberapa orang yang bertanggung jawab atas penyebaran masif virus ini.

Sederhananya, sementara ada yang menyebarkan virus hanya ke beberapa orang, di sisi lain, ada orang lain yang berisiko menginfeksi kelompok besar atau menularkan virus di tingkat komunitas.

Inilah yang oleh para ilmuwan didefinisikan sebagai 'penyebar super' virus, sehingga berisiko tinggi untuk menularkan COVID-19. Berikut kategori orang yang menularkan COVID-19 lebih cepat, dilansir Times of India, Kamis 4 Maret 2021.

Orang dengan Indeks Massa Tubuh (BMI) tinggi

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences mengamati bahwa orang yang menderita obesitas, yaitu orang yang memiliki BMI tinggi, lebih berisiko menularkan COVID-19 ke orang lain.

Hal ini karena orang dengan BMI tinggi mampu menghembuskan lebih banyak droplet di udara, yang dapat menampung partikel virus corona yang menular.

Temuan ini muncul setelah survei yang melibatkan 194 orang dilakukan, yang mengamati bahwa orang yang memiliki tingkat BMI lebih tinggi menghembuskan lebih banyak bio aerosol dibanding orang dengan BMI terkontrol.

Orang tua dengan BMI tinggi

Tingkat penularan juga meningkat secara signifikan pada mereka yang berusia lebih tua dengan tingkat BMI yang lebih tinggi. Seperti yang telah diamati oleh ilmuwan, kekebalan yang lemah bersama dengan lebih banyak partikel pernapasan yang dihasilkan, menempatkan orang-orang ini pada risiko yang lebih tinggi secara oksponensial.

Dewasa muda

Peneliti sebelumnya juga telah melihat ada orang dengan kategori lain yang berisiko menularkan COVID-19 lebih cepat, yaitu orang dewasa muda.

Menurut temuan, orang dewasa yang lebih muda tidak hanya menghadapi risiko yang lebih tinggi untuk tertular COVID-19, tetapi juga cenderung melewatkan deteksi gejala, yang dapat bertindak sebagai penyebar asimtomatik atau diam-diam yang terus menyebarkan virus ini ke masyarakat.

Kurangnya tindakan pencegahan, seperti mengabaikan aturan pemakaian masker dan tidak menerapkan protokol kesehatan, juga dapat membuat mereka rentan terhadap COVID-19. Lalu, bagaimana cara terbaik agar tetap aman?

Menghindari atau mengisolasi kelompok berisiko tinggi mungkin bukan pilihan yang bijak. Karena kita tidak pernah bisa menentukan dari mana tepatnya kita tertular virus ini, terlepas dari tindakan dan apa yang dikatakan penelitian.

Cara terbaik untuk melindungi diri dari COVID-19, adalah dengan tetap memakai masker berkualitas yang menutupi mulut dan hidung dengan baik, menjaga kebersihan, menjaga jarak, dan melakukan vaksinasi jika sudah tersedia.