3 Pelajar Terseret Arus Sungai di Sukabumi, 1 Meninggal

Merdeka.com - Merdeka.com - Tiga pelajar Perguruan Pencak Silat Cadas Rasa terbawa arus Sungai Cipelang di Kampung Warungkalapa, Kota Sukabumi, Jawa Barat, hari ini Minggu (29/5). Akibatnya, satu dari tiga pelajar meninggal dunia.

"Dua korban selamat langsung dilarikan ke RSUD Al-Mulk dan satu korban lainnya sempat dinyatakan hilang dan berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi musibah," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi Imran Whardani di Sukabumi, Minggu (29/5).

Berdasarkan informasi dari petugas BPBD setempat, kecelakaan di sungai tersebut berawal saat korban dan delapan rekan bersama seorang guru pembina Davin Abdurahman (30) mengadakan latihan pencak silat di sekitar Sungai Cipelang, RT 01, RW 01, Kampung Warungkalapa, Kelurahan/Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.

Usai berlatih, ketiga korban yakni Elsa (13) dan Parli (14) warga Babakan Cimenteng, Desa Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi serta Raitan (14) warga Kampung Joglo, Kelurahan Cikundul, Kota Sukabumi bermain di aliran Sungai Cipelang.

Diduga, ketiganya bermain hingga ke tengah sungai. Sementara itu, mereka tidak bisa berenang sehingga terseret arus Sungai Cipelang pada pukul 12.11 WIB.

Melihat tiga murid terbawa arus sungai, pembina langsung memberikan pertolongan dan berhasil menyelamatkan dua korban yakni Elsa dan Parli. Namun, sayang Raitan terbawa arus dan tubuhnya hilang tenggelam.

Tim SAR gabungan yang menerima laporan adanya kejadian kecelakaan di sungai langsung bergegas ke lokasi untuk melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai dengan menggunakan perahu karet, memantau di darat dan menyelam ke dasar sungai.

Berselang beberapa jam kemudian, jasad Raitan akhirnya ditemukan personel SAR di dasar sungai dengan kondisi sudah tidak bernyawa atau meninggal dunia. Korban selamat maupun meninggal dunia dievakuasi ke RSUD Al-Mulk Lembursitu.

"Untuk korban selamat masih dalam perawatan tim medis RSUD Al-Mulk sementara untuk jasad korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman," tambahnya.

Tim SAR gabungan yang dikerahkan berasal dari unsur TNI, Polri, Palang Merah Indonesia (PMI) dan BPBD Kota Sukabumi serta relawan potensi SAR lainnya. Hingga saat ini, pihak kepolisian dari Polsek Lembursitu masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari sejumlah saksi terkait musibah itu. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel