3 Pemain Asing yang Masih Melempem di BRI Liga 1 2022/2023: Bakal Kena Evaluasi di Putaran Kedua

Bola.com, Jakarta - Kehadiran pemain asing diharapkan bisa meningkatkan level permainan tim yang berlaga di BRI Liga 1 2022/2023. Namun, tentu tak semua pemain bisa memberikan performa yang cemerlang.

Dengan komposisi empat pemain asing, yaitu 3 pemain dari negara mana pun plus satu berpaspor Asia, setiap klub berharap permainan apik sang pemain asing bisa memberikan perkembangan signifikan bagi tim.

Jika setiap klub memaksimalkan kuota pemain asing itu, artinya ada 72 pemain asing, termasuk 18 di antaranya berasal dari negara Asia, yang bertanding di BRI Liga 1 musim ini.

Namun, setelah BRI Liga 1 2022/2023 berjalan sepuluh pekan, masih ada beberapa pemain asing yang performanya mengecewakan. Mereka tidak bisa memberikan kontribusi maksimal ketika diturunkan oleh tim masing-masing.

Bola.com pun melihat dan memilih tiga pemain asing yang tampil paling melempem dalam 10 pekan pertama BRI Liga 1 2022/2023. Siapa saja mereka?

Joanderson (Persik Kediri)

<p>Pemain Persik Kediri, Joanderson De Jesus Assis menggiring bola saat laga pekan pertama BRI Liga 1 2022/2023 antara Persita Tangerang melawan Persik Kediri di Indomilk Arena, Tangerang, Senin (25/07/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)</p>

Pemain Persik Kediri, Joanderson De Jesus Assis menggiring bola saat laga pekan pertama BRI Liga 1 2022/2023 antara Persita Tangerang melawan Persik Kediri di Indomilk Arena, Tangerang, Senin (25/07/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

 

Profil pemain satu ini cukup meyakinkan. Joanderson pernah tergabung dalam beberapa klub besar Brasil, seperti Gremio dan Sao Paolo.

Namun, penampilan Joanderson di Persik Kediri pada BRI Liga 1 2022/2023 sangat mengecewakan. Pemain berusia 26 tahun itu belum bisa mencetak gol ataupun assist meski sudah dimainkan di sembilan laga.

Tumpulnya Joanderson juga sangat berpengaruh terhadap ketajaman Persik. Sejauh ini, Macan Putih baru bisa mencetak empat gol dari 10 laga di BRI Liga 1 2022/2023. Itu menjadi catatan terburuk jika dibandingkan dengan klub lain.

Dengan performa seperti itu, tidak ada alasan rasanya bagi manajemen Persik untuk tetap memakai jasa Joanderson di putaran kedua nanti.

Mychell Chagas (PSS Sleman)

<p>Penyerang anyar PSS Sleman,&nbsp;Mychell Chagas. (Dok. PSS Sleman)</p>

Penyerang anyar PSS Sleman, Mychell Chagas. (Dok. PSS Sleman)

Chagas bahkan memiliki reputasi yang lebih meyakinkan. Penyerang berusia 33 tahun ini pernah dua kali meraih gelar top scorer di liga sepak bola level ketiga di Swiss.

Namun, sepak bola Indonesia rupanya masih terlalu berat bagi Chagas. Ia sudah diberikan kesempatan bermain sebanyak 9 kali di BRI Liga 1 2022/2023 bersama PSS Sleman.

Sialnya, eks pemain klub Swiss, Grasshoppers itu masih belum bisa berkontribusi dalam bentu gol ataupun assist. Beberapa kali, kualitas permainan Chagas pun dikeluhkan oleh pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro.

Bahkan, dalam laga pekan ke-10 lalu, Seto sengaja tidak membawa Chagas dalam laga away ke Bogor. Ia lebih percaya kepada penyerang lokal gaek, Boaz Solossa, untuk menjadi juru gedor utama PSS.

Youness Mokhtar (Bhayangkara FC)

Pemain Bhayangkara FC, Youness Mokhtar pada laga pekan ke-6 BRI Liga 1 2022/2023 antara Persikabo 1973 melawan Bhayangkara FC di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (23/8/2022) malam WIB. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain Bhayangkara FC, Youness Mokhtar pada laga pekan ke-6 BRI Liga 1 2022/2023 antara Persikabo 1973 melawan Bhayangkara FC di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (23/8/2022) malam WIB. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Mokhtar lahir di Belanda, tepatnya di Utrecht, 31 tahun silam. Darah Maroko yang mengalir dalam dirinya membuatnya sempat dipanggil ke skuad Timnas Maroko level U-23.

Beberapa klub Belanda seperti PSV Eindhoven, PEC Zwolle, dan FC Twente pun pernah dibela Mokhtar. Namun, kariernya paling terlihat ketika ia mencoba Major League Soccer (MLS).

Bahkan, Mokhtar menjadi pemain andalan Columbus Crew SC yang meraih gelar MLS Cup pada 2020, gelar yang cukup bergengsi di sepak bola level tertinggi Amerika Serikat.

Namun, Mokhtar tampak kesulitan di Bhayangkara FC. Winger satu ini masih belum bisa berkontribusi banyak. Dari 10 laga, Mokhtar pun baru dimainkan enam kali dan belum mencetak gol ataupun assist.

 

Persaingan BRI Liga 1