3 Pemain Madura United yang Berpotensi Merusak Stabilitas PSS di Pekan Keempat BRI Liga 1

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Hingga pekan ketiga BRI Liga 1 2021/2022, Madura United jadi salah satu tim tangguh yang punya start kurang bagus.

Mereka baru memetik dua poin. Hasil dari imbang lawan Persikabo dan PSM Makassar. Sedangkan di laga akhir pekan lalu, mereka menelan kekalahan 0-1 dari Bhayangkara FC.

Tapi di pekan ke empat, tim berjuluk Laskar Sape Kerap itu ingin bangkit. Pelatih Rahmad Darmawan ingin membawa timnya meraih tiga poin ketika bersua PSS Sleman, Sabtu (25/9/2021).

Sebenarnya dari materi pemain yang dimiliki, Madura United masih punya banyak pemain bagus. Namun, mereka masih tergolong minim gol. Karena hanya dua gol yang dicetak dalam tiga laga pertama. Sementara gawang mereka kemasukan tiga gol.

RD pastinya sudah melakukan evaluasi sehingga performa timnya tak semakin terpuruk. Bola.com melihat ada tiga nama yang layak jadi andalan Madura United pada pekan keempat. Jika mereka dapat dukungan maksimal dari rekan-rekannya, ketiganya berpotensi merusak performa PSS.

Berikut tiga nama pemain berbahaya Madura United untuk melawan PSS.

Rafeal Silva

Pemain Madura United, Rafael Feital Da Silva (tengah) berebut bola diudara dengan pemain PSM Makassar, Erwin Gutawa saat laga BRI Liga 1 2021/2022 antara Madura United melawan PSM Makassar di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (12/9/2021). Pertandingan berakhir imbang 1-1. (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)
Pemain Madura United, Rafael Feital Da Silva (tengah) berebut bola diudara dengan pemain PSM Makassar, Erwin Gutawa saat laga BRI Liga 1 2021/2022 antara Madura United melawan PSM Makassar di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (12/9/2021). Pertandingan berakhir imbang 1-1. (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Penyerang asal Brasil ini sudah mengoleksi satu gol untuk Madura United. Rafael tipikal striker berteknik tinggi. Posturnya memang tidak jangkung, tapi liukannya bisa membuat pemain belakang lawan kelimpungan.

Pada musim 2019, dia mencetak 14 gol untuk Barito Putera. Cukup banyak untuk ukuran pendatang baru waktu itu.

Di Madura United, dia masih butuh banyak suplai bola. Jika itu sudah didapatkan, Rafael punya kesempatan lebih besar menjebol gawang PSS.

Hanya saja, ada satu kelemahan dari mantan pemain Vasco da Gama, Brasil tersebut, yaitu sisi temperamentalnya. Dia sudah mengantongi dua kartu kuning. Jika striker 30 tahun ini tampil lebih tenang, semua kemampuannya bisa diperlihatkan.

Jaja

Pemain Madura United, Hugo Gomes Dos Santos Silva (Jaja)
Pemain Madura United, Hugo Gomes Dos Santos Silva (Jaja)

Gelandang serang Bernama lengkap Hugo Gomes dos Santos Silva ini turun sebagagai second striker atau gelandang serang.

Selain punya skill tinggi, dia juga memiliki tendangan keras nan akurat. Ini yang jadi senjatanya. Dia juga sudah mengoleksi satu gol ketika bermain di laga pertama lawan Persikabo.

Jaja, sapaan akrabnya selalu turun jadi starter dalam tiga laga awal. Meski belum memberikan kemenangan, pelatih Rahmad Darmawan punya harapan tinggi kepada mantan pemain Flamengo, Brasil tersebut.

Hanya, dia masih proses adaptasi dengan sepakbola Indonesia. Terkadang dia terlalu lama membawa bola seperti kebiasaan pemain Brasil. Jika tampil lebih efektif, Jaja semakin berbahaya bagi pemain belakang lawan.

Slamet Nurcahyo

Pemain Madura United, Slamet Nurcahyo, tampak lesu usai ditaklukkan Persebaya Surabaya pada laga Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Minggu (28/3/2021). Madura United takluk dengan skor 2-1. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain Madura United, Slamet Nurcahyo, tampak lesu usai ditaklukkan Persebaya Surabaya pada laga Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Minggu (28/3/2021). Madura United takluk dengan skor 2-1. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Usianya sudah 38 tahun. Mulai jadi pilihan utama lagi dalam dua laga terakhir. Lawan PSM dan Bhayangkara FC. Tapi musim ini dia tak pernah tampil 90 menit penuh.

Maklum, dari sisi tenaga, Slamet sudah tidak sebugar lima tahun lalu. Tapi saat dilapangan, mantan pemain Persiba Bantul ini sering memanjakan striker dengan umpan-umpan matangnya.

Selain itu dia juga masih disegani lawan karena senioritasnya. Di lapangan, Slamet tak mau kalah saat berduel dengan lawan yang lebih muda. Bisa dibilang Slamet permainannya justru lebih menonjol ketika sudah usia kepala 3.

Intip Posisi Tim Favoritmu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel