3 Pemain Muka Baru dari Timnas Indonesia U-23 yang Tampil Bagus Saat Dibekuk Australia: Jaga Asa untuk Leg 2!

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia U-23 terpaksa mengakui keunggulan Australia U-23 pada leg pertama Grup G Kualifikasi Piala Asia U-23 2022. Tim berjulukan Garuda Muda itu kalah tipis, 2-3 di Republican Central Stadium, Dushanbe, Tajikistan, Selasa (26/10/2021).

Gawang Ernando Ari dijebol tiga kali oleh Marc Tokich, Patrick Wood, dan Jacob Italiano. Sedangkan Timnas Indonesia U-23 memperkecil kedudukan lewat Witan Sulaeman dan Taufik Hidayat.

Pada laga ini, pelatih Shin Tae-yong menurunkan kombinasi pemain yang turun memperkuat Timnas Indonesia senior beberapa waktu lalu dengan muka baru di tim U-23.

Nama-nama pemain dengan jam terbang tinggi seperti Witan Sulaeman dan Asnawi Mangkualam bahu-membahu dengan pemain muda yang bersinar di ajang BRI Liga 1 seperti Ramai Rumakiek sampai Hanis Saghara.

Pada artikel ini, Bola.com pun merangkum daftar tiga nama pemain muka baru di Timnas Indonesia U-23 yang tampil bagus saat kalah dari Australia.

Berkat mereka, Timnas Indonesia masih punya asa untuk membalikkan keadaan pada leg kedua. Siapa saja mereka? Yuk scroll ke bawah untuk mengetahuinya

1. Alfeandra Dewangga

Pemain Timnas Indonesia, Alfeandra Dewangga, saat latihan di Lapangan G, Senayan, Jakarta, Rabu, (19/2/2020). Pada sesi latihan kali ini Timnas menjalani tes fisik dengan menggunakan alat Smart Gate. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain Timnas Indonesia, Alfeandra Dewangga, saat latihan di Lapangan G, Senayan, Jakarta, Rabu, (19/2/2020). Pada sesi latihan kali ini Timnas menjalani tes fisik dengan menggunakan alat Smart Gate. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Timnas Indonesia U-23 memang keboboln tiga gol. Tapi trio, Rachmat Irianto, Alfeandra Dewangga dan Rizky Ridho di jantung pertahanan begitu krusial dalam mementahkan serangan Australia yang bertubi-tubi.

Dewangga sendiri menunjukkan kelasnya sebagai pemain muda dengan jam terbang tinggi di ajang BRI Liga 1 bersama PSIS Semarang.

Berulang kali ia unggul duel dan melalukan clearances terbanyak pada laga ini lewat catatan lima kali. Tekel bersih dari pemain berusia 20 tahun ini juga beberapa kali sangat krusial dalam menghentikan pergerakan pemain lawan.

2. Taufik Hidayat

Taufik Hidayat merupakan penyerang Persija yang mendapatkan panggilan pertamanya saat pemusatan latihan pada September 2021. Penyerang 21 tahun tersebut hingga saat ini belum mencetak gol di BRI Liga 1 musim 2021/2022 walaupun sudah bermain selama 189 menit. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Taufik Hidayat merupakan penyerang Persija yang mendapatkan panggilan pertamanya saat pemusatan latihan pada September 2021. Penyerang 21 tahun tersebut hingga saat ini belum mencetak gol di BRI Liga 1 musim 2021/2022 walaupun sudah bermain selama 189 menit. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Pelatih Shin Tae-yong memang mempercayakan pemain Persikabo 1973, Hanis Saghara sebagai ujung tombak bersama Bagus Kahfi dan Gunansar Mandowen.

Tapi sosok Taufik Hidayat tetap jadi pembeda ketika dipercaya turun sebagai pemain pengganti. Striker Persija Jakarta itu bahkan mencetak gol kedua tim sekaligus membuat Timnas Indonesia memperkecil kedudukan 2-3 sekaligus menjaga asa untuk leg kedua.

Menerima bola liar tendangan Gunansar Mandowen di kotak penalti lawan, Taufik mampu melepaskan tendangan keras yang gagal dihalau kiper Australia U-23, Nicholas Suman.

3. Gunansar Mandowen

Timnas Indonesia U-23 mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Dushanbe, Tajikistan, pada Kamis (14/10/2021) pagi waktu setempat. (dok. PSSI)
Timnas Indonesia U-23 mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Dushanbe, Tajikistan, pada Kamis (14/10/2021) pagi waktu setempat. (dok. PSSI)

Gunansar Mandowen sudah dipercaya Shin Tae-yong masuk Timnas Indonesia senior bersua Chinese Taipei. Nah sang pemain akhirnya mendapat kesempatan turun bermain sebagai starter untuk kategori U-23.

Performa Gunansar dalam fase menyerang memang tidak terlalu menonjol pada laga ini ketimbang Witan Sulaeman.

Namun ia begitu gigih dan ngotot dalam proses ketika Timnas Indonesia kehilangan bola. Dia berlari tanpa lelah berusaha mencuri bola dari kaki lawan. Meski tubuhnya mungil, ia tidak ragu berduel dengan pemain Australia yang punya postur menjulang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel