3 Pemain Persela Lamongan yang Berpotensi Jadi Pembeda pada Laga Penuh Gengsi Lawan PSS Sleman di Piala Menpora

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Bandung - Persela Lamongan dijadwalkan berjumpa dengan PSS Sleman pada matchday kedua Grup C Piala Menpora 2021. Duel dua tim ini bakal tersaji di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (28/3/2021) sore.

Pertandingan ini menjadi menarik mengingat kedua tim sama-sama berasal dari daerah tingkat dua dengan status kabupaten. Hal ini berbeda dengan klub-klub lain yang biasanya berbasis di daerah berstatus kotamadya, atau bahkan ibukota provinsi.

Keberadaan Persela Lamongan dan PSS Sleman menjadi bukti bahwa klub kabupaten juga bisa berkiprah di kasta tertinggi. Apalagi, mereka selama ini juga terus melahirkan talenta muda yang biasanya berasal dari sekitar klub domisili.

Kedua tim tercatat baru dua kali berjumpa yang semuanya terjadi di Liga 1 2019. Hasilnya Persela lebih dominan dengan membukukan satu kemenangan dan satu imbang atas PSS.

Persela diunggulkan karena belum melakoni pertandingan dalam Grup C Piala Menpora 2021. Duel ini akan menjadi pertandingan pertama mereka sehingga bisa mempersiapkan diri lebih matang dibanding peserta lain.

Sedangkan PSS Sleman sudah bertanding sekali dan dipaksa takluk 1-2 dari Madura United, Selasa (23/3/2021). Tentu tim berjulukan Elang Jawa itu tidak mau kembali gagal memetik poin menghadapi Persela.

Namun, Persela memiliki beberapa pemain yang diprediksi bakal merepotkan PSS Sleman dalam duel ini. Laskar Joko Tingkir akan mengolaborasikan para pemain muda dan pemain asing dalam pertandingan ini.

Bola.com telah merangkum tiga pemain Persela yang berpeluang besar menjadi pembeda saat berjumpa PSS. Simak ulasannya berikut ini:

1. Demerson Bruno Costa

Duel antara Pemain Persebaya Surabaya, Irfan Jaya, dan bek Persela Lamongan, Demerson Bruno Costa, dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Surajaya, Lamongan, Rabu (23/10/2019). Persela menang 1-0 atas Persebaya dalam laga ini. (Bola.com/Aditya Wany)
Duel antara Pemain Persebaya Surabaya, Irfan Jaya, dan bek Persela Lamongan, Demerson Bruno Costa, dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Surajaya, Lamongan, Rabu (23/10/2019). Persela menang 1-0 atas Persebaya dalam laga ini. (Bola.com/Aditya Wany)

Stoper asal Brasil ini dikenal sebagai bek yang tangguh dalam menjaga pertahanan timnya. Dengan posturnya yang mencapai 184 cm, Demerson Bruno Costa cukup unggul dalam duel bola udara dengan lawan.

Demerson tercatat pernah bergabung Persela pada putaran kedua Liga 1 2019. Dia membukukan 10 penampilan bersama Laskar Joko Tingkir dan tidak menyumbang gol. Tapi, perannya cukup signifikan.

Dalam jumlah pertandingan itu, Demerson membawa Persela Lamongan memenangi tujuh pertandingan di antaranya. Dua pertandingan lainnya berakhir seri, dan satu-satunya kekalahan lahir saat berhadapan Persipura Jayapura.

Demerson juga membuat Persela mencatat lima kali clean sheet dari 10 pertandingan yang dimainkannya pada 2019. Catatan ini sudah cukup menjadi bukti bahwa bek berusia 35 tahun itu punya peran penting di lini belakang utamanya saat bersua PSS.

2. Ahmad Bustomi

Ahmad Bustomi saat debut dengan Persela di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang (11/2/2020). (Bola.com/Iwan Setiawan)
Ahmad Bustomi saat debut dengan Persela di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang (11/2/2020). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Gelandang senior di kancah sepak bola nasional. Di usianya yang sudah 35 tahun, Ahmad Bustomi diprediksi masih bakal memiliki peran penting bersama Persela Lamongan.

Bustomi merupakan tipe gelandang tengah yang piawa mengalirkan bola dari belakang ke playmaker. Atau dia juga mampu membagi bola ke depan yang kemudian bisa menekan pertahanan lawan.

Keberadaan pemain kelahiran Jombang itu diprediksi bakal melahirkan persaingan yang sengit di lini tengah nantinya. Bustomi yang menjadi bagian Timnas Indonesia saat menjadi runner-up Piala AFF 2010 tentu tidak mudah dihentikan lawan.

3. Zah Rahan Krangar

Zah Rahan berlatih bersama skuat Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Lamongan, Rabu (17/3/2021) sore. (Bola.com/Aditya Wany)
Zah Rahan berlatih bersama skuat Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Lamongan, Rabu (17/3/2021) sore. (Bola.com/Aditya Wany)

Sosok gelandang serang satu ini juga terhitung lama menjadi pemain asing di Indonesia. Zah Rahan telah mengoleksi tiga gelar Indonesia Super League yang kini berganti nama menjadi Liga 1. Itu sudah menjadi bukti kualitasnya sebagai pengatur serangan.

Pemain berpaspor Liberia ini termasuk playmaker andal dalam membangun serangan dan mengirim umpan-umpan yang akurat. Kelincahan dan kemampuannya dalam membawa bola juga kerap menyulitkan lawan.

Menariknya, Zah Rahan sendiri musim lalu menjadi bagian PSS Sleman untuk musim 2020. Namun, dia baru membukukan dua pertandingan di Liga 1 2020 sebelum kompetisi dihentikan akibat pandemi Covid-19.

Sebagai mantan pemain PSS, pemain berusia 32 tahun itu tentu memiliki motivasi yang berlipat saat bertanding bersama Persela.

Saksikan Video Pilihan Kami: