3 Pemain PSM yang Wajib Diwaspadai Arema: Wiljan Pluim, Sentral Serangan Juku Eja di BRI Liga 1

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Bogor - PSM Makassar memiliki tradisi yang baik pada perhelatan kompetisi atau turnamen di Tanah Air.

Tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan ini Juku Eja selalu bertengger di papan atas Liga Indonesia dengan raihan trofi juara Liga Indonesia 1999-200 dan Piala Indonesia 2018-2019. Terakhir, mereka berhasil menembus semifinal Piala Menpora 2021 meski hanya mengandalkan materi pemain lokal.

Sukses di Piala Menpora 2021 jadi modal atau motivasi tersendiri buat skuad Juku Eja untuk bersaing di BRI Liga 1 2021/2022. Apalagi, kekuatan skuad Juku Eja bertambah dengan kehadiran sang kapten, Wiljan Pluim yang absen di Piala Menpora 2021 serta Anco Jansen, striker rekan senegara Pluim yang baru direkrut jelang musim ini.

Juga ada Ilham Udin Armaiyn, eks penyerang sayap tim nasional Indonesia U-19 peraih trofi juara Piala AFF U-19 2013 serta bersama Bhayangkara FC menggengam juara Liga 1 2017.

Motivasi dan determinasi khas Makassar tetap mewarnai penampilan PSM karena skuad Juku Eja tetap didominasi putera daerah plus pemain dari Kawasan Timur Indonesia.

Mereka ialah Hilman Syah, Zulkifli Syukur, Hasim Kipuw, Erwin Gutawa, Abdul Rachman, M. Arfan, Rasyid Bakri dan Yacob Sayuri.

Dari sejumlah nama di atas, ada tiga pemain PSM Makassar yang berpotensi mengejutan Arema versi Bola.com. Berikut ulasannya:

1. Rasyid Bakri

Rasyid Bakri membawa bola diamati Wiljan Pluim dalam sesi latihan PSM Makassar di Lapangan Bosowa Sports Centre, Jumat (11/6/2021). (Bola.com/Abdi Satria)
Rasyid Bakri membawa bola diamati Wiljan Pluim dalam sesi latihan PSM Makassar di Lapangan Bosowa Sports Centre, Jumat (11/6/2021). (Bola.com/Abdi Satria)

Rasyid sudah memperkuat PSM Makassar sejak 2011 dan tak pernah berpindah tim meski banyak tawaran yang menggodanya.

Pemain yang dijuluki 'Sang Pangeran' oleh suporter PSM dikenal dengan mobilitasnya di lapangan hijau. Tak hanya sebagai penyeimbang tapi juga kerap berkeliaran di kotak penalti lawan.

Gelandang dengan 7 caps di tim nasional Indonesia bakal berduet dengan juniornya, M. Arfan yang juga pernah masuk dalam daftar panggil skuad Garuda.

Bagi Rasyid, BRI Liga 1 2021-2022 bisa ajang ajang pembuktian kapasitasnya sebagai gelandang pembeda.

Sebelumnya, dalam empat musim terakhir, ia berada dibawah bayang-bayang deretan gelandang PSM seperti Marc Klok, Wiljan Pluim dan Rizky Pellu. Cedera lutut parah yang sempat menderanya membuat penampilan Rasyid tak sebaik sebelumnya.

2. Yacob Sayuri

Gelandang Timnas Indonesia  U-23, Yacob Sayuri (tengah) berusaha melewati sejumlah pemain Tira Persikabo. (Foto: Bola.com/M. Iqbal Ichsan)
Gelandang Timnas Indonesia U-23, Yacob Sayuri (tengah) berusaha melewati sejumlah pemain Tira Persikabo. (Foto: Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Yacob Sayuri bergabung dengan PSM jelang Liga 1 2020 usai hengkang dari Barito Putera. Kecepatan dan kejeliannya sebagai penyerang sayap membuat Bojan Hodak, pelatih PSM musim 2020 selalu memainkannya. Baik di Piala AFC atau Liga 1 2020.

Penampilan apiknya bersama PSM di kedua ajang itu membuat Yacob dipanggil mengikuti pemusatan latihan tim nasional yang ditangani Shin Tae-yong.

Selain beroperasi dari kedua sisi sayap, Yacob juga bisa diandalkan sebagai second striker. Artinya, ia bisa jadi pelayan yang pas buat Anco Jansen dan Wiljan Pluim yang bakal lebih banyak berkeliaran di area 16 Arema.

3. Wiljan Pluim

Pemain asing PSM Makassar, Wiljan Pluim, sudah hadir dalam latiihan perdana Juku Eja untuk mempersiapkan diri menatap Liga 1 2021/2022 di Lapangan Bosowa Sport Centre, Kamis (3/6/2021) sore WIT. (Bola.com/Abdi Satria)
Pemain asing PSM Makassar, Wiljan Pluim, sudah hadir dalam latiihan perdana Juku Eja untuk mempersiapkan diri menatap Liga 1 2021/2022 di Lapangan Bosowa Sport Centre, Kamis (3/6/2021) sore WIT. (Bola.com/Abdi Satria)

Kehadiran Wiljan Pluim yang bergabung pada putaran kedua ajang Torabika Soccer Championship 2016 kental mewarnai penampilan Juku Eja.

Keahliannya dalam mengolah bola untuk melewati lawan, umpan terukur dan mencetak gol membuat eks gelandang Willem II ini jadi nilai plus tersendiri.

Di PSM, Pluim ibarat dewa. Perannya sebagai pembeda di Juku Eja tak tergantikan. Statistik Pluim selama di PSM bisa dijadikan acuan betapa pentingnya sosok gelandang berusia 31 ini.

Sampai saat ini, Pluim sudah tampil sebanyak 119 partai di ajang resmi yakni Liga 1, Piala Presiden, Piala Indonesia dan Piala AFC. Khusus di Liga 1, Pluim tampil bersama PSM pada 83 laga dengan koleksi gol dan assist masing-masing 26 kali.

Pada dua edisi perdana Liga 1, Pluim menjadi aktor utama di balik kesuksesan PSM yang stabil bertahan di posisi tiga besar. Malah pada musim 2018, PSM nyaris meraih trofi juara.

Juku Eja hanya kalah satu poin dari Persija Jakarta yang bertengger di posisi puncak klasemen akhir dengan koleksi 62 poin. Musim 2019, andil Pluim tetap besar buat PSM. Ia membawa PSM meraih trofi juara Piala Indonesia dan menembus semifinal Piala AFC Zona Asean.

Intip Posisi Tim Favoritmu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel