3 Pemain Senior PSM dengan Kontribusi Paling Besar Mengantarkan Tim Tembus Perempat Final Piala Menpora 2021

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Makassar - PSM Makassar membuat sensasi di Piala Menpora 2021. Juku Eja jadi tim pertama di Grup B yang memastikan lolos ke perempat final. Padahal, mereka datang ke Malang dengan sejumlah masalah.

Selain dibayangi sanksi FIFA akibat menunggak gaji pemain, mayoritas pilar Juku Eja musim 2020 tak lagi bersama tim. Skuad asuhan Syamsuddin Batola tercatat sebagai tim paling terakhir menggelar latihan.

Itu pun setelah manajemen PSM akhirnya memutuskan berpartisipasi jelang tenggang waktu konfirmasi keikutsertaan. Sementara tiga pesaingnya di Grup B yakni Borneo FC Samarinda, Bhayangkara Solo FC dan Persija Jakarta gencar melakukan persiapan plus merekrut pemain lokal dan asing untuk memperkuat tim masing-masing.

Di masa persiapan yang mepet, PSM memang mendatangkan sejumlah pemain baru. Tapi, status mereka adalah pemain yang kontraknya tak lagi diperpanjang oleh klub lamanya. Sebut saja Patrich Wanggai, Abdul Rachman, Sutanto Tan dan Nurhidayat Haji Haris.

Alhasil, PSM sempat diprediksi bakal jadi bulan-bulanan tim peserta lainnya di Grup B. Faktanya, PSM jadi satu-satunya tim yang tak terkalahkan di Grup B. Pada laga perdana, Persija dilibas dengan skor 2-0. Bhayangkara ditahan imbang 1-1 di matchday kedua. Terakhir, Juku Eja meraih tiket perempat final setelah bermain seri 2-2 saat menantang Borneo FC.

Pencapaian ini membuat status PSM pun berubah. Dari tim underdog menjadi kuda hitam yang berpotensi meraih trofi Piala Menpora. Sukses sementara PSM ini tak lepas dari kerja keras dan kebersamaan tim yang mereka tunjukkan selama di Malang.

Selain kepiawaian Syamsuddin Batola dalam meracik strategi, peran para pemain senior dalam tim juga tak bisa dinafikan. Bola.com menilai ada 3 tiga pemain senior yang pantas disebut sebagai sosok penting di balik keberhasilan PSM menembus perempat final Piala Menpora.

Siapa saja mereka? Yuk scroll ke bawah untuk mengetahuinya.

1. Zulkifli Syukur

Pemain PSM Makassar, Zulkifli Syukur. (Bola.com/Abdi Satria)
Pemain PSM Makassar, Zulkifli Syukur. (Bola.com/Abdi Satria)

Sosok Zulkifli Syukur pantas disebut pemain senior dengan peran paling krusial. Meski usianya sudah 37 tahun, eks bek Timnas Indonesia tampil penuh pada tiga laga PSM di Grup B Piala Menpora 2021.

Determinasi, totalitas dan kepemimpinannya di lapangan hijau membuat skuad Juku Eja yang tampil dengan karakter khas Makassar yakni cepat dan keras mampu mengejutkan para pesaingnya di Malang.

Sebelumnya, pada saat kompetisi terhenti akibat wabah pandemi COVID-19, Zulkifli dikenal sebagai insiator dan pemersatu para pemain asal Makassar agar tetap menjaga kondisi dan kebersamaan.

Ia menjadi pemain sekaligus pelatih tim amatir Katti-Katti FC yang didominasi pemain PSM. Selain Katti-Katti FC, Zulkilfi bersama pemain lainnya membentuk tim amatir lainnya, Pagolo Sulawesi. Mereka rutin berlatih dan menjalani uji coba.

Bukan hanya di Makassar dan sekitarnya tapi juga di Jakarta. Alhasil, dengan fisik, stamina dan kebersamaan yang terjaga, sejatinya Zulkifli dan kawan-kawan tinggal memupuk mental bertanding pada masa persiapan jelang ke Malang.

2. Rasyid Bakri

Gelandang PSM Makassar, Rasyid Bakri. (Bola.com/Abdi Satria)
Gelandang PSM Makassar, Rasyid Bakri. (Bola.com/Abdi Satria)

Peran Rasyid Bakri sebagai penyeimbang lini tengah PSM sangat sentral pada tiga laga yang dimainkan PSM di Grup B. Eks gelandang Timnas Indonesia U-23 ini tak hanya piawai memotong serangan lawan, ia juga menjadi penyuplai bola buat barisan lini depan Juku Eja.

Penampilannya yang energik di lapangan hijau membuat pria kelahiran Gowa, 17 Januari 1991 pantas mendapat julukan 'Sang Pangeran' dari suporter PSM yang memujanya.

Bagi Rasyid, Piala Menpora 2021 jadi ajang pembuktian kapasitasnya sebagai gelandang pembeda. Sebelumnya, ia selalu berada di bawah bayang-bayang Wiljan Pluim di pentas Liga 1.

Padahal, ia sempat digadang-gadang sebagai penerus seniornya, Syamsul Chaeruddin yang memutuskan pensiun sebagai pemain pada 2018.

Loyalitas Rasyid bersama PSM tak perlu diragukan lagi. Ia berkostum Juku Eja sejak 2011 dan tak pernah pindah klub meski kerap mendapat tawaran menggiurkan dari tim lain.

3. Zulham Zamrun

Zulham Zamrun mengikuti sesi latihan PSM Makassar di Lapangan Bosowa Sports Centre, Jumat (12/3/2021). (Bola.com/Abdi Satria)
Zulham Zamrun mengikuti sesi latihan PSM Makassar di Lapangan Bosowa Sports Centre, Jumat (12/3/2021). (Bola.com/Abdi Satria)

Usia Zulham Zamrun sudah 33 tahun. Kecepatannya pun tak sebaik ketika ia menjadi top skorer Piala Presiden 2015 dan Piala Indonesia 2018/2019. Tapi, skill di atas rata-rata yang dimilikinya membuat pemain asal Ternate ini jadi pembeda buat PSM di Piala Menpora 2021.

Baik ketika berperan sebagai penyerang sayap atau gelandang serang yang berdiri di belakang striker. Di Piala Menpora 2021, Zulham tampil dua kali sebagai starter PSM yakni ketika menghadapi Bhayangkara Solo FC dan Borneo FC Samarinda.

Ia tak tampil pada laga perdana menghadapi Persija karena dinilai belum fit usai menjenguk anaknya yang saki jelang PSM berangkat ke Malang. Penampilan terbaik Zulham di Piala Menpora terlihat ketika ia mencetak gol kedua PSM ke gawang Borneo FC pada matchday ketiga.

Lewat tendangan bebas yang akurat, Zulham mampu melesakkan bola ke pojok kiri gawang Borneo FC yang dijaga kiper Angga Saputro.

Saksikan Video Pilihan Kami: