3 Pemain Tira Persikabo yang Bisa Membahayakan Persebaya pada Pekan Kedua BRI Liga 1

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Bekasi - Tira Persikabo mencari tiga poin pertama di BRI Liga 1 2021/2022. Begitu pula Persebaya Surabaya. Kedua tim akan bertemu pada pekan kedua.

Persikabo bakal berhadapan dengan Persebaya Surabaya di Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Sabtu (11/9/2021).

Persikabo diimbangi Madura United 1-1 pada pekan pertama BRI Liga 1. Sementara, Persebaya dihajar Borneo FC 1-3.

Persikabo telah bisa memainkan tiga pemain asingnya pada partai nanti, termasuk Sergey Pushnyakov dan Veniamin Shumeyko. Nasib baik yang sama juga menghampiri Persebaya Surabaya.

Empat pemain impor tim berjulukan Bajul Ijo itu meliputi Jose Wilkson, Taisei Marukawa, Bruno Moreira, dan Alie Sesay juga dapat dimainkan seusai menerima vaksinasi COVID-19 dosis kedua.

Kehadiran Sergey Pushnyakov dan Veniamin Shumeyko tentu menambah kekuatan Persikabo. Ada tiga pemain dari tim berjuluk Laskar Padjajaran ini yang bisa membahayakan Persebaya Surabaya.

Ciro Alves

Pemain Persikabo 1973, Ciro Henrique Alves Ferreira e Silva (kanan) mengontrol bola dibayangi pemain Madura United, David Laly dalam pertandingan BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Jumat (3/9/2021). Persikabo 1973 bermain imbang atas Madura United 1-1. (Bola.com/Ikh
Pemain Persikabo 1973, Ciro Henrique Alves Ferreira e Silva (kanan) mengontrol bola dibayangi pemain Madura United, David Laly dalam pertandingan BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Jumat (3/9/2021). Persikabo 1973 bermain imbang atas Madura United 1-1. (Bola.com/Ikh

Lini depan Persikabo masih bertumpu kepada Ciro Alves. Bomber asal Brasil itu punya skill individu yang tinggi untuk mengacak-acak lini pertahanan Persebaya.

Namun, Ciro Alves belum punya tandem yang sepadan di lini depan Persikabo 1973. Pasalnya, kontribusi dari striker lokal seperti Dimas Drajad dan Hanis Saghara masih jauh dari harapan.

Selama ini, Ciro Alves terbiasa bermain melebar sebagai winger. Namun, pemain berusia 32 tahun itu juga dapat diplot sebagai goal getter.

Ahmad Nufiandani

Gelandang Persikabo 1973, Ahmad Nufiandani melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Arema FC dalam laga pembuka Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021). Persikabo 1973 sementara unggul 1-0 di babak pertama. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Gelandang Persikabo 1973, Ahmad Nufiandani melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Arema FC dalam laga pembuka Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021). Persikabo 1973 sementara unggul 1-0 di babak pertama. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Ahmad Nufiandani bermain cemerlang ketika Persikabo 1973 diimbangi oleh Madura United. Tampil sebagai supersub, pergerakan pemain berusia 26 tahun itu kerap membahayakan lini belakang lawan.

Pelatih Persikabo, Igor Kriushenko kemungkinan akan memainkan Nufiandani dari menit awal untuk melawan Persikabo.

Sebagai gelandang sayap, Nufiandani dibekali teknik tinggi. Selain itu, mantan pemain Arema FC ini juga memiliki kecepatan di atas rata-rata.

Andy Setyo

Striker Arema FC, Dedik Setiawan (kanan) menguasai bola dibayangi bek Persikabo 1973, Andy Setyo Nugroho dalam laga pembuka Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021). Arema FC bermain Imbang 1-1 dengan Persikabo 1973. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Striker Arema FC, Dedik Setiawan (kanan) menguasai bola dibayangi bek Persikabo 1973, Andy Setyo Nugroho dalam laga pembuka Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021). Arema FC bermain Imbang 1-1 dengan Persikabo 1973. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Kesetiaan Andy Setyo terhadap Persikabo 1973 tidak perlu diragukan lagi. Bek berusia 23 tahun itu rela menolak iming-iming klub lain demi bertahan di Laskar Padjajaran.

Pemain asal Pati, Jawa Tengah itu bermain tangguh ketika diimbangi Madura United 1-1. Andy Setyo dipastikan akan menjadi pilar lini belakang Persikabo 1973 untuk melawan Persebaya.

Andy Setyo punya postur ideal sebagai bek. Alumnus Timnas Indonesia ini memiliki tinggi 180 cm. Namun, pemain kelahiran 16 September 1997 itu kerap kewalahan dalam duel bola bawah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel