3 Pemain yang Dapat Julukan Unik di Arema, Begini Asal Usulnya

Bola.com, Malang - Di kancah sepak bola bukan sesuatu yang asing jika seorang pemain menyandang julukan khusus. Fenomena tersebut juga terjadi di Arema FC

Julukan untuk pesepak bola biasanya diberikan karena berbagai alasan. Terkadang julukan merujuk pada keahliannya di lapangan, atau kekhasan yang dimiliki sang pemain. 

Siapa yang biasanya memberikan julukan pada para pemain sepak bola? Jawabannya beragam. 

Ada pemain yang mendapatkan julukan dari suporter, rekan setim, bahkan media. Bahkan, ada juga seorang pemain malah lebih lekat dengan julukannya daripada nama aslinya. 

Bola.com merangkum ada tiga pemain di Arema FC yang mendapatkan julukan unik. Julukan itu ada yang datang dari Aremania, pelatih hingga rekan satu tim.

Julukan tersebut sempat familier di Malang. Bahkan sampai kini pemain-pemain yang sempat dapat julukan itu citranya masih cukup lekat Arema FC. Berikut tiga pemain yang dapat julukan spesial tersebut.

 

 

Firman Utina: Kapten Tsubasa

Pesepak bola Firman Utina. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Firman Utina merupakan nama besar di sepak bola Indonesia. Fiman Utina mampir di Arema selama dua musim, pada musim 2005-2006.

Saat di Arema dia dijuluki Kapten Tsubasa. Julukan itu muncul dan dinyanyikan Aremania ketika Firman bermain di Stadion Kanjuruhan. Posisinya sebagai gelandang serang diibaratkan sebagai Kapten Tsubasa, tokoh kartun sepak bola asal jepang yang populer saat itu.  

Julukan itu jadi gambaran kehebatan Firman. Skill bagus, cepat dan ulet. Dia seorang gelandang serang yang komplet. Firman jadi motor serangan Singo Edan dan tak jarang mencetak gol dari lini kedua. Ternyata julukan ini juga diketahui sejumlah pemain muda saat ini.

Pemain sayap Persik Kediri, Antoni Putro Nugroho mengaku mengidolakan Firman Utina ketika dapat julukan Tsubasa di Arema.

“Waktu saya masih kecil, sempat dengar nyanyian Aremania untuk bang Firman lewat televisi. Dia disamakan dengan Kapten Tsubasa. Mainnya memang luar biasa,” kata Antoni yang juga mantan pemain Arema musim 2016.

 

 

Munhar Si Pohon Asem

Munhar saat memperkuat Arema FC pada 2013. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Mendiang pelatih Arema FC, Suharno, pernah memberikan julukan kepada pemainnya, tepatnya pada musim 2012. Dia menyebut bek ganas, Munhar, sebagai pohon asem. Alasannya pohon tersebut dikenal kokoh, sama seperti karakter bertahan bek asal Sidoarjo itu.

Munhar tak kenal kompromi. Tekel keras sering diperlihatkan agar lawan takut menghadapinya. Dia jadi pilihan utama ketika Suharno jadi pelatih di putaran kedua kompetisi kala itu. Pelatih yang tutup usia pada 2015 itu juga sempat meramal Munhar layak dapat kesempatan masuk timnas Indonesia.

Sayangnya pada 2013, Munhar tersisihkan. Pelatih baru Rahmad Darmawan membawa gerbong pemain bintang. Dia kalah bersaing dengan Victor Igbonefo, Purwaka Yudi, dan Thierry Gathuessi. Meski begitu Munhar yang kini bermain di Persik Kediri tetap jadi pemain spesial di Arema dengan julukan tersebut.

 

 

Dedik Drogba Bermula dari Plesetan

Dedik Setiawan saat duel Arema FC kontra Barito Putera pada Piala Presiden 2019, Senin (4/3/2019) di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Striker yang satu ini, Dedik Setiawan, sempat dipandang sebelah mata di Arema. Dia masuk pertengahan musim 2016 dari klub kasta kedua Persekam Metro FC. Kesempatan bermain tak kunjung datang waktu itu. Tapi pada musim 2017, pada era kepelatihan Aji Santoso, dia mulai diperhitungkan.

Ketika pramusim 2017, julukan Drogba disematkan kepadanya. Bukan karena permainannya mirip dengan striker legendaris Chelsea tersebut. Tapi merupakan plesetan. Gelandang Ferry Aman Saragih yang memberikan julukan itu ketika Arema menjalani tur pra musim di Jawa Tengah.

“Nama depan Drogba kan Didier. Mirip jadi pas kalau diplesetkan jadi Dedik Drogba,” canda Ferry.

Ternyata julukan itu jadi popular. Mulai media masa hingga komentator sering menyebut nama Dedik Drogba. Kebetulan di kompetisi dia mulai diperhitungkan. Bahkan pada 2019 dia dipanggil Timnas Indonesia senior. Sebuah julukan yang sepertinya jadi berkah tersendiri bagi Dedik.