3 Pemilik Nomor 7 yang Tampil Buruk Sepanjang Sejarah Premier League : Alamak, Ada Pemain Arsenal

Bola.com, Jakarta - Pertengahan pekan lalu, Joao Cancelo punya andil besar di balik kemenangan telak Manchester City atas Nottingham Forest. Pada lanjutan Liga Inggris 2022/2023 yang mentas di Etihad Stadium, Rabu (31/8), City menang telak 6-0.

Cancelo yang bernomor punggung 7 menyumbang sebiji gol. Bek sayap berusia 28 tahun itu mencatatkan namanya di papan skor saat laga memasuki menit ke-50.

Sebagai pemilik nomor 7, Cancelo memang top. Man City tak sia-sia merekrutnya dari raksasa Turin, Italia, Juventus, pada 2019 silam. Bersama The Citizens, kolega Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal itu sudah memenangkan dua trofi Premier League serta runner up Liga Champions 2020/2021.

Buah Kerja

Pep Guardiola, sang pelatih, senang punya anak buah sekaliber Cancelo. "Dia memiliki kemampuan khusus melakukan sesuatu yang baik. Tapi dia harus terus meningkatkan kemampuannya," puji Guardiola, dilansir situs resmi klub.

Bicara ihwal nomor punggung 7, tak semua loh yang dapat sanjungan seperti Cancelo. Pada musim-musim sebelumnya, banyak klub Premier League yang akhirnya harus kecewa lantaran pemain yang mengenakan jersey tersebut gagal memenuhi ekspektasi.

Nelson Vivas (Arsenal)

Sebelum Vivas datang, jersey bernomor punggung 7 Arsenal adalah milik David Platt. Tapi, setelah Platt pergi, nomor keramat itu kemudian diserahkan kepada Vivas.

Hasilnya sungguh mengecewakan. Pemain yang diboyong dari Boca Juniors pada 1998 tersebut gagal menampilkan performa terbaiknya di posisi bek kanan. Arsene Wenger jelas kecewa.

Kemudian, Pak profesor menepikan Vivas. Selama tiga tahun, Vivas hanya tampil dalam 69 laga di Liga Inggris dan sebagian besar sebagai pemain pengganti.

Marc Keller (West Ham)

Awalnya, fans West Ham terkesima. Keputusan manajemen mendatangkan Keller dari klub Jerman, Karlsruher SC, pada musim panas 1998 dinilai langkah yang tepat.

Sang pemain mendapatkan sambutan hangat dan dipercaya mengenakan jersey nomor 7. Tentu saja, Keller senang bercampur bangga. Nyatanya, fans kecele.

Keller keteter. Bertugas sebagai gelandang, Keller masih jauh dari kata oke. Dalam dua musim terakhirnya, pria malang itu nyaris tak pernah tampil. Kasihan melihatnya hanya jadi penghangan bangku cadangan, West Ham lalu meminjamkannya ke Portsmouth.

Diniyar Bilyaletdinov (Everton)

Liga Inggris geger. Hal itu berlatar Everton koar-koar bakal mendatangkan motor serangan Lokomotiv Moscow, Diniyar Bilyaletdinov. Tak gertak sambal, tentu saja.

Demi mendapatkan sang gelandang, Toffees rela menggelontorkan dana sebesar 9 juta pounds pada 2009. Jadilah kamerad Bilyaletdinov sebagai pemain ketiga termahal Everton saat itu.

Berbekal postur menjulang dan dibalut jersey bernomor punggung 7, Bilyaletdinov terlihat gagah. Tapi 'alamak jang', karier Bilyaletdinov serumit mengeja namanya.

Dia kerap mendapat kartu merah, terbuang dari tim utama, dan perlahan penghias bangku cadangan. Pada 2012, Everton mengucapkan selamat tinggal kepada Bilyaletdinov.

Arsenal Di Mana?