3 Pengakuan Aaron Ashab Dipukuli Kakak Selama 15 Tahun, Begini Kisahnya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kehidupan artis memang tak lepas dari perhatian publik. Selain menjadi hiburan dan inspirasi, di lain sisi dari mereka lah para penggemar bisa mengambil pelajaran. Salah satunya pengakuan dari seorang Artis yang kini tengah viral, Aron Ashab.

Pria berdarah Arab dan Belanda ini belakangan mengejutkan netizen dengan unggahannya di Instagram. Bukan perkara prestasi, melainkan pengakuan yang membuat penggemarnya heran. Dalam unggahannya tersebut, Aron Ashab mengaku kerap menerima kekerasan. Mengejutkannya, ia menjelaskan orang yang memukulinya tersebut adalah kakaknya sendiri.

Pria kelahiran 15 Agustus 1993 ini mengunggah dalam unggahan Insta Story yang menampilkan perkelahian saudaranya. Anak dari pasangan Gatami dan Secha Hanny ini akhirnya menghebohkan publik.

Dalam video yang diunggahnya, terlihat perlakuan buruk salah satu kakak laki-lakinya terhadap kakak sulungnya, Amalia Gamyla Ashab.

Aron Ashab merupakan bungsu dari empat bersaudara. Ia mengungkapkan kejadian semacam itu memang sering terjadi. Berikut Liputan6.com mengulas pengakuan Aron Ashab dari berbagai sumber, Jumat (24/12/2021).

Dianggap Psikopat

3 Pengakuan Aaron Ashab Dipukuli Selama 15 Tahun, Begini Penjelasannya (Sumber: Instagram - @aronashab)
3 Pengakuan Aaron Ashab Dipukuli Selama 15 Tahun, Begini Penjelasannya (Sumber: Instagram - @aronashab)

Belakangan diketahui salah satu saudara Aron Ashab yang melakukan kekerasan ialah Habibie. Dalam video Insta Story akun @aronashab tersebut menampilkan Habibie dan Amalia Gamyla sedang bertengkar. Bukan pertengkaran biasa, Habibie nampak melemparkan benda ke arah Myla.

“Dan kalian bertanya-tanya mengapa aku kacau. Selama 15 tahun aku di-bully oleh psikopat ini. Dan dia masih tinggal di sini, orang tuaku belain dia SETIAP SAAT," tulis Aron Ashab di Instagram Story yang kini telah hilang.

Mirisnya lagi, kelakuan kakak Aron Ashab dilakukan di hadapan keponakannya. Tak hanya perlakuan kasar, Aaron juga memperlihatkan kelakuan kakaknya dalam video dengan kata-kata kasar.

Dibully Selama 15 Tahun

3 Pengakuan Aaron Ashab Dipukuli Selama 15 Tahun, Begini Penjelasannya (Sumber: Instagram - @aronashab)
3 Pengakuan Aaron Ashab Dipukuli Selama 15 Tahun, Begini Penjelasannya (Sumber: Instagram - @aronashab)

Sedihnya, Aaron mengaku kerap dipukuli selama 15 tahun. Bersama dengan saudara yang lainnya, ia di-bully dengan kekerasan yang sering dilakukan oleh sang kakak. Pria kelahiran Jakarta ini mengaku sudah lelah dengan perilaku kasar dari sang kakak.

“Selama 15 tahun, aku ditinju setiap hari. Satu-satunya alasan aku enggak dipukuli lagi karena waktu aku berusia 15 tahun, aku lebih tinggi darinya. Jadi aku bisa melawannya," kata Aron.

Dengan mengunggah ungkapan tersebut Aron hanya ingin terlepas dari penderitaan yang selama ini ia alami.

"Aku sudah selesai, aku benar-benar selesai. Ibu, ayah, aku tahu kalian tidak peduli saat aku mengatakan aku ditinju setiap hari, tapi, aku sudah selesai. Dia harus dihukum dengan cara apa pun," imbuhnya.

Jadi Beban

3 Pengakuan Aaron Ashab Dipukuli Selama 15 Tahun, Begini Penjelasannya (Sumber: Instagram - @aronashab)
3 Pengakuan Aaron Ashab Dipukuli Selama 15 Tahun, Begini Penjelasannya (Sumber: Instagram - @aronashab)

Di lain kisah, Aron Ashab juga membagikan kisahnya tentang sifat dari sang kakak, Habibie. Ia mengungkapkan Habibie sering menghabiskan uang orang tua. Bahkan kakaknya sering berpindah kampus dan tak pernah menyelesaikan studinya.

"Iya (Habibie) yang ngabisin duit nyokap, ke Trisakti Perminyakan, DO, ke Binus, BO. Habis itu stay di rumah lama banget, terus penginnya ke US, terus ke LA for 5 years. Lulus? Kaga. Sekarang di rumah sudah 3 tahun enggak punya kerjaan, hidupnya cuma minta duit sama nyokap saja. Dikasih pula. Anak bawang dah kayaknya," ungkapnya.

Aron mengaku kakaknya harus mendapat hukuman yang setimpal. Dalam Insta Storynya ia mengaku kakaknya layak mendapat sanksi sosial.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel