3 Pengantin menikah di kereta kuda, gerobak sapi & becak

MERDEKA.COM. Tiga pasang pengantin menikah secara massal, dalam kegiatan 'Nikah Bareng Membumi' di Pendopo Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pernikahan itu pun digelar dengan cara yang tidak biasa.

Nikah Bareng Membumi bertema 'Menanam Benih Abadi' dalam memperingati Hari Bumi dan Hari Kartini 2013 ini digagas Forum Ta'aruf Indonesia (Fortais) KUA Sewon, bekerja sama dengan Taman Bunga Rias Pengantin, dan didukung pihak Kecamatan Sewon serta segenap masyarakat setempat.

"Kegiatan ini digelar dalam memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April, sekaligus untuk menciptakan keluarga dan generasi penerus yang cinta alam, sehingga kelestarian bumi tetap terjaga," kata ketua panitia kegiatan ini, Ryan Budi Nuryanto seperti dikutip dari Antara, Senin (22/4).

Dia menyebutkan ketiga pasang pengantin tersebut yaitu Ario Hermanto dan Nur Aliyah, keduanya warga Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Rudi Hermawan warga Karanganyar Jawa Tengah dengan Sumartini warga Jetis, Bantul. Kemudian Zainuddin warga Banguntapan, Bantul, dengan Ilussiani Karyati warga Kalasan, Kabupaten Sleman.

Menurut dia, acara diawali dengan kirab pengantin dari KUA Sewon menuju Pendopo Kecamatan, kemudian dilangsungkan ijab kobul ketiga pasang pengantin itu. Ijab kobul mereka, masing-masing dilakukan di atas kereta kuda, gerobak sapi, dan becak.

"Konsep kereta kuda, gerobak sapi, dan becak, sebagai alat transportasi tradisional yang perlu dilestarikan, jangan sampai punah, sekaligus melambangkan semangat kerja keras menuju keluarga sakinah dan hijau," katanya.

Dia mengatakan mahar atau mas kawin dalam pernikahan massal ini masing-masing berupa seperangkat alat salat, dan pohon buah-buahan seperti jambu, kedondong, dan jeruk.

Kepala KUA Sewon Iksan mengatakan semula ada lima pasang yang akan mengikuti pernikahan massal ini, namun karena dua pasang tak memenuhi persyaratan, maka gagal mengikuti pernikahan massal.

"Hari ini hanya tiga pasang, semula ada lima pasang, tapi yang dua gagal karena tak memenuhi syarat administrasi, satunya karena masa iddah, dan pasangan satunya dari Sumatera, yang syarat-syaratnya belum lengkap," katanya.

Salah satu pasangan, Rudi Hermawan dan Sumartini mengaku bahagia karena bisa melangsungkan pernikahan secara massal, dan gratis yang difasilitasi Fortais bersama KUA Sewon Bantul.

"Ini hari yang membahagiakan, karena selain bisa menikah di Hari Bumi, ijab qobul saya dilakukan di gerobak sapi," katanya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.