3 Pengembang Besar Siap Genjot Penjualan Di Masa Pandemi Dengan New Normal

1 / 1

3 Pengembang Besar Siap Genjot Penjualan Di Masa Pandemi Dengan New Normal

RumahComHadirnya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia mengakibatkan berbagai sektor sempat lumpuh, tidak terkecuali dengan sektor properti. Kendati demikian, hal tersebut tidak membuat pengembang besar menunda perencanaan terlalu lama karena jika dibiarkan terlalu lama maka hal tersebut akan berimbas

Meski terus melihat dan menunggu situasi, tetapi pengembang besar terus mempersiapkan ekspansi proyek dengan segala perhitungan yang matang.

Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) Hermawan Wijaya mengakui bahwa memasuki kuartal kedua ini menjadi tantangan yang berat bagi pengembang. Namun, pihaknya sudah mengantisipasi hal tersebut.

Ia mengatakan bahwa dirinya dan pihaknya telah mengantisipasi hal tersebut untuk kuartal kedua yang bertepatan dengan bulan puasa, lebaran serta pandemi Covid-19 yang dipastikan menghambat penjualan. Ia juga berharap akan wabah pandemi ini akan segera berakhir.

Dia mengatakan bahwa ekspansi proyek BSDE kemungkinan bisa dilakukan namun tergantung dari pasar dan seberapa yakinnya wabah corona akan teratasi serta ekonomi dapat pulih. Apalagi, BSDE mengejar marketing sales Rp7,20 triliun sepanjang tahun ini. 

Persiapan proyek juga dipersiapkan PT Intiland Development Tbk. Setelah meluncurkan proyek perumahan Talaga Bestari di Tangerang pada April lalu, Intiland tengah memperhitungkan perencanaan lain.

Sementara itu, PT Alam Sutera Realty Tbk., juga terus mempersiapkan produk baru. Alam Sutera akan segera meluncurkan Elevee Penthouses & Residences, sebuah hunian apartemen premium.

Hal ini setelah Alam Sutera berhasil membukukan Rp200 miliar di proyek Elevee Promenade pada April lalu secara daring.

Direktur Pusat Studi Properti Indonesia Panangian Simanungkalit mengatakan bahwa pengembangan proyek wajar dilakukan pengembang besar terutama perusahaan terbuka.

Namun, di saat kondisi sekarang dia menyarankan agar pengembangan tersebut lebih baik menyasar segmen pasar kelas menengah di bawah Rp1 miliar.

“Lagi pula dukungan pendanaan mereka cukup baik karena sudah melakukan IPO. Kemudian mereka juga sudah punya jaringan pembeli yang selama ini sudah percaya kepada mereka,” katanya.

Sementara itu, dalam pemasarannya pun para pengembang besar sudah mulai mengintegrasikan pemasaran digital dengan menggunakan sosial media hingga virtual reality untuk memasarkan kepada para konsumennya. Menurut sumber terkait menyebutkan bahwa era setelah adanya pandemi ini akan membuat beberapa pengembang properti menerapkan teknologi proptech atau virtual reality untuk bertahan dengan adanya kebijakan dari pemerintah tentang pembatasan sosial berskala besar.

Sumber: Bisnis.com

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.