3 Penjelasan Wagub DKI Jakarta soal Batalnya Formula E di Monas

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Perhelatan balap mobil listrik atau Formula E batal digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas). Ada pun alasannya terkait perizinan.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjelaskan, dibatalkannya Formula E lantaran kawasan Monas merupakan ring 1.

"Di Monas itu kan ring 1, dari pemerintah pusat belum memungkinkan di situ," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Oktober 2021.

Menyikapi keputusan tersebut, pihak PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Gunung Kartiko selaku penanggung jawab penyelenggaraan Formula E mempertimbangkan lima lokasi alternatif. Salah satunya yakni di Pantai Maju Bersama di Pulau Reklamasi, Jakarta Utara.

Kelima lokasi tersebut nantinya akan dilaporkan kepada Formula E Operations (FEO) dan sebagai tindak lanjut akan dilakukan survei lapangan. Yang rencananya dilakukan pada Oktober ini.

Berikut sederet penjelasan Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria terkait batalnya perhelatan Formula E di kawasan Monas di himpun Liputan6.com:

1. Terkendala izin

Riza menjelaskan batalnya Formula E di kawasan Monas sebagai lintasan Formula E, yakni terkendala perizinan pemerintah pusat.

Hingga kini, Wagub Riza masih enggan membocorkan lokasi alternatif lainnya yang akan disurvei oleh Formula E Operation (FEO).

"Tempat lainnya mohon maaf saya belum bisa menyampaikan, kita menunggu lah, kalau sekarang sudah disampaikan jadi ramai, nanti kalau jadi ramai malah jadi sulit ya," ujarnya, Kamis, 7 Oktober 2021.

2. Sebut Revitalisasi Monas Tetap Berjalan

Riza mengatakan, revitalisasi kawasan Monas akan tetap dilakukan karena tidak ada hubungannya dengan balap mobil listrik atau Formula E tidak diselenggarakan di kawasan tersebut.

Riza menyebut revitalisasi Monas merupakan kegiatan yang terpisah dari penyelenggaraan Formula E.

"Monas itu tetap kita revitalisasi, ada atau tidak ada Formula E. Pemprov DKI terus mempercantik, merevitalisasi Monas," ujar Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis malam, 7 Oktober.

3. Bantah Formula E Batal Digelar karena Ada Unsur Politik

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai ada nuansa politis dalam tarik ulur keputusan Kementerian Sekretariat Negara saat melarang pelaksanaan Formula E di kawasan Monas yang diajukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Ada dimensi politik yang kental, awalnya gubernur mengajukan tapi dilarang, tapi setelah itu diizinkan," ungkap Ujang.

Hal tersebut mendapat bantahan dari Wagub Riza. Riza membantah adanya unsur politik terkait batalnya penyelenggaraan Formula E di kawasan Monas.

"Enggak ada, enggak ada urusan politis, urusan Formula E itu urusan olahraga dan ini bagaimana kita mendukung Jakarta langit biru tanpa polusi," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 8 Oktober 2021.

Lesty Subamin

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel