3 Penyebab Leher Hitam dan Cara Mengatasinya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta- Kehitaman pada lipatan kulit biasa disebut sebagai acanthosis nigricans. Gangguan pigmentasi pada kulit yang cukup umum biasanya berupa bercak gelap pada lipatan kulit dengan tekstur yang lebih tebal dan lembut. Bercak gelap ini akan muncul pada lipatan kulit, salah satunya leher.

Perubahan warna mungkin mengkhawatirkan dan dalam beberapa kasus, hal ini tidak perlu dikhawatirkan dan tidak menular.

Namun, munculnya kehitaman pada leher menjadi tanda atau peringatan mengenai masalah kesehatan yang cukup serius.

Nyatanya ada beberapa penyebab timbulnya kehitaman pada leher, berikut ulasannya seperti melansir dari Healthline, Minggu (22/8/2021).

Penyebab kehitaman pada leher

Ilustrasi Kulit Leher Credit: pexels.com/Kate
Ilustrasi Kulit Leher Credit: pexels.com/Kate

Ada beberapa penyebab kehitaman pada leher, di antaranya acanthosis nigric, dermatitis terabaikan dan pigmentasi kulit akibat obat.

1. Acanthosis nigricans

Suatu kondisi kulit menjadi gelap dan tebal yang dapat ditemukan pada lipatan kulit seperti ketiak atau selangkangan adalah pengertian dari acanthosis nigricans. Hal ini dapat terjadi baik pada laki-laki, perempuan dan anak-anak.

Acanthosis nigricans bukanlah suatu penyakit yang dapat menular dan berbahaya. Hal ini paling sering dikaitkan dengan tingkat insulin seseorang, memiliki pradiabetes atau diabetes.

Kondisi lain yang lebih serius yang menandakan acanthosis nigricans adalah penyakit kanker, gangguan hormonal dan berat badan yang berlebih. Acanthosis nigricans juga bisa disebabkan berbagai obat suplemen. Untuk itu, dalam mengatasi acanthosis nigricans, perawat akan memberikan obat atau diberi perawatan kulit seperti retinoid atau krim vitamin D.

2. Dermatitis terabaikan

Seseorang yang tidak membersihkan bagian lipatan tubuh dengan baik akan menyebabkan perubahan warna kulit. Hal ini dapat terjadi karena adanya keringat, bakteri dan sebum yang menumpuk karena kurangnya menjaga kebersihan.

Dermatitis yang terabaikan ini dapat diobati dengan menggosok area yang kehitaman dengan sabun, air, atau alkohol dan tentunya mulai menjaga kebersihan.

3. Pigmentasi kulit akibat obat

Beberapa obat dapat mengakibatkan hiperpigmentasi pada kulit. Macam-macam obat yang dapat mempengaruhi adalah obat anti inflamasi non steroid, fenitoin, antimalaria, amiodaron, obat antipsikotik dan tetrasiklin. Perubahan warna yang timbul biasanya berwarna cokelat tua hingga biru hitam.

Cara mengatasi kehitaman pada leher

Ilustrasi Eksfoliasi Credit: pexels.com/Caleb
Ilustrasi Eksfoliasi Credit: pexels.com/Caleb

Berikut beberapa cara mengatasi leher yang hitam, seperti melansir dari Medicinenet, Minggu (22/8/2021).

1. Melakukan exfoliating dengan menggunakan AHA dan BHA

Rutin menggunakan AHA dan BHA dapat membuat kulit terasa lebih halus, lembut dan cerah. AHA dan BHA dapat membantu mencerahkan kulit atau mengurangi pigmentasi pada kulit, mengatasi garis-garis halus, menghilangkan sebum berlebih, mengangkat sel-sel kulit mati dan pori-pori yang tersumbat.

2. Menggunakan toner, serum, masker dan lotion

Gunakan toner, serum, masker, dan lotion pada leher. Produk tersebut tentunya yang mengandung Vitamin C untuk mengurangi pigmentasi kulit, Vitamin E untuk melembabkan dan AHA BHA untuk mengatasi garis halus dan mencerahkan kulit. Hal ini dapat dilakukan dua hingga tiga kali seminggu secara rutin.

Cara lainnya

Ilustrasi Bagian Leher Credit: pexels.com/Jacquline
Ilustrasi Bagian Leher Credit: pexels.com/Jacquline

3. DIY Masker

Membuat masker sendiri dengan menggunakan bahan alami menjadi salah satu cara yang bisa Anda coba. Perawatan ini dapat digunakan pada wajah dan leher dan dilakukan selama dua sampai tiga minggu sekali.

Beberapa masker yang dapat membantu mengatasi pigmentasi kulit adalah masker yogurt, kunyit, lemon, dan masker pepaya.

4. Menggunakan Sunscreen

Kerusakan akibat sinar matahari menjadi salah satu penyebab pigmentasi kulit. Maka dianjurkan untuk menggunakan sunscreen yang dapat melindungi kulit dari paparan sinar UVA dan UVB

Penulis:

Stephanie

Universitas Multimedia Nusantara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel