3 Perempuan Hebat Masuk Daftar 50 Orang Terkaya Indonesia Tahun 2022

Merdeka.com - Merdeka.com - Forbes kembali merilis daftar 50 orang terkaya di Indonesia tahun 2022. Didominasi oleh pria, nyatanya tidak menutup porsi perempuan untuk masuk ke dalam deretan orang terkaya di Indonesia tersebut.

Bahkan para perempuan ini meraup kekayaan dari hasil tambang batu bara, siapa saja mereka? Berikut daftarnya;

1. Dewi Kam

Dewi mendapatkan sebagian hartanya dari saham minoritas di perusahaan tambang batu bara Bayan Resources.

Kekayaannya semakin meningkat ketika saham Bayan Resources naik hingga tiga kali lipat pada 2022 ini di tengah krisis energi global.

Selain pertambangan, Dewi Kam juga memiliki bisnis di pembangunan dan pengoperasian pembangkit listrik.

Kekayaan Dewi berdasarkan Forbes 2022 sebesar USD2 miliar. Dan saat ini, Dewi berada di peringkat 21 orang terkaya di Indonesia.

2. Arini Subianto

Arini merupakan putri sulung dari miliuner Benny Subianto. Kekayaan Arini saat ini merupakan jejak peninggalan kerajaan bisnis sang ayah di bidang tambang, dan pertanian seperti kelapa sawit.

Merujuk data Forbes 2022, kekayaan Arini sebesar USD 1,5 miliar. Dari total kekayaan itu Arini berada di peringkat ke 28 orang terkaya di Indonesia versi Forbes.

Perempuan berusia 51 tahun itu menjabat sebagai Presiden Direktur perusahaan keluarga Persada Capital Investama. Pundi-pundi kekayaan Arini dan keluarga juga berasal dari hasil kepemilikan saham Persada di Adaro Energy, sebuah perusahaan raksasa Indonesia di bidang tambang batubara.

Perusahaan yang dikelola Arini terus berekspansi bisnis seperti masuk ke investasi perusahaan rintisan berbasis teknologi pada tahun 2017. Ibu dua anak itu merupakan lulusan dari Parson School of Design dan mendapat gelar Master di Fordham University, New York.

Berkecimpung di dunia bisnis, Arini sudah sangat dikenal mencintai buku.

3. Ghan Djoe Hiang

Perempuan berusia 79 tahun itu berada di peringkat 41 orang terkaya di Indonesia versi Forbes 2022.

Kekayaan Ghan tercatat USD 1,07 miliar. Kekayaan tersebut berasal dari tambang batu bara. Ghan merupakan istri dari mendiang taipan Indonesia sekaligus pendiri grup Baramulti Athanasius Tossin Suharya.

Setelah kematian sang suami, Ghan kemudian meneruskan usaha suaminya tersebut yaitu PT Ensicon Indonesia. Perusahaan yang didirikan oleh suaminya sejak 1971 bergerak di bidang kontraktor umum dan telah melakukan diversifikasi ke perdagangan batu bara pada 1988.

Sebagai informasi, Baramulti Group saat ini sudah memiliki 11 konsesi batu bara di Kalimantan dan Sumatera. [idr]