3 Pernyataan Jokowi, Imbau Tak Mudik hingga Perusahaan Beri THR Karyawan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi turut meminta masyarakat agar tak lakukan mudik pada Lebaran 2021 ini.

Menurut Jokowi, imbauan tak mudik Lebaran 2021 ini demi mencegah lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia yang kerap terjadi setiap libur panjang.

"Belajar dari pengalaman sebelumnya seperti libur Idulfitri tahun lalu dan libur panjang setelahnya yang diikuti lonjakan kasus harian, pemerintah akan melaksanakan kebijakan pengendalian pandemi, salah satunya melalui kebijakan larangan mudik lebaran tahun ini," tulis Jokowi melalui akun instagram pribadinya @jokowi disertai foto yang bertuliskan 'Tak Perlu Mudik', Kamis, 8 April 2021.

Tak hanya mengimbau masyarakat untuk tak mudik Lebaran 2021, Jokowi juga mengingatkan para pengusaha untuk memberikan tunjangan hari raya (THR) Lebaran kepada karyawannya.

"Momentum positif penanganan pandemi di tanah air harus seiring dengan pemulihan ekonomi nasional. Karena itulah, menjelang bulan Ramadan ini, pemerintah mendorong pihak swasta untuk memberikan tunjangan hari raya (THR) bagi para karyawannya," kata Jokowi.

Berikut 3 pernyataan Jokowi terkait momen Lebaran 2021 dihimpun Liputan6.com:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Imbau Warga Tak Mudik Lebaran

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi dakwah kepeloporan di sektor perekonomian yang dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah saat membuka secara virtual, Jumat (2/4/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi dakwah kepeloporan di sektor perekonomian yang dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah saat membuka secara virtual, Jumat (2/4/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengimbau agar masyarakat tidak mudik pada Lebaran 2021. Hal ini demi mencegah lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia yang kerap terjadi setiap libur panjang.

Imbauan itu disampaikan Jokowi melalui akun instagram pribadinya @jokowi, Kamis, 8 April 2021. Dia turut mengunggah sebuah foto yang bertuliskan 'Tak Perlu Mudik'.

"Belajar dari pengalaman sebelumnya seperti libur Idulfitri tahun lalu dan libur panjang setelahnya yang diikuti lonjakan kasus harian, pemerintah akan melaksanakan kebijakan pengendalian pandemi, salah satunya melalui kebijakan larangan mudik lebaran tahun ini," jelas Jokowi.

Dia mengatakan, saat ini penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air telah menunjukkan hasil yang positif. Ini terlihat dari kasus aktif Covid-19 di Indonesia yang lebih baik daripada rata-rata dunia.

"Kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini di angka 7,4 persen, jauh lebih baik dari kasus aktif global yang 17,3 persen," kata Jokowi.

Bukan hanya itu, kasus sembuh Covid-19 di Indonesia berada di angka 89,9 persen, di mana lebih tinggi dari rata-rata dunia sebesar 80,5 persen.

Kendati begitu, Jokowi mengakui bahwa kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih cukup tinggi.

"Sayangnya, kasus kematian karena Covid-19 kita masih 2,7 persen, dibanding global 2,17 persen," ucap Jokowi.

Minta Semua Tetap Waspada

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi pernyataan tentang impor beras di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (26/3/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi pernyataan tentang impor beras di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (26/3/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Untuk itu, menurut Jokowi, pemerintah perlu melakukan upaya-upaya agar tak terjadi lonjakan kasus virus Corona.

Terlebih, kata dia, saat ini negara-negara di Eropa dan Asia juga menghadapi lonjakan gelombang ketiga penularan Covid-19.

"Perkembangan yang menggembirakan di Tanah Air ini hendaknya tidak mengendurkan kewaspadaan kita," ujar Jokowi.

Ingatkan Swasta Beri THR ke Karyawan

Presiden Joko Widodo memberikan paparan saat menghadiri konsolidasi calon legislatif Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pemilu 2019 sekaligus haul Abdurrahman Wahid, Gus Dur di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (17/12). (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Presiden Joko Widodo memberikan paparan saat menghadiri konsolidasi calon legislatif Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pemilu 2019 sekaligus haul Abdurrahman Wahid, Gus Dur di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (17/12). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Jokowi mengingatkan para pengusaha untuk memberikan tunjangan hari raya (THR) Lebaran kepada karyawannya, meski ekonomi masih terhantam pandemi Covid-19.

Terlebih, kata dia, pemerintah telah memberikan berbagai fasilitas dan insentif kepada sejumlah sektor.

"Momentum positif penanganan pandemi di tanah air harus seiring dengan pemulihan ekonomi nasional. Karena itulah, menjelang bulan Ramadan ini, pemerintah mendorong pihak swasta untuk memberikan tunjangan hari raya (THR) bagi para karyawannya," ucap Jokowi.

Dia memastikan pemerintah akan mempercepat penyaluran sejumlah bantuan dan perlindungan sosial. Jokowi meyakini pembayaran THR dan penyaluran bantuan akan kembali menggairahkan ekonomi nasional yang terpuruk karena pandemi.

"Pembayaran THR dan penyaluran bantuan dan perlindungan sosial ini akan menggerakkan konsumsi masyarakat yang diharapkan akan memacu pertumbuhan perekonomian nasional," jelas Jokowi.

Jokowi dan Pemimpin Dunia Disuntik Vaksin Covid-19

Infografis Jokowi dan Pemimpin Dunia Disuntik Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Jokowi dan Pemimpin Dunia Disuntik Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: