3 Pernyataan Menaker saat Penanganan Dampak Covid-19 Tuai Hasil Positif

·Bacaan 2 menit
Menaker Ida Buka Program Pelatihan Kerja di Solo

Liputan6.com, Jakarta Pandemi covid-19 yang belum juga usai, membuat pemerintah terus melakukan upaya untuk menanggulangi dampak yang ditimbulkan. Upaya tersebut dilakukan di berbagai sektor, salah satunya di sektor ketenagakerjaan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyebut, sepanjang tahun 2020, upaya pemerintah menanggulangi dampak covid-19 di sektor ketenagakerjaan berdampak positif terhadap pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Salah satunya lewat 10 program yang dijalankan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) lewat pelatihan-pelatihan.

Program vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pemerintah saat ini, sebut Ida turut mengambil peran penting agar sektor perekonomian tidak semakin terpuruk di tengah pandemi.

"Harus ada optimisme hadapi tahun 2021. Pemulihan dengan semangat optimisme. Mudah-mudahan kita mendapatkan pertumbuhan ekonomi positif di tahun 2021," kata Menaker dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 15 Maret kemarin.

Berikut sederet pernyataan Menaker Ida Fauziyah terkait penanganan dampak covid-19 Tahun 2020 yang dihimpun Liputan6.com:

1. 10 Program Kemnaker

Menurut Menaker Ida, hasil positif yang dituai dari penanganan dampak covid-19 itu tak lepas dari berbagai program yang dijalankan Kemnaker untuk memulihkan sektor ketenagakerjaan akibat covid-19.

Kesepuluh program tersebut antara lain pelatihan vokasi dengan metode blended training yang melibatkan 121.049 orang, pemagangan di industri (19.475), pelatihan peningkatan produktivitas bagi tenaga kerja (11.346), sertifikasi kompetensi (749.307), penempatan tenaga kerja dalam negeri (836.181), penempatan tenaga kerja di luar negeri (112.700), pelatihan wirausaha baru (212.260), inkubasi bisnis (4.080), padat karya (106.014), dan gerakan pekerja sehat (24.000).

2. Sasaran dan Capaian Program

Menaker Ida, yang didampingi Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi dan beberapa pejabat eselon I Kemnaker menyebutkan jumlah sasaran dalam program penanganan di sektor ketenagakerjaan.

"Total Kemnaker telah menyasar sebanyak 2.196.412 orang untuk penanganan dampak COVID-19 ini, " ujarnya.

Menaker Ida menambahkan, program PEN yang menyasar sektor ketenaga kerjaan telah melibatkan total 32.421.400 orang. Program tersebut terdiri dari bantuan subsidi gaji/upah bagi pekerja/buruh (BSU) sebanyak 12.265.437 orang, Kartu Prakerja (5.509.055), bantuan produktif usaha mikro (12 juta), dan padat karya Kementerian/Lembaga (2.6464.948).

Dengan demikian, lanjut dia, upaya pemerintah dalam memitigasi dampak pandemi COVID-19 di sektor ketenagakerjaan, baik dari program yang ada di Kemnaker maupun dukungan PEN telah menyasar pada 34.617.852 orang.

"Capaian ini sudah melebihi penduduk usia kerja terdampak COVID-19 yang disurvei oleh BPS mencapai 29,12 juta orang," kata Menaker Ida.

3. Usia Kerja Terdampak Covid-19 Berasal dari Pengangguran

Menaker Ida juga mengungkapkan bahwa 29,12 juta orang usia kerja yang terdampak Covid-19 itu berasal dari pengangguran karena Covid-19 sebanyak 2,56 juta, orang bukan angkatan kerja (BAK) karena Covid-19 (0,76 juta).

Sementara, tak bekerja karena Covid-19 (1,77 juta), dan bekerja dengan pengurangan jam kerja (shorten hours) karena Covid-19 (24,03 juta).

"Total penduduk usia kerja sebanyak 203,97 juta orang. Persentase penduduk usia kerja terdampak Covid-19 sebesar 14,28 persen. Sedangkan angkatan kerja terdampak Covid-19 sebesar 20,51 persen," ujarnya.

Dinda Permata (Magang)

Saksikan video pilihan di bawah ini: