3 Pertandingan Ketat Inggris Vs Skotlandia Sepanjang Sejarah Sebelum Euro 2020

·Bacaan 5 menit

Bola.com, Jakarta - Timnas Inggris bakal melakoni matchday kedua dengan menjamu Skotlandia dalam lanjutan Grup D Euro 2020. Duel sesama negara anggota Britania Raya itu bakal berlangsung di Stadion Wembley, London, Sabtu (19/6/2021) dinihari WIB.

Inggris dan Skotlandia meraih hasil yang kontras pada laga pertama mereka. Inggris menaklukkan Kroasia 1-0 di Wembley lewat gol tunggal Inggris Raheem Sterling. Sementara itu, Skotlandia dikalahkan Republik Ceska 0-2 di Hampden Park, Glasgow pada laga perdana Euro 2020.

Sederet pemain Skotlandia juga merupakan sosok-sosok penting di klub-klub Inggris. Ada kapten Andrew Robertson (Liverpool), bek sayap Kieran Tierney (Arsenal), gelandang Scott McTominay (Manchester United), hingga striker Che Adams (Southampton).

Skotlandia takkan merasa gentar meski laga keduanya ini adalah melawan Inggris di Wembley. Mereka siap untuk berjuang meraih poin demi menjaga asa lolos ke babak 16 besar Euro 2020.

Namun, Inggris sedang berada dalam momentum yang sangat bagus. Dengan hasil kontra Kroasia pada matchday pertama, berarti Inggris selalu menang dalam tujuh laga terakhir.

Pertandingan ini melahirkan catatan unik mengingat pertemuan kedua tim disebut sebagai laga internasional yang paling banyak digelar. Keduanya sudah bertemu 114 kali di berbagai ajang, baik turnamen internasional maupun laga persahabatan.

Dikutip dari The Sun, Inggris mampu membukukan sebanyak 48 kali kemenangan, Skotlandia 41 kali unggul, dan 25 sisanya berakhir imbang. Angka itu sudah cukup membuktikan betapa ketatnya persaingan antara kedua negara bertetangga itu.

Dari segi prestasi, tentu saja ada banyak sekali perbedaan dengan Inggris lebih unggul, meski hanya pernah meraih satu trofi internasional, yakni Piala Dunia 1966. Sedangkan Skotlandia, jangankan juara, mereka bahkan jarang menembus putaran final Euro maupun Piala Dunia.

Pertemuan antara Inggris dan Skotlandia ini melahirkan banyak sejarah penting. Terutama, terdapat beberapa laga kompetitif yang berlangsung ketat antara kedua tim.

Bola.com telah merangkum tiga pertandingan paling antara Timnas Inggris kontra Skotlandia dalam ajang kompetitif sebelum Euro 2020. Simak ulasan berikut ini:

1. Euro 1996

Foto gelandang Timnas Inggris Paul Gascoigne di Piala Dunia 1990. Inggris pernah gagal tampil di Piala Dunia 1994. (AFP / STAFF)
Foto gelandang Timnas Inggris Paul Gascoigne di Piala Dunia 1990. Inggris pernah gagal tampil di Piala Dunia 1994. (AFP / STAFF)

Pertemuan terakhir Timnas Inggris dengan Skotlandia di Euro terjadi pada edisi 1996, saat Inggris menjadi tuan rumah di Stadion Wembley. Kebetulan, mereka saat itu sama-sama menghuni Grup A dan harus bersaing menembus fase gugur bersama Belanda dan Swiss.

Keduanya sama-sama mengawali kiprah di Euro 1996 dengan hasil imbang. Inggris ditahan 1-1 oleh Swiss, sedangkan Skotlandia bermain dengan skor kacamata 0-0 melawan Belanda.

Inggris dan Skotlandia kemudian bertemu di matchday kedua. Laga ini berlangsung ketat selama babak pertama dan tak melahirkan gol.

Dan tiga poin pun menjadi milik Three Lions karena unggul 2-0 lewat gol Alan Shearer dan Paul Gascoigne. Laga ini terhitung menentukan nasib kedua tim. Dua gol Inggris sendiri baru tercipta pada babak kedua.

Berikutnya, Inggris lolos ke fase gugur dengan status juara Grup A dengan mengoleksi tujuh poin setelah menundukkan Belanda. Skotlandia sebenarnya menang 1-0 atas Swiss di laga terakhir namun tidak lolos.

Jumlah poin Skotlandia sama dengan Belanda yang mengoleksi 4 poin dan selisih gol minus satu. Namun, Belanda lolos dengan status runner-up berkat keunggulan angka produktivitas gol.

2. Kualifikasi Euro 2000

Alan Shearer membuat debut untuk Timnas Inggris pada usia 22 tahun, tetapi memutuskan pensiun dari Timnas Inggris seusai tersingkir dari Euro 2000 di usianya yang masih 30 tahun. (AFP/Adrian Dennis)
Alan Shearer membuat debut untuk Timnas Inggris pada usia 22 tahun, tetapi memutuskan pensiun dari Timnas Inggris seusai tersingkir dari Euro 2000 di usianya yang masih 30 tahun. (AFP/Adrian Dennis)

Skotlandia bertekad untuk menembus Euro edisi 2000 setelah harus puas terhenti di fase grup pada edisi sebelumnya. Mereka tergabung di Grup 9 bersama lima tim lainnya, yakni Rep Ceko, Bosnia-Herzegovina, Lithuania, Estonia, dan Kepulauan Faroe.

Hasilnya, Skotlandia menduduki posisi runner-up grup tersebut dengan 18 poin di bawah Rep Ceko. Kans untuk lolos ke putaran final masih terbuka mengingat satu dari sembilan tim runner-up akan lolos ke putaran final.

Sayangnya, slot itu menjadi milik Portugal yang lebih unggul jumlah poin setelah melewati penentuan peringkat runner-up terbaik. Skotlandia hanya menduduki peringkat ketiga di daftar itu dan masuk sebagai tim unggulan.

Sebagai tim unggulan, Skotlandia akan berjumpa dengan tim non-unggulan yang menduduki empat peringkat terbawah dalam empat tiket tersisa melalui play-off. Sialnya, mereka diundi bertemu dengan Inggris yang berada di peringkat kedelapan dalam daftar klasemen.

Duel ini berlangsung dalam dua leg dengan Skotlandia berstatus tuan rumah terlebih dahulu di Hampden Park, Glasgow, 13 November 1999. Lagi-lagi, mereka harus mengakui keunggulan Inggris dengan skor 2-0.

Empat hari berselang, tepatnya 17 November 1999, giliran Inggris yang menjamu Skotlandia di Stadion Wembley. Skotlandia tentu wajib mempecundangi Inggris dengan skor 3-0 agar bisa tampil di Euro 2000 yang digelar di Belgia dan Belanda.

Duel berlangsung ketat karena Skotlandia mampu unggul lewat Donald Hutchison pada menit ke-39. Namun, itu merupakan satu-satunya gol laga ini. Skotlandia kalah agregat 1-2 dari Inggris, dan terpaksa mengubur impian tampil di ajang bergengsi itu.

3. Kualifikasi Piala Dunia 2018

Striker Inggris, Harry Kane, berebut bola dengan bek Skotlandia, Kieran Terney pada kualifikasi Piala Dunia 2018 di Hampden Park, Sabtu (10/6/2017). Skor berakhir imbang 2-2. (AP/Scott Heppell)
Striker Inggris, Harry Kane, berebut bola dengan bek Skotlandia, Kieran Terney pada kualifikasi Piala Dunia 2018 di Hampden Park, Sabtu (10/6/2017). Skor berakhir imbang 2-2. (AP/Scott Heppell)

Inggris lagi-lagi menjadi batu sandungan buat Skotlandia dalam ajang kompetitif, kali ini di Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa. Keduanya sama-sama menghuni Grup F dan bersaing dengan Slovakia, Slovenia, Malta, dan Lithuania.

Di pertemuan pertama, Inggris berhasil membabat habis Skotlandia tiga gol tanpa balas di Stadion Wembley lagi, 11 November 2016. Sebelum laga ini digelar, Skotlandia sudah mengantongi empat poin dari masing-masing satu kali menang, seri, dan kalah.

Kedua tim lantas kembali bertemu di Hampden Park, Glasgow, dan Skotlandia hampir saja memetik poin, 10 Juni 2017.

Inggris sempat unggul lewat Alex Oxlade-Chamberlain pada menit ke-70. Namun, Skotlandia membalik kedudukan berkat gol Leigh Griffiths pada menit ke-87 dan ke-90.

Sayangnya, striker sekaligus kapten Inggris, Harry Kane, membuyarkan kemenangan itu. Pemain milik Tottenham Hotspur itu mencetak gol penyama kedudukan di injury time babak kedua. Skor 2-2 bertahan hingga peluit panjang.

Pada akhirnya, Inggris berstatus juara Grup F dan lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia. Sedangkan Skotlandia harus puas dengan di peringkat ketiga dan gagal lolos, meski berhasil memetik tiga kemenangan dan sekali imbang di empat laga berikutnya.

Video

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel