3 Pertimbangan Penerapan Protokol Kesehatan Selama Pandemi COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Selama pandemi COVID-19, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk meminimalisir risiko penularan dalam beraktivitas. Salah satunya adalah dengan penerapan PPKM Level yang dilakukan dengan berbagai pengetatan dalam aktivitas sehari-hari.

Protokol kesehatan menjadi hal wajib yang harus dipatuhi setiap orang. Penerapan protokol kesehatan dilakukan dengan mempertimbangkan jarak interaksi, durasi, dan faktor ventilasi udara, untuk meminimalisir risiko penularan dalam beraktivitas.

Apalagi, COVID-19 paling menular pada kondisi tertutup, pertemuan-pertemuan panjang (lebih dari 15 menit), interaksi jarak dekat, keramaian, aktivitas dengan bernapas kuat misalnya bernyanyi, tertawa, dan tidak memakai masker seperti pada saat makan bersama.

Oleh karena itu, kegiatan sehari-hari masyarakat sudah seharusnya mengikuti berbagai pertimbangan penerapan protokol kesehatan tersebut. Berikut Liputan6.com rangkum dari Inmendagri No. 41 Tahun 2021, Senin (13/9/2021) tentang pertimbangan penerapan protokol kesehatan dalam beraktivitas.

Pertimbangan Jarak

Umat muslim melaksanakan salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (20/8/2021). Setiap jemaah diwajibkan menerapkan protokol kesehatan secara ketat apabila ingin mengikuti salat Jumat di Masjid Istiqlal. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Umat muslim melaksanakan salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (20/8/2021). Setiap jemaah diwajibkan menerapkan protokol kesehatan secara ketat apabila ingin mengikuti salat Jumat di Masjid Istiqlal. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pertimbangan jarak merupakan salah satu pertimbangan penerapan protokol kesehatan yang harus dilakukan untuk meminimalisir risiko penularan COVID-19 dalam beraktivitas.

Berikut beberapa pertimbangan jarak yang perlu diterapkan dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari:

1. Beraktivitas dari rumah saja, dan berinteraksi hanya dengan orang-orang yang tinggal serumah.

2. Jika harus meninggalkan rumah, maka harus selalu mengupayakan jarak minimal 2 meter dalam berinteraksi dengan orang lain. Kamu harus mengurangi atau menghindari kontak dengan orang lain yang tidak tinggal serumah.

3. Mensosialisasikan berbagai petunjuk visual di tempat umum terkait pencegahan dan penanganan COVID-19.

Pertimbangan Durasi

Pengunjung makan di Warteg Ellya yang menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Warteg Ellya menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 sejak penerapan PSBB transisi. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Pengunjung makan di Warteg Ellya yang menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Warteg Ellya menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 sejak penerapan PSBB transisi. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pertimbangan penerapan protokol kesehatan selanjutnya yang tak kalah penting diperhatikan adalah pertimbangan durasi. Hal ini sangat penting dalam rangka meminimalisir risiko penularan COVID-19 dalam beraktivitas.

Berikut beberapa pertimbangan durasi yang perlu diterapkan dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari:

1. Jika harus berinteraksi dengan orang lain atau menghadiri suatu kegiatan, dilakukan dengan durasi yang singkat untuk mengurangi risiko penularan.

2. Dalam perkantoran dan situasi berkegiatan lainnya, penjadwalan dan rotasi dapat membantu untuk mengurangi durasi interaksi.

Pertimbangan Ventilasi

Guru mengawasi murid kelas V saat menjalani ujian Penilaian Akhir Semester (PAS) tahun pelajaran 2020/2021 di Madrasah Ibtidayah (MI) Assu'ada di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Selasa (1/12/2020). Ujian dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan dalam kelas. (merdeka.com/Arie Basuki)
Guru mengawasi murid kelas V saat menjalani ujian Penilaian Akhir Semester (PAS) tahun pelajaran 2020/2021 di Madrasah Ibtidayah (MI) Assu'ada di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Selasa (1/12/2020). Ujian dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan dalam kelas. (merdeka.com/Arie Basuki)

Pertimbangan ventilasi menjadi salah satu pertimbangan penerapan protokol kesehatan terakhir yang harus diperhatikan. Untuk meminimalisiri risiko penularan COVID-19 dalam beraktivitas, pertimbangan ventilasi sangatlah penting. Apalagi, COVID-19 paling menular pada kondisi tertutup.

Berikut beberapa pertimbangan ventilasi yang perlu diterapkan dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari:

1. Berkegiatan di luar ruangan memiliki risiko penularan yang jauh lebih rendah dibandingkan di dalam ruangan.

2. Ruangan harus selalu diupayakan untuk memiliki ventilasi udara yang baik. Membuka pintu, jendela dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penularan. Dalam kondisi pintu atau jendela tidak dapat dibuka, maka air purifier dengan High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter dapat digunakan di dalam ruangan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel