3 Perubahan Taktik Dasar Arsenal yang Telah Diterapkan Mikel Arteta

Bola.com, Jakarta - Manajer baru Arsenal, Mike Arteta telah melakukan perubahan strategi untuk menaikkan performa klub. Dari lima pertandingan yang telah dijalani Arteta, dua di antaranya berujung kemenangan.

Kemenangan diraih Arsenal saat melawan Manchester United di Premier League. Satunya lagi ketika menghadapi Leeds United pada Piala FA.

Hasil tersebut memiliki efek positif pada mental dan taktik Arsenal. The Gunners mulai percaya diri mendominasi pertandingan.

Meriam London memperlihatkan performa menawan saat melawan Manchester United. Meski masih ada sedikit kekurangan, performa mereka sudah lebih baik dibanding pekan-pekan minggu sebelumnya.

Filosofi bermain Arsenal sudah mulai terbentuk kembali. Inilah tiga perubahan taktis yang di lakukan Mikel Arteta untuk membuat stabil performa Arsenal, seperti dilansir Sportskeeda, Senin (13/1/2020).

1. Memainkan Maitland-Niles di Bek Kanan

Gelandang Arsenal, Ainsley Maitland-Niles dan gelandang Liverpool Naby Keita berusaha mengejar bola pada laga babak 16 Besar Carabao Cup di Anfield Stadium, Rabu (30/10/2019). Berimbang 5-5 di waktu normal, Liverpool menang 5-4 dalam adu penalti dan maju ke perempatfinal . (AP/Jon Super)

Ainsley Maitland-Niles bukanlah bek kanan alami. Namun, ia terpaksa mengisi posisi itu karena Hector Bellerin cedera.

Di bawah Arteta, Maitland-Niles telah muncul menjadi bek sayap alternatif. Berposisi asli sebagai gelandang membuatnya tahu bagaimana melindungi sisi bermainnya.

Ia juga sering pindah ke lini tengah saat Arsenal membangun serangan dan mengantisipasi serangan balik. Dengan posisi tersebut membuatnya leluasa kembali ke posisi bek kanan.

2. Memulihkan Kembali Duet Poros Ganda

Gelandang Arsenal, Granit Xhaka berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Manchester United selama pertandingan lanjutan Liga Inggris di Stadion Emirates di London (10/3). Arsenal menang 2-0 atas MU. (AFP Photo/Ian Kington)

Di bawah Unai Emery, lini tengah Arsenal tampil keropos. Posisi ini menjadi masalah terbesar yang sulit ditangani.

Lucas Torreira tampil angin-anginan sementara Granit Xhaka malah bersitegang dengan suporter sendiri. Namun, Arteta berhasil memulihkan Torreira dan Xhaka menjadi duet jangkar di lini tengah.

Mereka diberi kebebasan untuk mengeksplorasi posisinya. Torreira pandai dalam posisi bertahan sementara Xhaka mulai rajin dalam membangun serangan.

3. Membebaskan Posisi Mesut Ozil

Mesut Ozil (Arsenal). (AFP/ Adrian Dennis)

Pemain yang merasa lega dengan pemecatan Unai Emery adalah Mesut Ozil. Playmaker lincah berpaspor Jerman itu mulai tersisih dari skuat utama dalam satu setengah musim terakhir.

Kepindahan kursi manajer ke tangan Arteta membuat Ozil kembali mendapatkan kepercayaan. Ia tampil kembali ke lapangan dan sering memberikan peluang-peluang matang para striker Arsenal.