3 Pesan Penting Bos Bank Indonesia Soal Pemulihan Ekonomi di 2022

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ekonomi Indonesia diprediksi bakal meningkat cukup tinggi pada 2022 mendatang. Selain itu, pertumbuhan ekonomi dengan catatan positif juga diprediksi akan terjadi di penghujung tahun 2021 ini.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan tiga pesan penting terkait pemulihan ekonomi. Ini ia sampaikan dalam webinar yang digelar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) DKI Jakarta, Jumat (24/12/2021).

Tiga pesan yang disampaikan Perry yakni optimis pemulihan ekonomi di 2022 akan semakin membaik, baik itu di tingkat nasional maupun tingkat provinsi seperti DKI Jakarta. Kemudian, memperkuat sinergi menjadi poin penting dengan memperkuat peran ISEI untuk membangun sinergi yang kuat diantara akademisi dan pemerintah.

Tujuannya guna mendorong sumber pertumbuhan ekonomi bagi, mendorong digitalisasi, dan ekonomi keuangan inklusif dan hijau.

“Ketiga, terus membangun landasan bagi perekonomian Indonesia menuju Indonesia maju, dengan ciri-ciri pemanfaatan teknologi digital, inklusif, dan hijau,” kata Perry yang juga menjabat Ketua Umum ISEI itu, Jumat (24/12/2021).

Ia berharap penyelenggaran kegiatan webinar ini dapat membangun optimisme untuk tahun 2022 yang lebih baik.

“Khususnya untuk terus mendorong perekonomian Jakarta sebagai pusat episentrum yang turut mendorong perekonomian nasional, serta sebagai wujud nyata komitmen ISEI, baik pusat maupun seluruh cabang untuk terus bersinergi membangun negeri,” imbuh dia.

Mochammad Abbas, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi DKI Jakarta, menyampaikan perekonomian DKI Jakarta di tahun 2022 diproyeksikan akan lebih membaik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

“Untuk terus mendorong pemulihan ekonomi di DKI Jakarta terdapat beberapa strategi antara lain dengan memastikan kebutuhan pangan, mengembangkan UMKM dan ekonomi kreatif, menggerakkan sektor riil, menciptakan lapangan kerja sekaligus mengurangi tingkat pengangguran, dan menjaga iklim investasi,” terangnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dua Sektor

Suasana pemukiman dan gedung pencakar langit diambil dari kawasan Grogol, Jakarta, Rabu (11/11/2020). Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengaku optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan akan lebih baik pasca pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Suasana pemukiman dan gedung pencakar langit diambil dari kawasan Grogol, Jakarta, Rabu (11/11/2020). Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengaku optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan akan lebih baik pasca pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, Onny Widjanarko menyampaikan terdapat dua sektor yang menarik dan terus meningkat pertumbuhannya. Selain itu pun mampu berpeluang untuk terus mendorong perekonomian DKI Jakarta.

“Yaitu transportasi dan perdagangan, serta informasi dan komunikasi. Kenaikan sektor usaha ini sejalan dengan kenaikan bisnis e-commerce di tengah meningkatnya digitalisasi, termasuk digitalisasi UMKM,” kata dia.

Senada dengan Onny, Winang Budoyo, Chief Economist Bank BTN, menyampaikan perlunya upaya untuk menciptakan UMKM-UMKM baru. Upaya ini dilakukan antara lain dengan kerja sama dengan perguruan tinggi dan organisasi masyarakat dalam program penciptaan UMKM, pendampaingan bagi UMKM baru, dan dukungan pembiayaan UMKM.

Informasi, sebelumnya, Bank Indonesia menyebut perekonomian Indonesia diprakirakan akan mencapai 4,7-5,5 persen, dari 3,2-4,0 persen pada tahun 2021, terutama didukung oleh konsumsi swasta yang meningkat dan kinerja ekspor serta belanja fiskal Pemerintah yang tetap terjaga.

Hal ini sejalan dengan mobilitas yang terus meningkat, pembukaan sektor ekonomi yang luas, dan stimulus kebijakan yang berlanjut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel