3 Playmaker Lokal yang Bertahan dan Bersaing dengan Bintang Asing Liga 1: Tenang Seperti Fadil Sausu, Meledaknya Marselino Ferdinan

Bola.com, Malang - Dari tahun ke tahun begitu banyak gelandang impor berkualitas yang mencari peruntungan di Liga Indonesia. Ini juga tidak lepas dari kebutuhan klub untuk membuat permainan di lapangan lebih menarik.Namun, sejumlah gelandang lokal berkualitas tak ingin kalah saing di Liga 1.

Pemain asing di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia memang seakan menjadi kebutuhan. Saat ini ada begitu banyak pemain asing berkualitas yang mengisi lini tengah klub Liga 1.

Mulai dari Jonathan Bustos di Borneo FC, Wiljan Pluim di PSM Makassar, Makan Konate di RANS Nusantara FC, Renan Silva di Persik kediri, dan Taisei Marukawa yang musim ini berseragam PSIS Semarang.

Namun, saat persaingan di lini tengah dikuasai oleh pemain asing, masih ada sejumlah playmaker lokal yang mampu bertahan untuk bersaing. Ada yang masih belia, sedang dalam usia keemasan, bahkan yang sudah senior.

Para pemain ini bisa eksis karena sejumlah faktor, yang masih muda memperlihatkan permainan impresif. Sementara yang ada di usia keemasan, klubnya sering memberkan tempat kepadanya. Lalu yang sudah kawakan, masih tampil konsisten mengandalkan pengalaman.

Berkut tiga playmaker lokal yang tetap menonjol di Liga 1:

Fadil Sausu

Fadil Sausu saat laga Persebaya Surabaya versus Bali United di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (24/9/2019) malam. (Bola.com/Aditya Wany)
Fadil Sausu saat laga Persebaya Surabaya versus Bali United di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (24/9/2019) malam. (Bola.com/Aditya Wany)

 

Usianya sudah 37 tahun. Namun, Fadil masih jadi andalan untuk lini tengah Bali United. Posisinya memang bukan gelandang serang. Tapi, pemain berkaki kidal ini jadi pengatur irama permainan Bali United lewat umpan-umpan akuratnya.

Tak dipungkiri, Fadil punya keistimewaan akurasi bola yang tinggi. Musim ini, dia tampil dalam 7 pertandingan sebagai starter. Dari situ, dia membuat 6 assist. Catatan ini jadi yang tertinggi untuk saat ini di Liga 1.

Selain akurasi umpan, cara bermain Fadil terlihat sangat tenang. Terlihat jelas jika dia punya segudang pengalaman. Serangan Bali United makin berbahaya ketika bola ada di kakinya.

Meski Bali United kini memiliki gelandang serang sekelas Eber Bessa, tapi pada usia uzur, Fadil masih bisa bersaing.

Fadil merupakan pemain yang loyal. Sudah 8 musim dilewatinya bersama Bali United. Bisa dibilang di tim ini memang dia meraih performa top. Sebelumnya, namanya kurang moncer ketika membela Persik Kediri, Bontang, Mitra Kukar dan Persisam.

Evan Dimas

Pemain anyar Arema, Evan Dimas dikawal dua pemain muda PSIS saat ujicoba di Stadion Kanjuruhan. (Iwan Setiawan/Bola.com)
Pemain anyar Arema, Evan Dimas dikawal dua pemain muda PSIS saat ujicoba di Stadion Kanjuruhan. (Iwan Setiawan/Bola.com)

 

Gelandang flamboyan ini sekarang ada di usia keemasan, 27 tahun. Kini Evan bermain untuk Arema FC. Saat pramusim, Evan sempat hanya jadi pelapis, karena dia mengalami cedera hamstring.

Selain itu, pelatih Arema FC, Eduardo Almeida, punya pakem menurunkan gelandang dengan tipikal bertahan.

Namun, saat ditangani pelatih Javier Roca, Evan kembali jadi pilihan utama. Dia akan jadi playmaker Arema FC dalam lanjutan kompetisi Liga 1 mendatang karena Singo Edan tidak punya playmaker asing.

Saat awal musim, Arema FC sudah menyediakan tempat untuk Evan. Kualitasnya sebagai pengatur irama permainan tidak perlu diragukan lagi. Ditambah lagi dia punya nama besar di sepak bola Indonesia.

Kini tinggal Evan mencari bentuk permainan terbaiknya, karena sejak cedera pada awal musim, dia baru turun dalam 5 laga sebagai starter, sedangkan dalam 3 pertandingan lainnya sebagai pemain pengganti.

Statistiknya dalam 8 laga, Evan belum membuat assist dan sudah mengantongi dua kartu kuning.

Namun, melihat karakter yang dibangun Javier Roca dalam sesi latihan, Evan akan lebih nyaman. Dia dapat kepercayaan penuh mengawal lini tengah. Dia akan didampingi gelandang pekerja seperti Renshi Yamaguchi atau Jayus Hariono.

Marselino Ferdinan

Marselino Ferdinan dalam duel Persebaya Surabaya Vs Barito Putera pada pekan ke-15 BRI Liga 1 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (4/11/2021) malam. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Marselino Ferdinan dalam duel Persebaya Surabaya Vs Barito Putera pada pekan ke-15 BRI Liga 1 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (4/11/2021) malam. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

 

Pemain yang satu ini bisa dibilang matang sejak usia belia. Sekarang, Marselino baru berusia 18 tahun. Musim ini dia baru membela Persebaya Surabaya dalam 5 laga BRI Liga 1.

Bukannya minim kesempatan, tapi Marselino jadi tulang punggung Timnas Indonesia U-20 dan senior. Jadi dia sering meninggalkan Persebaya demi memenuhi panggilan negara.

Meski di Liga 1 baru turun dalam 5 laga, dia sudah membuat 1 gol dan 2 assist. Itu jadi bukti kehebatan pemain muda ini. Ke depannya, Marselino akan jadi gelandang serang sekaligus playmaker papan atas Indonesia.

Bisa dibilang Marselino sebagai gelandang modern. Dia punya visi bermain bagus, tembakan keras dan skill menawan. Ditambah lagi kepercayaan dirinya makin tinggi. Marselino tak canggung ketika berhadapan dengan pemain yang lebih senior.

Persaingan di Liga 1