3 Spesies Hiu Ditemukan Bercahaya

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tiga spesies ikan hiu yang mendiami zona senja di laut dalam, memiliki bioluminescent yang akan membuat tubuhnya bercahaya di kegelapan. Tiga spesies itu adalah hiu sirip layang-layang, hiu lentera perut hitam, dan hiu lentera selatan.

Kesemuanya ditemukan memiliki pola biru lembut bercahaya pada kulitnya, pertama kali ditemukan di perairan Selandia Baru, dilansir dari situs Science Alert, Jumat, 5 Maret 2021.

Dari ketiganya, hiu sirip layang-layang bisa tumbuh hingga 180 cm. Dia menjadi hiu bercahaya terbesar di dunia. Bioluminescence umumnya ada untuk makhluk hidup yang berevolusi, bahkan juga dimiliki manusia.

Bioluminescence akan sangat berguna untuk makhluk hidup yang hidup di kegelapan, seperti jamur, serangga di gua-gua gelap dan di kedalaman laut, atau tempat-tempat yang begitu dalam, sehingga sinar Matahari tidak bisa menembus air.

Di mesopelagic atau zona senja, kedalamannya antara 200-1.000 meter di bawah permukaan. Bioluminescence merupakan cara hidup mereka. Diperkirakan ada lebih dari 90 persen dari semua hewan di zona senja yang memiliki beberapa bentuk cahaya, yang mereka gunakan dengan cara yang berbeda.

Namun, pada hiu, bioluminescence tidak didokumentasikan atau dipelajari dengan baik. Ahli biologi kelautan Jerome Mallefet dan Laurent Duchatelet dari Universite catholique de Louvain di Belgia telah memimpin upaya untuk studi.

"Bioluminescence sering dilihat sebagai peristiwa spektakuler, namun tidak biasa dilihat di laut. Mengingat luasnya laut dalam dan munculnya organisme bercahaya di zona ini, sekarang semakin jelas bahwa memproduksi cahaya di kedalaman harus memainkan peran penting dalam ekosistem terbesar di planet kita," kata peneliti dalam studinya.

Bersama dengan Darren Stevens dari National Institute of Water and Atmospheric Research (NIWA) di Selandia Baru, mereka melakukan studi tentang hiu mesopelagik yang ditemukan di perairan setempat.

Berkat penelitian, kita sekarang tahu bahwa hiu sirip layang-layang (Dalatias licha) memiliki cahaya, sesuatu yang telah diduga oleh para ilmuwan sejak 1980-an.

Dua hiu lainnya, hiu lentera perut hitam (Etmopterus lucifer) dan hiu lentera selatan (E. granulosus), ukurannya jauh lebih kecil daripada hiu sirip layang-layang, masing-masing berukuran hingga 47 dan 60 cm. Mereka juga merupakan spesies tangkapan hiu yang paling umum.