3 Tahun, 152 Kasus Penyalahgunaan Senjata Api

TEMPO.CO , Jakarta: Kepolisian RI mencatat 152 kasus penyalahgunaan senjata api dalam tiga tahun yaitu tahun 2009 hingga 2011. Jumlah ini hanya sebagian dari 463 total kasus kejahatan menggunakan senjata api pada kurun waktu tersebut.

»Tidak semuanya adalah senjata api legal, ada yang ilegal,” kata Juru Bicara Kepolisian Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution di kantor Humas Mabes Polri, Senin, 7 Mei 2012.

Dalam tiga tahun, kepolisian mencatat terjadi kasus pencurian dengan kekerasan memakai senjata api sebanyak 174 kasus. Kepolisian mencatat 76 kasus penemuan senjata api dan menangkap 61 kasus senjata api ilegal. »Peredaran senjata api banyak di pasar gelap dan berasal dari daerah-daerah bekas konflik seperti Ambon atau Poso,” kata dia.

Senjata api ilegal, kata dia, sulit dikendalikan karena masyarakat memiliki kemampuan untuk merakit senjata secara mandiri di sejumlah tempat. Beberapa daerah dekat perbatasan negara rentan peredaran senjata api ilegal seperti di pantai Timur Sumatera, Kalimantan dan Papua.

»Daerah Serawak dan Kalimantan Timur paling dominan karena berdekatan dengan Filipina Selatan yang senjata api merupakan home industri sehingga dapat diperoleh dengan mudah,” kata Saud.

Kepolisian RI tak akan memperpanjang ijin kepemilikan senjata api bagi masyarakat yang terbukti menyalahgunakan senjata tersebut. »Jika seseorang yang sudah memiliki ijin ternyata menyalahgunakan, kita akan cabut dan tidak akan diberikan ijin lagi,” kata Juru Bicara Kepolisian RI, Irjen Saud Usman Nasution.

FRANSISCO ROSARIANS

Berita Terkait

Tangan Godfather Narkoba di Kampung Ambon

Kampung Ambon 'Tiarap' Setelah Penggerebekan 

'Koboi Restoran' Ditahan, �Koboy Palmerah� Belum 

Kapolda: Pecat Polisi Narkoba di Kampung Ambon

Pembunuh Anggota FPI adalah ABG 17 Tahun

Alasan Narkoba di Kampung Ambon Sulit Diberantas

'Koboi Restoran' Ditahan, �Koboi Palmerah� Belum 

Kapolda: Kampung Ambon Tidak Kebal Hukum

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.