3 Tanggapan Satgas hingga Jokowi soal Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 Indonesia

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Meski kasus harian mulai melandai, Indonesia diharapkan tetap bersiaga mengantisipasi adanya gelombang ketiga Covid-19.

Salah satunya Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yang meminta agar masyarakat tetap waspada dengan adanya potensi gelombang ketiga Covid-19 tersebut.

Menurut Riza, potensi itu bisa terjadi bila masyarakat tidak taat protokol kesehatan saat mulai pelonggaran.

"Memang kita harus hati-hati (gelombang ketiga), kita pernah turun, naik lagi, sekarang turun lagi, sekarang mulai ada pelonggaran," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa 21 September 2021.

Hal serupa juga disampaikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang meminta masyarakat terus waspada meskipun kasus Covid-19 di Indonesia mulai terkendali.

Pesan Jokowi itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers.

"Tetapi, tetap tadi Presiden mengingatkan kami, untuk kita semua super waspada menghadapi ini, karena bukan tidak mungkin ada gelombang ketiga," kata Luhut.

Berikut sederet pernyataan berbagai pihak soal antisipasi adanya gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia dihimpun Liputan6.com:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

1. Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta

Wakil Gubernur DKI Riza Patria meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) khusus Covid-19 di Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (3/10/2020). Kunjungan Riza guna mengecek mulai dari kecukupan dokter dan seluruh tenaga kesehatan pendukungnya hingga stok obat-obatan di rumah sakit (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Wakil Gubernur DKI Riza Patria meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) khusus Covid-19 di Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (3/10/2020). Kunjungan Riza guna mengecek mulai dari kecukupan dokter dan seluruh tenaga kesehatan pendukungnya hingga stok obat-obatan di rumah sakit (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta agar masyarakat tetap waspada dengan adanya potensi gelombang ketiga Covid-19.

Potensi tersebut, kata Riza, terjadi bila masyarakat tidak taat protokol kesehatan saat mulai pelonggaran.

"Memang kita harus hati-hati (gelombang ketiga), kita pernah turun, naik lagi, sekarang turun lagi, sekarang mulai ada pelonggaran," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa 21 September 2021.

Selain itu kata dia, adanya pelonggaran aktivitas masyarakat di luar rumah semakin tinggi. Riza meminta masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan saat beraktivitas.

"Mari kita tetap berada di rumah sebagai tempat terbaik, gunakan protokol kesehatan secara bijak, patuh dan disiplin," jelas dia.

2. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan peneliti di dunia termasuk Indonesia terus meneliti mutasi dan varian baru Corona yang muncul di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (4/3/2021). (Tim Media Komunikasi KPC-PEN/Medcom Damar)
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan peneliti di dunia termasuk Indonesia terus meneliti mutasi dan varian baru Corona yang muncul di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (4/3/2021). (Tim Media Komunikasi KPC-PEN/Medcom Damar)

Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan Indonesia harus waspada terhadap gelombang ketiga Covid-19.

Lonjakan kasus Covid-19 umumnya terjadi setelah libur panjang dan kegiatan besar di lingkungan masyarakat.

"Umumnya, peluang lonjakan dapat meningkat saat datang libur panjang dan pelaksanaan kegiatan besar di masyarakat di dalam negeri," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Selasa 21 September 2021.

Berkaca pada gelombang sebelumnya, Indonesia mencapai puncak lonjakan kasus Covid-19 berselang tiga bulan dari negara lain seperti India, Malaysia dan Jepang. Saat ini, sejumlah negara di dunia tengah menghadap gelombang ketiga Covid-19.

"Maka kita harus waspada dan tetap disiplin protokol kesehatan, agar kita tidak menyusul lonjakan ketiga dalam beberapa bulan ke depan," ujar dia.

Wiku menuturkan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia disebabkan kegiatan yang khas terjadi di Tanah Air. Misalnya, tradisi berkumpul dan bepergian saat hari raya keagamaan.

Kegiatan tersebut seringkali membuat masyarakat abai terhadap protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan menjaga jarak. Namun, lonjakan kasus Covid-19 sebetulnya bisa dihindari dengan berbagai langkah.

Di antaranya mempercepat vaksinasi Covid-19, mengendalikan mobilitas dalam negeri maupun luar negeri.

"Kemudian pengendalian aktivitas masyarakat dan menggalakkan upaya 3T serta 3M," pungkas dia.

3. Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers tentang pengembangan dan pembuatan vaksin COVID-19 harus ikuti prosedur dan kaidah ilmiah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/3/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers tentang pengembangan dan pembuatan vaksin COVID-19 harus ikuti prosedur dan kaidah ilmiah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/3/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta masyarakat terus waspada meskipun kasus Covid-19 di Indonesia mulai terkendali. Sebab, tidak menutup kemungkinan gelombang tiga Covid-19 akan terjadi jika masyarakat abai.

Pesan Jokowi itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers.

"Tetapi, tetap tadi Presiden mengingatkan kami, untuk kita semua super waspada menghadapi ini, karena bukan tidak mungkin ada gelombang ketiga," kata Luhut.

Luhut menyatakan, capaian kasus harian Covid-19 secara nasional telah membaik. Kasus harian pada Senin 20 September 2021 berada di bawah 2.000 orang, sementara kasus aktif di bawah 60 ribu.

"Untuk Jawa-Bali, kasus harian turun hingga 98 persen dari titik puncaknya pada 15 Juli lalu," jelas dia.

(Cindy Violeta Layan)

Boleh dan Tidak Boleh Sebelum - Setelah Vaksinasi Covid-19

Infografis Boleh dan Tidak Boleh Sebelum - Setelah Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Boleh dan Tidak Boleh Sebelum - Setelah Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel