3 Tembok Kukuh yang Menjadi Kunci Sukses Timnas Indonesia Lolos ke Piala Asia 2023

Bola.com, Jakarta - Pertahanan Timnas Indonesia patut diacungi jempol saat berjuang di Grup A Kualifikasi Piala Asia 2023 di Kuwait. Mereka hanya kemasukan dua gol dalam tiga laga yang dijalani. Masing-masing satu gol saat lawan Kuwait dan Yordania.

Tangguhnya sistem pertahanan Timnas Indonesia tak lepas dari skema yang diterapkan pelatih Shin Tae-yong. Dia memasang tiga pemain belakang. Elkan Baggott, Rizky Ridho dan Fachruddin Aryanto.

Tapi saat kalah bola, skemanya berubah jadi 5 pemain belakang. Dua pemain sayap, Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualan langsung turun ke belakang.

Bola.com menilai ada tiga benteng kokoh yang jadi kunci rapatnya lini belakang. Mereka tak hanya kuat dalam duel, tapi juga punya kontribusi besar saat menyelamatkan gawang. Berikut tiga benteng kokoh Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2023.

 

 

 

Fachruddin Aryanto

Pemain Timnas Indonesia, Fachruddin Aryanto. (AFP/ Ye Aung Thu)
Pemain Timnas Indonesia, Fachruddin Aryanto. (AFP/ Ye Aung Thu)

Bek Madura United ini merupakan kapten utama Timnas Indonesia. Dia menjabatnya sejak di SEA Games 2021 lalu. Fachruddin juga pemain paling tua di Timnas Indonesia saat ini. Usianya sudah 33 tahun. Itu membuatnya jadi pemain yang disegani.

Secara pengalaman, dia juga kenyang bermain di level Internasional. Faktor ini membuat Fachruddin tenang saat menghadapi para penyerang Kuwait, Yordania dan Nepal.

Meskipun jika adu lari, dia sudah tidak secepat dulu. Posturnya 184 cm dan badannya yang kokoh juga menunjang saat melakukan pressing kepada strker lawan.

Tapi, Fachruddin sempat dapat kartu kuning saat laga lawan Yordania. Namun dia membayarnya dengan sumbangsih satu gol saat lawan Nepal. Catatan ini membuatnya diprediksi tetap jadi andalan lini belakang Timnas Indonesia di ajang selanjutnya.

 

 

 

 

 

Elkan Baggott

Elkan Baggott. (Dok. PSSI)
Elkan Baggott. (Dok. PSSI)

Bek asal Ipswich Town, Inggris ini jadi pemain masa depan Timnas Indonesia. Saat ini dia jadi pemain termuda di skuat yang terjun di Kualifikasi Piala Asia 2023.

Baggott masih berusia 19 tahun. Sedangkan pemain termuda disandang, Marselino Ferdinan yang masih berumur 17 tahun. Di Kualifikasi Piala Asia 2023, Baggott selalu jadi pilihan utama.

Catatan kartu kuningnya juga masih bersih di ajang itu. Artinya, dia pemain yang cukup tenang dalam menghentikan pergerakan lawan. Sama seperti Fahcruddin, Baggott menyumbangkan satu gol ketika menang 7-0 lawan Nepal di partai terakhir.

 

 

 

Nadeo Argawinata

Patut dinantikan kiprah dari kiper asal Kediri tersebut. Mampukah Nadeo mengantarkan Timnas Indonesia meraih gelar pertama di ajang Piala AFF? (affsuzukicup)
Patut dinantikan kiprah dari kiper asal Kediri tersebut. Mampukah Nadeo mengantarkan Timnas Indonesia meraih gelar pertama di ajang Piala AFF? (affsuzukicup)

Dia jadi dewa penyelamat Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2023. Jumlah penyelamatannya cukup tinggi di ajang ini. Dari statistik lapangbola.com, total ada 12 save yang dilakukan saat lawan Kuwait, Yordania dan Nepal.

Penyelamatan terbanyak dilakukan saat melawan Yordania. Dia menepis 6 shot on target. Sedangkan saat lawan Kuwait ada 5 save. Dia bekerja lebih ringan saat lawan Nepal karena hanya melakukan 1 save. Maklum, waktu itu Timnas Indonesia mengasai permainan dan menang 7-0.

Saat lawan Kuwait dan Yordania, Nadeo dapat ujian berat. Meski kebobolan 2 gol, tapi jumlah penyelamatannya lebih banyak. Ada kemungkinan Timnas Indonesia kebobolan lebih banyak andai bukan Nadeo yang tampil dibawah mistar gawang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel