3 Tim dengan Rapor Kinclong di Seri Kedua BRI Liga 1: Persib Sapu Bersih, Arema FC dan Persebaya Tak Terkalahkan

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Seri kedua BRI Liga 1 2021/2022 sudah rampung setelah masing-masing tim memainkan lima pertandingan. Hasilnya, Bhayangkara FC masih menjadi tim yang konsisten menduduki posisi puncak klasemen.

Tim berjulukan The Guardians itu meraih 28 poin hasil sembilan menang, serta masing-masing satu seri dan kalah. Meski tampil impresif, Bhayangkara FC malah memetik kekalahan perdana itu dalam pertandingan di seri kedua BRI Liga 1.

Selain Bhayangkara FC, ada beberapa klub yang mampu bangkit dari keterpurukan dalam enam laga seri pertama lalu. Mereka mampu menorehkan hasil apik selama seri kedua, di antaranya adalah Persib Bandung, Arema FC, dan Persebaya Surabaya.

Menariknya, hanya tiga tim itu yang tak terkalahkan selama seri kedua. Hasil itu sangat bertolak belakang dibanding yang mereka lakoni selama seri pertama, bahkan sempat melahirkan protes dari suporter.

Persib, Arema, dan Persebaya tampak sudah menemukan gaya permainan yang pas. Keberhasilan itu mampu membuat mereka melibas tim lawan dan selalu berhasil mendulang poin dalam lima laga seri kedua.

Lantas, bagaimana mereka sampai memiliki rapor yang kinclong dan berhasil bangkit? Bola.com akan mengulas peningkatan dan performa impesif Persib, Arema, dan Persebaya selama seri kedua BRI Liga 1 2021/2022. Simak ulasan berikut ini:

vidio:Half Time Show: Masa Depan Cerah Timnas Indonesia Bersama Shin Tae-yong dan Polemik VAR di BRI Liga 1

Persib Bandung

Wander Luiz yang tampil sebagai eksekutor penalti tidak menyianyiakan kesempatan ini. Dia mencetak gol dengan sepakan mendatar kaki kanan mengarah ke sisi kiri gawang Miswar Saputra di menit ke-55. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Wander Luiz yang tampil sebagai eksekutor penalti tidak menyianyiakan kesempatan ini. Dia mencetak gol dengan sepakan mendatar kaki kanan mengarah ke sisi kiri gawang Miswar Saputra di menit ke-55. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bobotoh sempat melakukan demonstrasi melihat klub kebanggaannya tampil kurang memuaskan di seri pertama BRI Liga 1 2021/2022. Persib Bandung hanya meraih 10 poin hasil dua kali menang dan empat seri. Bahkan, ada tuntutan mundur kepada pelatih Robert Alberts

Tapi, suara itu kini sudah lenyap. Sebab, Persib telah menjelma sebagai tim dengan performa impresif. Mereka jadi satu-satunya tim yang mampu menyapu bersih lima laga seri kedua dengan kemenangan.

Gaya permainan Persib menunjukkan peningkatan pesat selama seri kedua. Marc Klok dan Mohammed Rashid kian padu di lini tengah. Duo striker Geoffrey Castillion dan Wander Luiz juga kembali menemukan ketajamannya.

Sampai sekarang, Persib Bandung masih berstatus sebagai satu-satunya tim yang belum terkalahkan di BRI Liga 1. Namun, mereka harus puas tetap menduduki posisi runner-up di klasemen sementara dengan 25 poin.

Persib berada di bawah Bhayangkara FC yang menduduki puncak klasemen dengan 28 poin, hasil delapan menang, satu seri, dan satu kalah. Menariknya, satu-satunya kekalahan Bhayangkara FC itu diderita saat berjumpa Persib.

Arema FC

Pemain Persita Tangerang, Carlos Fortes (kanan) berusaha mencetak gol dibayangi oleh pemain Persita Tangerang, Adam Mitter saat laga pekan kesembilan BRI Liga 1 2021/2022 antara Arema FC melawan Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (27/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Persita Tangerang, Carlos Fortes (kanan) berusaha mencetak gol dibayangi oleh pemain Persita Tangerang, Adam Mitter saat laga pekan kesembilan BRI Liga 1 2021/2022 antara Arema FC melawan Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (27/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Tim berjulukan Singo Edan ini juga sempat terseok-seok di awal BRI Liga 1. Arema gagal menang di empat laga pertama dengan hasil tiga seri dan sekali kalah. Baru pada pekan kelima mereka menang.

Tapi, seri kedua menjadi arena kebangkitan mereka. Tim arahan Eduardo Almeida tersebut juga tak terkalahkan dengan mendapat tiga kemenangan dan dua seri. Artinya, 11 poin berhasil dikoleksi selama seri kedua.

Lebih dari itu, Arema sendiri telah melewati tujuh pertandingan terakhir tanpa kekalahan. Hal itu tidak lepas dari performa lini depan yang kian ganas. Striker Carlos Fortes sudah menemukan ketajamannya dengan torehan enam gol hingga sejauh ini.

Jangan lupakan nama-nama lain macam Dedik Setiawan, Dendi Santoso, Kushedya Hari Yudo, dan Muhammad Rafli yang juga memberi kontribusi. Deretan lini belakang juga kian solid dengan diisi Rizky Dwi Febrianto, Sergio Silva, Bagas Adi Nugroho, dan Johan Alfarizi.

Tim asal Malang itu kini menduduki peringkat ketiga klasemen sementara dengan raihan 20 poin. Mereka meraih lima kemenangan dan lima hasil imbang, serta satu kekalahan dari 11 pertandingan yang telah dilakoni.

Persebaya Surabaya

Pemain muda Persebaya Surabaya, Marselino Ferdinan, dipeluk oleh rekan-rekan setimnya setelah mencetak gol yang berhasil menyelamatkan Bajul Ijo dari kekalahan saat menghadapi Arema FC pada laga pekan ke-11 BRI Liga 1 2021/2022, Sabtu (6/11/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain muda Persebaya Surabaya, Marselino Ferdinan, dipeluk oleh rekan-rekan setimnya setelah mencetak gol yang berhasil menyelamatkan Bajul Ijo dari kekalahan saat menghadapi Arema FC pada laga pekan ke-11 BRI Liga 1 2021/2022, Sabtu (6/11/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Anak asuh Aji Santoso ini juga termasuk tim yang meraih hasil kurang maksimal di seri pertama BRI Liga 1 2021/2022. Dari enam laga, Persebaya Surabaya hanya mampu meraih dua kemenangan, sisanya berakhir dengan kekalahan.

Namun, tim berjulukan Bajul Ijo itu telah menunjukkan kebangkitan di seri kedua. Sama seperti Arema, Persebaya juga tidak terkalahkan dalam lima laga. Mereka mengoleksi 11 poin hasil tiga kemenangan dan dua hasil imbang.

Pelatih Aji Santoso tampaknya sudah terbiasa dengan absennya pemain andalan. Seperti posisi kiper yang mengalami krisis. Cederanya Satria Tama dan absennya Ernando Ari membuat mereka memercayakan Andhika yang kemudian menemukan level permainannya.

Hal yang sama terjadi di posisi gelandang. Tanpa Rachmat Irianto, masih ada Alwi Slamat dan Muhammad Hidayat. Bruno dan Kambuaya yang sempat absen juga tidak menjadi kendala karena bisa memainkan Hambali Tolib dan Rendi Irwan.

Apa yang ditunjukkan Persebaya di seri kedua menjadi bukti bahwa mereka kini memiliki kualitas materi pemain yang merata. Aji Santoso juga cerdik dalam memasang pemain sehingga timnya tetap bisa mendulang poin dengan pemain pelapis.

Saat ini, Rachmat Irianto dkk. menduduki peringkat keenam klasemen sementara dengan total 17 poin dari 11 pertandingan. Persebaya masih menjadi klub paling produktif dengan memasukkan 19 gol, sama dengan Persib Bandung di posisi runner-up.

Persaingan di BRI Liga 1

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel