3 Tim yang Bisa Jadikan Seri Ketiga BRI Liga 1 sebagai Momentum untuk Bangkit

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Usai sudah seri kedua BRI Liga 1 2021/2022. Bhayangkara FC masih memuncaki klasemen sementara, sedang Persipura Jayapura makin terjerembab di zona degradasi.

Puncak klasemen BRI Liga 1 2021/2022 didapat Bhayangkara FC usai memenangi pertandingan pekan ke-11 kontra PSM Makassar dengan skor 2-0. Persib Bandung juga menang, tapi perolehan poin mereka masih kalah dari The Guardians.

Nahas bagi beberapa tim yang sedang mencoba bangkit seperti Persipura, Madura United, dan Persija Jakarta, mereka menelan hasil buruk menghadapi lawan-lawannya.

Persija misalnya, ditahan imbang 1-1 oleh Barito Putera. Drama terjadi pada laga tersebut di mana tendangan penalti Marco Motta pada detik-detik akhir pertandingan melambung tinggi di atas tiang gawang Aditya Harlan.

Sementara itu, Madura United menelan kekalahan 1-2 dari Persita Tangerang. Pun dengan Persipura yang kandas 0-1 dari Bali United.

Sanggupkah mereka bangkit pada seri ketiga BRI Liga 1 2021/2022 yang dimulai pada Kamis, 18 November 2021 mendatang?

vidio:PSSI Berikan Bonus Total Rp 160 Juta Kepada Pemain dan Pelatih Timnas Indonesia

PSIS Semarang

Liga 1 - Ilustrasi Logo PSIS Semarang BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)
Liga 1 - Ilustrasi Logo PSIS Semarang BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)

Inkonsistensi sedang mendera PSIS Semarang. Sempat tampil ciamik pada awal kompetisi BRI Liga 1 2021/2022, anak asuh Ian Gillan itu mulai goyah.

Mereka bahkan tiga kali gagal mencetak gol, yakni ketika kalah menghadapi Persib Bandung (0-1) dan Borneo FC (0-1), serta ditahan imbang Bali United 0-0. Tentu ini bukan modal bagus buat tim berjulukan Mahesa Jenar itu menyambut seri ketiga.

Padahal, jika sanggup meraih minimal 7 poin dari tiga laga tersebut, PSIS akan menempel Persib di posisi kedua dan terpaut dua poin saja dari Bhayangkara FC.

Jeda kompetisi rasanya bakal dimanfaatkan oleh Harry Nur dkk. untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan pada seri sebelumnya. Apalagi memang pelatih Ian dianggap belum beradaptasi betul dengan iklim sepak bola Indonesia.

Masalahnya, PSIS akan melakoni rentetan laga berat sepanjang seri ketiga, satu di antaranya menghadapi Bhayangkara FC. Namun, semangat juang tim asal Jawa Tengah itu bisa terakumulasi andai mampu meraih kemenangan pada dua laga sebelumnya.

Persija Jakarta

Namun, kemenangan yang hampir dalam genggaman akhirnya batal. PSIS Semarang sukses mencetak gol penyeimbang melalui Hari Nur Yulianto  dan gol bunuh diri Rohit Chand. (Foto: Bola. Com/ M Iqbal Ichsan)
Namun, kemenangan yang hampir dalam genggaman akhirnya batal. PSIS Semarang sukses mencetak gol penyeimbang melalui Hari Nur Yulianto dan gol bunuh diri Rohit Chand. (Foto: Bola. Com/ M Iqbal Ichsan)

Laga berat telah menanti Persija Jakarta pada seri ketiga BRI Liga 1. Tekanan ada di pundak pelatih Angelo Alessio yang beberapa kali mengeluhkan rendahnya kedalaman skuad.

Macan Kemayoran diminta bangkit ketika mengarungi seri ketiga. Namun, misi itu bukan perkara mudah. Persija telah ditunggu jadwal padat dan berat, termasuk melawan musuh bebuyutan, Persib Bandung.

Dari delapan pertandingan Persija pada seri ketiga, lima partai di antaranya menghadapi tim yang secara posisi berada di atas. Jeda antarlaga juga cukup mepet dengan rata-rata empat hari.

"Kami sangat paham jika tantangan pada seri ketiga semakin besar karena Persija akan bertemu dengan tim-tim yang tangguh," kata Presiden Persija Jakarta, Mohamad Prapanca dalam keterangan tertulis.

"Namun, sekali lagi, kami masih percaya dengan kemampuan seluruh pemain. Di jeda kompetisi ini, saya meminta seluruh komponen dalam tim untuk introspeksi dan evaluasi dari hasil seri kedua," jelasnya.

'Beruntung', lawan yang dihadapi adalah Persib, yang jika berhasil Persija kalahkan, bisa menjadi katalis untuk bangkit. Modal kepercayaan diri tentu bakal membuat Macan Kemayoran tampil lepas saat melakoni partai-partai berat lainnya.

Usai menghadapi Persib, Persija sudah ditunggu Bali United, PSM Makassar, dan Bhayangkara FC. Selain itu ada PSIS, Borneo FC, Persipura, dan Persikabo 1973.

Madura United

Reaksi pemain Madura United setelah membobol jala Persipura Jayapura pada pertandingan BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Minggu (3/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Reaksi pemain Madura United setelah membobol jala Persipura Jayapura pada pertandingan BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Minggu (3/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Melihat Madura United tergopoh-gopoh di papan bawah klasemen bukanlah hal yang biasa terlihat. Namun inilah yang sedang menimpa Jaimerson dkk. menyusul dua kemenangan, lima imbang, dan empat kali kalah dari 11 pertandingan di BRI Liga 1 2021/2022.

Alhasil, Madura United secara resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Rahmad Darmawan. Sebelumnya, arsitek tim berusia 54 tahun itu telah menyatakan mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala.

“Kami mengakhirinya untuk kebaikan semua. Setiap pengambilan keputusan itu harus dilakukan tanpa emosi, sehingga tak ada yang terlihat menang dan tak boleh ada yang merasa kalah,” kata Achsanul dalam pernyataan tertulis yang diterima Bola.com, Selasa (9/11/2021).

Belakangan sosok pengganti Rahmad Darmawan sudah disiapkan manajemen tim meski nama masih dirahasiakan. Bahkan sang pelatih sudah tiba di Indonesia.

Kehadiran pelatih baru diharapkan bisa membantu Madura United keluar dari hasil buruk kendati lawan-lawan berat sudah menanti. Persebaya dan Persik Kediri jelas bukan musuh yang enteng.

Setelah dua pertandingan tersebut, Madura United akan menghadapi Barito Putera. Jika berhasil meraih hasil positif pada tiga duel tersebut, maka akan jadi modal bagus buat Bayu Gatra dkk. saat meladeni Persib Bandung.

Madura United jelas tidak akan bisa tidur nyenyak. Sebab usai laga lawan Persib, mereka bakal diadang Bali United, Borneo FC, PSM Makassar, dan Bhayangkara FC.

Persaingan di BRI Liga 1

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel