3 Tips Bikin Konten Kreatif di TikTok untuk Promosi Digital UMKM

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Digitalisasi bisnis UMKM jadi langkah untuk pemulihan ekonomi secara nasional. Melalui platform digital, sejumlah pelaku usaha bisa menjangkau konsumen lebih luas dengan mudah dan cepat.

Seperti TikTok yang kini banyak dimanfaatkan pelaku usaha untuk mempromosikan produknya. Melalui program #MajuBarengTikTok, TikTok menghadirkan rangkaian kelas online gratis yang melibatkan ahli di bidang pemasaran dan kreasi konten untuk memberikan materi yang relevan.

"Satu hal yang selalu kami sampaikan kepada para pelaku UKM adalah berani mencoba untuk membuat konten pemasaran di TikTok. Authenticity menjadi keunikan platform ini, dan hal tersebut dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UKM untuk menjangkau target konsumen yang lebih luas yang ada di TikTok," ungkap Pandu Nitiseputro, Head of SMB, TikTok Indonesia.

Sebagai langkah awal, penting bagi pelaku usaha UMKM untuk merancang konten kreatif agar pesan yang disampaikan bisa diterima oleh target konsumen. Bagaimana caranya?

1. Produk sebagai jawaban masalah konsumen

ilustrasi UMKM | pexels.com/@mentatdgt-330508
ilustrasi UMKM | pexels.com/@mentatdgt-330508

Setiap orang pasti berusaha menemukan jawaban atas masalah yang ditemui di kesehariannya. Mulai dari jerawat yang membandel, hingga kerak di kamar mandi yang sulit dihilangkan. Para pelaku bisnis bisa memanfaatkan permasalahan yang biasa dihadapi konsumen tersebut, dengan menjadikan keunggulan atau manfaat produk sebagai jawabannya. Hal ini dinamakan sweet spot, yaitu pertemuan antara keunggulan produk dengan pemahaman akan konsumen.

Untuk dapat menggali lebih banyak insights, pelaku bisnis bisa memosisikan diri sebagai konsumen, dengan memperhatikan perilaku konsumen, seperti kapan mereka menggunakan produk, dimana mereka biasa mendapatkannya, hingga nilai yang mereka cari dari produk tersebut. Sebagai contoh, produk spons pembersih ini menjawab permasalahan panci kotor yang sering dialami ibu rumah tangga dengan memberikan penjelasan dan tutorial langsung, sekaligus arahan untuk mendapatkan produk tersebut di e-commerce.

2. Kejutan di akhir konten

ilustrasi umkm kuliner | pexels.com/@olly
ilustrasi umkm kuliner | pexels.com/@olly

Setelah mendapat berbagai ide untuk menjawab permasalahan target konsumen, kemas jawaban tersebut menjadi suatu konten kreatif. Salah satu caranya adalah memberikan surprise atau kejutan menarik di akhir video.

Contohnya dengan mengawali video seperti kegiatan jalan-jalan di pusat perbelanjaan biasa, yang ternyata diakhiri dengan promosi suatu gerai baru yang disampaikan dengan cara dramatis. Cara kreatif yang memberikan kejutan seperti ini bisa meninggalkan kesan pada konsumen, sekaligus membangkitkan keinginan untuk ikut mencoba datang ke gerai tersebut.

3. Manfaatkan creative tools gratis

Ilustrasi pengusaha muda UMKM | pexels.com/@sam-lion
Ilustrasi pengusaha muda UMKM | pexels.com/@sam-lion

Bagi pelaku UMKM, keterbatasan budget untuk merekrut ahli desain adalah hal lazim yang dihadapi dalam proses pengembangan bisnis. Saat ini, ada berbagai aplikasi video editing gratis yang menawarkan fitur membuat konten dengan mudah. TikTok bisa menjadi salah satu pilihan, karena memiliki creative tools yang lengkap dan tepat untuk mendukung UMKM membuat konten kreatif, seperti pustaka musik, stiker, filter, pengubah suara, hingga fitur voice over dan penambah teks. Kehadiran fitur-fitur ini mempermudah pelaku bisnis dari berbagai kategori untuk menceritakan produk dan jasanya dengan lebih kreatif.

Untuk pelaku bisnis bidang skincare, kombinasikan beberapa creative tools TikTok yang bisa membuat produk seolah bicara pada konsumen, seperti pentingnya produk pelembab di semua jenis kulit. UKM bisa gunakan filter Face Featured untuk memberi mata dan mulut di produk, Adding Text untuk memberi informasi tambahan, serta musik yang dilengkapi dengan copyright di aplikasi untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan.

Simak video berikut ini

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel