3 Tips Dasar Desain Kaos Wisata Agar Lebih Nyaman Digunakan

Liputan6.com, Jakarta Desain kaos wisata perlu untuk diperhatikan dalam pembuatannya. Bukan tanpa alasan, karena desain kaos wisata yang nyaman akan membuat acara wisatamu semakin menyenangkan dan juga membuat liburanmu semakin berkesan.

Saat membuat desain kaos wisata ada baiknya untuk menyesuaikan tema serta berbagai hal lainnya seperti pemilihan bahan dari kaos. Karena, berwisata sangat identik dengan kegiatan luar ruangan yang sarat akan udara dan cuaca yang kadang panas atau dingin. 

Mengapa desain kaos wisata menjadi penting? Desain kaos wisata akan berpengaruh terhadap tingkat percaya diri orang yang memakainya. Bayangkan saat wisata ke pegunungan namun desain kaos wisata tersebut terdapat pohon kelapa di dalam gambarnya, aneh bukan?

Hal-hal kecil dalam desain kaos wisata seperti itulah yang dapat merusak mood dari kegiatanmu. Maka dari itu, jangan sepelekan dalam desain kaos wisata. Namun, selain dari segi desain kaos wisata, kamu juga perlu pertimbangkan perihal bahan dan masalah teknis dari kaos yang akan digunakan.

Supaya lebih detail untuk membahas desain kaos wisata, maka di bawah ini Liputan6.com telah merangkum bagaimana agar desain kaos wisata tersebut nyaman untuk kamu kenakan, Minggu (17/5/2020).

1. Sebelum Membuat Desain Kaos Wisata

ilustrasi warna baju (sumber: pixabay)

Seperti yang sempat dibahas sebelumnya, desain kaos wisata akan sangat berpengaruh pada percaya diri orang yang memakainya. Nah, supaya desain kaos wisata milikmu lebih nyaman saat digunakan, maka ada beberapa tips yang harus kamu pertimbangkan sebelum membuatnya, seperti:

a. Perhatikan Tema Wisata

Sebelum memulai wisata kamu harus memastikan kemana lokasi wisata yang akan dituju, apakah pantai atau gunung. Jangan sampai desain gambarmu justru bertolak belakang dengan lokasi tersebut.

b. Beri Nama Rombongan

Hal ini dimaksudkan jika kamu bepergian bersama rombongan wisata misalkan dalam satu bus. Nah, agar lebih kompak maka kamu bisa memasukkan nama dari rombongan wisatamu.

c. Hati-Hati Memilih Warna

Nah, sering sekali para desainer gambar salah memilih warna. Hal ini bisa berakibat dari desain kaosmu yang tidak terlihat. Misalkan, warna kaosmu cerah, maka jangan gunakan warna gambar yang juga cerah, karena akan saling bertabrakan tentunya.

d. Cari Referensi Desain Kekinian

Hal ini agar desain gambar yang ada di kaos wisatamu tidak ketinggalan zaman. Kamu bisa mencoba cari-cari referensi desain tersebut dari sosial media.

e. Hati-Hati dalam Penyematan Kata dan Logo Tertentu

Bukan tanpa alasan kenapa kamu perlu berhati-hati dalam menyesuaikan logo dari gambar di kaos wisatamu. Bayangkan saja, jika kamu bepergian dengan suporter klub bola kesayanganmu dengan kaos bergambar logo dari klubmu, menuju ke daerah dimana klub bola daerah tujuan wisatamu adalah rival sengit dari klub milikmu. Tentunya, hal itu dapat menimbulkan bahaya dan sudah banyak yang mengalaminya.

2. Pilih Bahan yang Sesuai

ilustrasi kain linen/pexels

Ada sangat banyak jenis bahan kain untuk kaos yang ada di pasaran. Bahan tersebut ada yang terbuat dari bahan organik bahkan bahan sintetis. Untuk jenis bahan organik kandungan yang ada di dalamnya berasal dari alam, seperti kapas yang diolah jadi katun. Dan untuk bahan sintetis, kandungannya berupa campuran bahan kimiawi yang diproses hingga terbentuk kain. Berikut jenis-jenisnya:

a. Combed

Umumnya, kaos dengan kualitas yang tinggi terbuat dari bahan katun. Dan untuk jenis katun sendiri terdapat beberapa jenis, misalnya katun combed. Katun combed ini terbuat dari serat kapas murni dan bahannya sangat halus, dingin, serta nyaman dipakai. Selain itu, bahan combed sangat mudah menyerap keringat.

b. Carded

Bahan kain dari katun yang lainnya adalah jenis katun carded yang berasal dari serat kapas murni. Namun, jenis katun ini tidak memiliki tekstur yang sehalus katun combed. Dari segi harga katun carded juga lebih murah.

c. Tetteron

Lalu, ada juga jenis kain katun tetteron yang terbuat dari penggabungan katun dengan polyester. Perbandingannya yaitu 35% katun dan 65% polyester. Kain jenis ini elastis namun tidak mudah melar. Akan tetapi, kelemahannya ada pada jenis bahan yang kurang menyerap keringat dan kurang nyaman dipakai dalam jangka waktu lama.

d. Viscose

Jenis kain Viscose merupakan kain yang memiliki campuran 55% katun dan 45% polyester. Karakter yang dimiliki kain ini sebenarnya menyerupai tettero. Akan tetapi, kain ini dapat menyerap keringat lebih baik jika dibandingkan dengan kain tetteron.

e. Pique

Kain ini mudah dikenali karena memiliki pori-pori yang cukup terlihat kasat mata. Jenis kain ini memiliki rajutan yang cukup besar pori-porinya. Itulah mengapa saat menggunakan jenis kain ini akan terasa nyaman berkat sirkulasi udara yang lebih lancar jika dibanding kain lainnya. Dan biasanya kain pique dibuat dari jenis katun murni.

f. Katun Bambu

Jenis katun bambu, seperti pada namanya, memang menggunakan bahan dasar bambu. Yang digunakan lebih tepatnya ada pada serat dari bambu-bambu tersebut. Jenis katun ini sebenarnya cukup baru pada industri konveksi, namun jenis kain ini sudah cukup digemari, karena cukup nyaman dan harganya cukup murah.

3. Warna Kain

ilustrasi warna baju (sumber: pixabay)

Selain berpengaruh terhadap rasa percaya diri seseorang, pemilihan warna yang tepat akan berguna untuk meminimalisir terjadinya tabrakan dari desain gambar dengan warna kain yang justru akan membuat desain gambar kaosmu sia-sia.

Dan, jika memang pengguanaan kaos tersebut untuk wisata grup atau rombongan, ada baiknya jika menggunakan jenis warna yang cerah. Tujuannya tentu agar lebih mudah mencari teman rombongan saat berada di lokasi wisata yang ramai.

Dan saat berwisata ke daerah panas, hindari penggunaan warna gela, karena jenis warna gelap justru akan membuat penggunaannya akan terasa panas. Hal ini karena jenis warna gelap dapat menyerap panas lebih besar dari warna cerah.

Itulah tadi beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membuat desain kaos wisata yang kamu gunakan. Selamat mencoba ya!