3 Tips Hindarkan Keluarga dari Paparan Hoaks

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Informasi salah atau hoaks seringkali mengkhawatirkan publik, sehingga tak jarang memakan korban.

Masalah tersebut dapat diperparah ketika orang terdekat kita seperti keluarga dan teman berbagi informasi tersebut dan kita cenderung mempercayai apa yang mereka katakan.

Maka dari itu, kita perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengajarkan orang terdekat kita bagaimana cara mendorong keluarga dan teman untuk berhenti menyebarkan informasi hoaks di medsos.

Berikut tiga teknik yang bisa dilakukan untuk menjaga orang terdekatmu terhindar dari penyebaran hoaks, dikutip dari CNN Internasional:

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Pahami Niat Mereka Saat Menyebarkan Tautan

Bentuk penyebaran tautan tersebut bisa jadi hanya untuk menanyakan pendapat serta mengkonfirmasi pandangan mereka. Alasan lain yakni, bisa saja orang terdekatmu memiliki niat baik agar terhindar dari topik utama penyampaian yang disampaikan melalui berita hoaks tersebut.

“Ketika mendengar hal-hal seputar ancaman seperti sekarang di mana ada banyak ketidakpastian, sangat wajar untuk mencoba mendapatkan informasi dan kemudian membagikannya dengan orang-orang yang disayangi untuk menjaga semua orang tetap aman. Itu sebabnya seringkali kita kesulitan membedakan mana informasi yang benar ataupun salah,” ujar Profesor Biologi University of Washington, Carl. T. Bergstrom.

2. Kenali Situasi

Jika menemukan keluarga atau teman dekat membagikan informasi hoaks Anda pasti ingin langsung menegurnya dengan keras. Namun hal itu harus dihindari dan kita harus tetap menjaga komunikasi yang sopan.

Siapkan diri Anda dengan fakta atau informasi yang kredibel seperti dari CDC, website Departemen Kesehatan atau WHO. Argumen berdasarkan fakta atau sains sangat tepat dibanding mengeluarkan opini atau berkomentar dengan emosional.

3. Hubungi Secara Personal

Hubungi via telepon agar orang tersebut dapat mendengar perhatian serta pemaparanmu secara jelas. Jika Anda khawatir orang tersebut tidak bisa ditelepon, lakukan pengiriman SMS atau melalui aplikasi percakapan secara personal agar mereka tidak merasa keberatan membagikan pikiranmu secara publik.

Anda juga harus siap-siap tidak dipedulikan terhadap reaksimu kepadanya. Alangkah lebih baik jika dia dapat menerima fakta dan pemikiranmu. Hal tersebut dapat menumbuhkan perspektif baru darinya karena kita telah berhasil menjadikan diri sebagai tujuan verifikasi sebuah informasi.

(MG/ Azarine Jovita Halim)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel