3 Tips Mengatasi Gejala Long COVID-19

·Bacaan 3 menit

VIVALong COVID-19 adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan efek COVID-19 yang berlangsung selama 3-4 minggu atau bulan di luar penyakit awal.

"Untuk pulih sepenuhnya dari COVID-19, faktor usia, dan masalah perawatan pasca-covid," kata Dr Bhavik Patel, operasi medis di Rumah Sakit Bhatia Mumbai dikutip dari IndianExpress.

Para peneliti telah menganalisis data dari aplikasi Studi Gejala COVID-19 untuk menemukan siapa yang paling berisiko mengembangkan COVID-19 dalam jangka panjang.

Mereka menemukan bahwa orang yang lebih tua, wanita, dan mereka yang memiliki lima gejala atau lebih pada minggu pertama sakit lebih mungkin mengembangkan long COVID-19.

"Long COVID-19 tidak menular. Gejalanya disebabkan oleh respons tubuh Anda terhadap virus yang berlanjut di luar penyakit awal," kata Dr Patel.

Gejala long COVID-19 antara lain batuk dan sesak napas serta kelelahan, sakit kepala, nyeri sendi atau otot, gelisah, dan depresi. Gejala lain memengaruhi banyak bagian tubuh termasuk jantung seperti jantung berdebar atau detak jantung meningkat, otak seperti kabut otak (tidak bisa berpikir jernih atau fokus), dan usus.

Gejala ini sering membatasi aktivitas sehari-hari. Karena COVID-19 memengaruhi sebagian besar paru-paru, kapasitas pernapasan pasien (kapasitas paru-paru) menurun dan butuh waktu berbulan-bulan untuk mendapatkan kembali kapasitas sebenarnya.

Jadi, perawatan pasca covid sama pentingnya untuk pemulihan total. Berikut ini beberapa tips untuk mengelola gejala long COVID-19 yang dikutip dari IndianExpress.

1.Kelola kelelahan dan sesak napas

- Kecepatan diri Anda – rencanakan apa yang akan Anda lakukan dan jangan memaksakan diri.
- Cobalah untuk memecah tugas-tugas yang terasa sulit menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, dan bergantian melakukan aktivitas yang lebih mudah dan lebih sulit.
- Pertimbangkan waktu terbaik dalam sehari untuk melakukan aktivitas tertentu berdasarkan tingkat energi Anda.
- Lakukan istirahat singkat sesering mungkin, lebih baik daripada beberapa yang lebih lama, jadi istirahatlah sebelum kelelahan.
-Jangan berhenti melakukan hal-hal yang membuat merasa sesak napas. Jika berhenti menggunakan otot-otot Anda, mereka akan menjadi lebih lemah, yang dapat membuat Anda lebih terengah-engah saat Anda mencoba menggunakannya.
-Cobalah untuk secara bertahap meningkatkan jumlah latihan yang Anda lakukan. Cobalah berjalan-jalan pendek atau lakukan latihan kekuatan sederhana dan bangun dari sana.
- Jika Anda menggunakan tongkat jalan atau bingkai, condongkan tubuh ke depan saat Anda merasa sesak napas.
-Tingkatkan suasana hati dan jaga kesehatan mental.
- Berbaik hatilah pada diri sendiri selama pemulihan - bersiaplah bahwa beberapa hari akan lebih buruk daripada yang lain.
-Terhubung dengan orang lain dapat membantu Anda merasa lebih bahagia – pastikan untuk tetap berhubungan dengan keluarga dan teman.
- Memiliki rutinitas harian dapat baik untuk suasana hati dan stabilitas.
-Tetap aktif – terus bergerak akan membantu melepaskan endorfin dan meningkatkan mood Anda.

2.Redakan nyeri sendi atau otot

- Latihan fleksibilitas (seperti peregangan, yoga) dan latihan kekuatan (seperti menaiki tangga,

3.Cara mengatasi masalah ingatan

- Buat catatan untuk membantu Anda mengingat sesuatu – baik itu dalam rapat kerja atau janji medis.
- Cobalah untuk mengurangi gangguan.
- Ini dapat membantu untuk membuat rencana yang jelas sebelum mendekati masalah atau situasi baru atau rumit. Bagi menjadi beberapa langkah, dan terus periksa rencana Anda saat Anda mengikutinya.