3 Titik Lemah Persik yang Wajib Diperbaiki di Seri Kedua BRI Liga 1

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Kediri - Persik Kediri mengakhiri kiprah di seri pertama BRI Liga 1 2021/2022 dengan hasil buruk. Mereka berada di zona degradasi bersama Barito Putera dan Persiraja Banda Aceh.

Tim berjulukan Macan Putih itu menduduki peringkat ke-16 klasemen sementara dengan hanya mengoleksi lima poin dalam enam pertandingan. Persik Kediri tercatat meraih satu kemenangan, dua imbang, dan tiga kali kekalahan.

Hasil itu membuat mereka berpisah dengan pelatih Joko Susilo yang diklaim dilandasi oleh kesepakatan bersama. Sampai sekarang, belum ada nama yang muncul sebagai pengganti untuk mengarsiteki Persik.

Satu-satunya sesuatu yang bisa dibanggakan Persik selama seri pertama BRI Liga 1 adalah striker Youssef Ezzejjari. Pemain berpaspor Spanyol itu berada di peringkat keempat daftar pencetak gol terbanyak dengan koleksi empat gol.

Selain itu, tidak ada hal positif yang ditorehkan oleh Persik. Andri Ibo dkk. tidak bisa tampil konsisten dalam enam pertandingan seri pertama. Masih banyak problem yang dimiliki oleh kampiun Divisi Utama 2003 dan 2006 itu.

Bola.com telah merangkum tiga kekurangan yang harus diselesaikan Persik Kediri dalam menatap seri kedua BRI Liga 1. Simak ulasan berikut.

1. Lini Belakang Keropos

Kiper Persik Kediri Dikri Yusron menghalau bola dalam laga pembukaan BRI Liga 1 2021/2022 antara Bali United melawan Persik Kediri di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/8/2021). (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)
Kiper Persik Kediri Dikri Yusron menghalau bola dalam laga pembukaan BRI Liga 1 2021/2022 antara Bali United melawan Persik Kediri di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/8/2021). (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Persik sebenarnya bukanlah tim dengan barisan pertahanan terburuk sampai empat pekan pertandingan. Mereka kebobolan delapan gol dan masih lebih baik daripada Persebaya yang punya catatan terburuk urusan ini dengan kemasukan 12 gol.

Tapi, pemain belakang Persik memiliki masalah dalam menghadapi serangan lawan. Mereka sudah tiga kali kecolongan gol lawan di 10 menit terakhir pertandingan. Dua di antaranya bahkan menjadi gol penentu kemenangan lawan saat berjumpa Bali United dan PSM Makassar.

Antisipasi Andri Ibo dkk. dalam menghadapi upaya serangan lawan masih kurang baik. Konsentrasi di menit-menit akhir juga menjadi masalah yang harus segera diperbaiki agar mampu bersaing lagi di BRI Liga 1.

2. Suplai Bola Minim

Pemain Bhayangkara FC, Ezechiel N'Douassel melepaskan tendangan penalti saat melawan Persik Kediri pada laga pekan kelima BRI Liga 1 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (29/9/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain Bhayangkara FC, Ezechiel N'Douassel melepaskan tendangan penalti saat melawan Persik Kediri pada laga pekan kelima BRI Liga 1 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (29/9/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Gelandang Machado Tinga sempat absen dalam lima pertandingan karena mengalami cedera. Dia baru menjalani debut saat Persik bermain 0-0 dengan PSS Sleman di pekan keenam, Minggu (3/10/2021). Itu pun hanya 40 menit karena menjadi pemain pengganti.

Situasi itu menyulitkan Persik yang membutuhkan gelandang penyuplai bola ke lini depan. Kekuatan lini tengah Macan Putih juga kurang mampu bersaing dengan barisan gelandang tim lawan.

Nama-nama lain kurang mampu mengalirkan bola ke lini depan. Beberapa kali, bola yang diumpan ke lini dan berbuah gol hasil dari umpan lambung dari belakang atau umpan silang dari sisi pemain sayap.

3. Komunikasi Pemain Buruk

Pemain Bhayangkara FC, Renan Silva (tengah) berusaha melewati pemain Persik Kediri dalam laga pekan ke-5 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (29/9/2021). Bhayangkara FC menang 2-0. (Bola.com/ M Iqbal Ichsan)
Pemain Bhayangkara FC, Renan Silva (tengah) berusaha melewati pemain Persik Kediri dalam laga pekan ke-5 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (29/9/2021). Bhayangkara FC menang 2-0. (Bola.com/ M Iqbal Ichsan)

Koordinasi antarpemain juga menjadi masalah berikutnya yang terjadi dalam pertandingan. Komunikasi para penggawa Persik terlihat tidak mulus sehingga mudah diserang oleh pemain lawan.

Padahal, masalah ini menjadi kunci permainan sebuah tim. Kurang baiknya komunikasi juga membuat jarak antarlini terkadang melahirkan celah yang mampu dimasuki oleh para pemain tim lawan.

Yuk Tengok Posisi Persik

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel