3 Trik Jitu Bisnis Makanan Rumahan Dilirik Pelanggan hingga Cuan

Tasya Paramitha, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 3 menit

VIVA – Pandemi telah mengubah banyak hal, termasuk pekerjaan individu yang mulai beralih untuk berjualan makanan sehat. Hal ini membuat banyak pelaku usaha yang menjual makanan menjadi lebih selektif dalam proses mengolah bahan-bahan yang hendak dijual ke konsumen.

Survei Snapcart tentang tren masakan rumahan menyebut sebanyak 63 persen responden berencana untuk memulai bisnis makanan mereka sendiri. Juga, sepanjang 12 bulan terakhir, data Google Trend menunjukkan pencarian terkait ide bisnis rumahan meningkat sebanyak lebih dari 300 persen, sementara pencarian terkait ide bisnis makanan meningkat hingga 250 persen.

Dalam acara virtual tentang kampanye #MulaiBarengBeko, Jumat, 19 Februari 2021, diketahui pula bahwa selama 20 hari kampanye tersebut digelar, puluhan pengusaha makanan rumahan di area Jabodetabek berpartisipasi dan berbagi cerita terkait usaha yang mereka geluti.

Menariknya, para pengusaha ini bukan hanya fokus dalam menghadirkan produk makanan yang nikmat, tapi juga mengutamakan kualitas dan bahan makanan yang sehat.

“Artinya, minat dan kebutuhan masyarakat akan pilihan asupan yang lebih sehat juga kian meningkat," ujar Marketing Manager PT Beko Appliances Indonesia, Arlisa Ardhiani.

Saat ini, bisnis kuliner tengah menjadi sektor usaha yang kian diminati dan menjanjikan. Dalam mengembangkan bisnis kuliner, keunggulan rasa dan keunikan produk perlu diiringi dengan kemampuan menarik hati pelanggan, khususnya di tengah ramainya persaingan pelaku usaha di sosial media.

Lantas, apa saja tips jitu untuk memulai usaha makanan rumahan agar memberi daya tarik tersendiri sehingga menghasilkan cuan? Berikut rangkumannya.

Bahan baku

Chef William Gozali menjelaskan, untuk menarik perhatian calon konsumen, hal pertama yang penting untuk dijual adalah tampilan makanan yang menarik dan estetik. Bukan sekadar mengandalkan kemampuan mengedit gambar atau memanfaatkan pencahayaan yang tepat dalam mengambil gambar makanan, lebih dari itu, pemilihan bahan makanan yang tepat dan segar akan membuat tampilan makanan semakin ciamik dan menggiurkan.

"Bukan berarti harus mahal, namun pemilihan bahan yang segar dan berkualitas menjadi sebuah keharusan. Tak kalah penting garnish atau pemanis tampilan, juga dapat membantu meningkatkan daya tarik dari produk makanan yang ditawarkan," bebernya.

Bercerita rasa

Media sosial saat ini tengah menjadi ujung tombak medium pemasaran bagi para pelaku usaha, khususnya bagi para pengusaha kuliner. Karenanya,dibutuhkan kemampuan untuk menceritakan rasa sebuah santapan secara apik, baik melalui visual, tulisan, maupun dengan betutur langsung melalui konten video unggahan.

Kemampuan story telling para pelaku usaha juga dibutuhkan untuk membalut produk,menambahkan nilai jual tanpa menjadikannya hard selling. Hal ini meliputi kelihaian berkisah mengenai asal usul santapan, proses pembuatan hingga manfaatnya.

“Dengan begitu, konsumen akan lebih mudah merasa lekat hingga ingin mencoba produk yang nantinya dapat dinikmati tak hanya dengan indera pengecap saja,” ujar Culinary Storyteller Ade Putri Paramadita.

Kemasan aman

Top 10 Masterchef Indonesia Season 6, Amy Zein menambahkan, kemasan produk adalah bagian dari branding sebuah usaha. Bagaimana wujud kemasan produk yang sampai ke tangan pelanggan, menjadi bukti dari profesionalitas, serta menunjukkan kualitas produk yang ditawarkan.

Dalam bisnis makanan, kemasan juga memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan kenikmatan hidangan. Selain itu, pemilihan kemasan yang ramah lingkungan juga dapat menjadi salah satu nilai tambah.

"Karenanya, penting bagi pelaku usaha, meski masih di level rumahan, untuk memperhatikan kesesuaian dan keamanan kemasan yang digunakan. Apalagi harus dimaklumi, jasa kurir yang kerap digunakan kadang kurang berhati-hati dalam membawa produk makanan, sehingga dibutuhkan perhatian yang khusus pada cara dan pemilihan kemasan," tegasnya.