3 Vaksin COVID-19 Ini Resmi Kantongi Izin dari WHO

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jenewa - Program vaksinasi telah mulai dilakukan banyak negara untuk melawan pandemi COVID-19. WHO ikut terlibat melakukan uji vaksin.

WHO memberikan izin melalui prosedur emergency use listing (EUL). WHO memberikan izin ke vaksin COVID-19 setelah ada peninjauan pakar independen dan tim WHO.

Sejauh ini, baru tiga jenis vaksin COVID-19 yang mendapatkan izin WHO. Salah satunya adalah Pfizer/BioNTech yang digunakan oleh Presiden Amerika Serikat hingga Raja Arab Saudi.

Untuk vaksin Sinovac hingga kini belum mendapatkan izin dari WHO.

Berikut tiga vaksin COVID-19 yang telah mendapat izin WHO:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

1. Vaksin Pfizer/BioNTech

Kotak berisi vaksin COVID-19 dari Pfizer dibuka oleh petugas kesehatan saat tiba untuk pertama kalinya di Kryoneri village, dekat Athena, Yunani, Sabtu (26/12/2020). Gelombang pertama vaksin untuk melawan COVID-19 tiba di Yunani. (AP Photo/Yorgos Karahalis)
Kotak berisi vaksin COVID-19 dari Pfizer dibuka oleh petugas kesehatan saat tiba untuk pertama kalinya di Kryoneri village, dekat Athena, Yunani, Sabtu (26/12/2020). Gelombang pertama vaksin untuk melawan COVID-19 tiba di Yunani. (AP Photo/Yorgos Karahalis)

Vaksin Pfizer adalah yang pertama mendapat izin WHO pada 31 Desember 2020. WHO menyatakan manfaat menggunakan vaksin ini lebih tinggi ketimbang risikonya.

Sudah banyak negara yang memilih vaksin Pfizer, mulai dari Amerika Serikat, Norwegia, Israel, Inggris, Spanyol, Yunani, Singapura, Arab Saudi, hingga Jepang.

2. AstraZeneca (Produksi Korsel)

Penumpang menaiki kereta menjelang liburan Tahun Baru Imlek di stasiun kereta api Seoul, Korea Selatan, Rabu (10/2/2021). Sebelumnya pada Minggu, 31 Januari 2021, otoritas memperpanjang dua pekan kewajiban jaga jarak untuk jaga-jaga menyusul libur tahun baru China atau imlek. (Ed JONES/AFP)
Penumpang menaiki kereta menjelang liburan Tahun Baru Imlek di stasiun kereta api Seoul, Korea Selatan, Rabu (10/2/2021). Sebelumnya pada Minggu, 31 Januari 2021, otoritas memperpanjang dua pekan kewajiban jaga jarak untuk jaga-jaga menyusul libur tahun baru China atau imlek. (Ed JONES/AFP)

Vaksin selanjutnya yang mendapat izin WHO adalah AstraZeneca yang diproduksi bersama SKBio di Korea Selatan. Izin diumumkan WHO pada Senin 15 Februari 2021.

WHO menyambut positif perkembangan ini karena vaksin AstraZeneca-SKBio bisa didistribusi melalui fasilitas vaksin COVAX setelah mendapat izin darurat.

AstraZeneca adalah salah satu vaksin pilihan di Korsel, namun vaksin ini tak diberikan kepada warga usia 65 ke atas.

3. AstraZeneca (Produksi India)

Karyawan mengemas kotak berisi botol vaksin COVID-19 di Serum Institute of India, Pune, India, Kamis (21/1/2021). Serum Institute of India adalah pembuat vaksin terbesar di dunia dan telah dikontrak untuk memproduksi miliar dosis vaksin AstraZeneca-Oxford University. (AP Photo/Rafiq Maqbool)
Karyawan mengemas kotak berisi botol vaksin COVID-19 di Serum Institute of India, Pune, India, Kamis (21/1/2021). Serum Institute of India adalah pembuat vaksin terbesar di dunia dan telah dikontrak untuk memproduksi miliar dosis vaksin AstraZeneca-Oxford University. (AP Photo/Rafiq Maqbool)

Ada dua vaksin AstraZeneca yang mendapat izin WHO. Satu lagi diproduksi oleh Serum Institute of India (SII).

SII merupakan lokasi pembuatan vaksin terbesar di dunia. Menurut Economic Times, SII kini siap mengekspor vaksin COVID-19 hingga ke Kanada.

Infografis Vaksin COVID-19:

Infografis Benarkah Sudah Divaksin Masih Bisa Kena Covid-19? (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Benarkah Sudah Divaksin Masih Bisa Kena Covid-19? (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: