3 Warga Gowa Tercebur ke Sumur Tua, 1 Meninggal dan 2 Kritis

Merdeka.com - Merdeka.com - Tiga warga Dusun Tokka, Desa Bissoloro, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa tercebur ke sumur tua sedalam 15 meter. Seorang di antaranya meninggal dunia sedangkan dua lainnya kritis.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bungaya Inspektur Polisi Satu (Iptu) Sugiharto mengatakan ketiga korban yakni Daeng Nojeng (55), Ansar (30), dan Praka Rahman Lili (40) telah dievakuasi. "Satu orang meninggal dunia," ujarnya kepada wartawan, Kamis (21/7).

Sugiharto mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab ketiga warga itu jatuh ke dalam sumur.

Petugas Kesulitan Lakukan Evakuasi

Kepala Seksi Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Gowa Sulhaefa mengatakan, tiga orang tercebur ke dalam sumur tua terjadi pada Rabu (20/7). Proses evakuasi terhadap ketiga korban menemui kendala.

"Proses evakuasi terkendala karena diameter sumur yang kecil, kurang dari dua meter. Satu orang meninggal dunia atas nama Nojeng, dua kritis dan sudah dibawa ke rumah sakit," ujarnya kepada wartawan, Kamis (21/7).

Selain lebar sumur yang sempit, gas beracun juga menjadi ancaman bagi petugas saat melakukan evakuasi bersama warga. Ketiga korban diduga kehabisan oksigen.

Korban Jatuh saat Buka Penutup Sumur

Kepala Desa Bissoloro Abdul Gani Daeng Siriwa menambahkan, kejadian itu berawal saat Daeng Nojeng membongkar sumur yang sebelumnya sudah ditutup. Saat tutup sumur terbuka, Daeng Nojeng terjatuh.

"Saat itu Pak Rahman sama Ansar berniat menolong, tapi jatuh juga ke dalam sumur juga," bebernya.

Beruntung ada warga lain yang melihat dan berteriak meminta tolong. Gani menyebut ketiganya berhasil dievakuasi pukul 17.30 Wita oleh petugas Damkar bersama warga.

"Daeng Nojeng meninggal dunia. Pak Rahman sama Lili kritis dan sudah dibawa ke rumah sakit," ucapnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel