3 Wasit yang Jadi Sorotan karena Mengeluarkan Keputusan Kontroversial di Piala AFF 2020

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Singapura - Piala AFF 2020 diiringi dengan bumbu-bumbu terkait buruknya kinerja wasit. Uniknya, penampilan buruk wasit dialami oleh banyak tim peserta.

Keluhan para wasit datang dari sejumlah tim seperti Vietnam, Singapura, hingga Timnas Indonesia. Keluhan mereka sangat berdasar karena keputusan yang diambil para wasit di Piala AFF 2020 sudah jelas merugikan.

Buruknya kinerja wasit memberikan dorongan pada AFF untuk menghadirkan video assistant referee (VAR) pada edisi selanjutnya. AFF sebagai penyelenggara turnamen pun kabarnya sudah siap merealisasikan keinginan itu agar turnamen semakin menarik.

"Sepak bola Asia Tenggara berada pada momentum perkembangan yang kuat. Level antara tim telah menipis, pertandingan juga jauh lebih intens dan sengit. Sehingga wasit harus lebih fokus," bunyi pernyataan Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF).

"Presiden AFF Khiev Samet menyetujui, dan memberikan apresiasi tinggi terhadap pendapat wakil presiden VFF Tran Quoc Tuan, dan mengatakan dia akan mempelajari masalah itu, dan berencana menggunakan VAR pada Piala AFF 2022," tulis VFF.

Bola.com mencatat beberapa wasit yang kinerjanya mendapatkan sorotan di Piala AFF 2020. Berikut ini, tiga wasit yang tercatat melakukan keputusan kontroversial di Piala AFF 2020.

Kim Hee-gon

Wasit Kim Hee-gon asal Korea Selatan. (STR/AFP)
Wasit Kim Hee-gon asal Korea Selatan. (STR/AFP)

Kim Hee-gon tercatat mengeluarkan keputusan kontroversial saat memimpin duel semifinal leg 1 Piala AFF 2020 antara Singapura Vs Timnas Indonesia. Keputusan wasit asal Korea Selatan itu dianggap merugikan Timnas Indonesia pada menit ke-77.

Kim Hee-gon tidak memberikan Timnas Indonesia tendangan penalti. Padahal, Ricky Kambuaya sudah jelas dilanggar Nazrul Nazari di kotak terlarang.

Kim Hee-gon merupakan wasit berpengalaman dan disegani di Korea Selatan. Wasit berusia 36 tahun itu sudah memiliki lisensi FIFA sejak 2013.

Saoud Ali Al-Adba

Saoud Ali Al-Adba merupakan wasit asal Qatar. (AFP/STR)
Saoud Ali Al-Adba merupakan wasit asal Qatar. (AFP/STR)

Saoud Ali Al-Adba juga mencuri perhatian karena mengeluarkan keputusan kotroversial. Wasit asal Qatar itu memimpin duel antara Vietnam melawan Thailand pada semifinal leg 1 Piala AFF 2020.

Saoud Ali Al-Adba tercatat beberapa kali membuat keputusan yang merugikan Vietnam. Contohnya saat kiper Chatchai Budprom melanggar Nguyen Van Toan sebagai orang terakhir justru hanya diganjar kartu kuning.

Kemudian Saoud Ali Al-Adba juga mengeluarkan keputusan kontroversial saat memberikan Thailand penalti. AFF pun langsung memberhentikan Saoud Ali Al-Adba dari tugasnya dan tidak diperkenankan memimpin laga sisa di Piala AFF 2020.

Kassem Matar Al-Hatmi

Asnawi Mangkualam (kiri) terlibat argumen dengan beberapa pemain Singapura. Ia dianggap memprovokasi wasit saat insiden diusirnya pemain pertama Singapura, Safuwan Baharudin usai menerima kartu kuning kedua akibat pertikaiannya dengan Rizky Ridho. (AP/Suhaimi Abdullah)
Asnawi Mangkualam (kiri) terlibat argumen dengan beberapa pemain Singapura. Ia dianggap memprovokasi wasit saat insiden diusirnya pemain pertama Singapura, Safuwan Baharudin usai menerima kartu kuning kedua akibat pertikaiannya dengan Rizky Ridho. (AP/Suhaimi Abdullah)

Kinerja Kassem Matar Al-Hatmi mendapatkan sotoran setelah memimpin duel semifinal leg 2 antara Timnas Indonesia melawan Singapura. Dalam laga tersebut, wasit asal Oman itu mengeluarkan keputusan kontroversial untuk kedua tim.

Kassem Matar Al-Hatmi tercatat mengeluarkan tiga kartu merah dalam laga tersebut. Kartu merah tersebut dianggap janggal oleh skuad Singapura.

Selain itu, Kassem Matar Al-Hatmi juga dianggap keliru ketika memberikan tendangan penalti buat Singapura jelang akhir babak kedua. Kassem Matar Al-Hatmi juga salah ambil keputusan saat mengesahkan gol bunuh diri Shawal Anuar karena pada saat bersamaan Irfan Jaya sudah dalam posisi offside.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel