30.000 kendaraan diperkirakan tinggalkan Jakarta pada malam takbiran

Polisi memperkirakan sedikitnya 30.000 kendaraan akan meninggalkan Jakarta menuju kampung halaman ke berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatera pada malam takbiran Minggu malam atau usai Shalat Idul Fitri pada Senin pagi.

"Kita tinggal tunggu saudara-saudara kita yang berangkat nanti malam pas malam takbiran, atau besok setelah shalat. Itu di dalam 30 ribu (pemudik) tadi ya," kata Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Firman Shantyabudi di Jakarta, Minggu.

Firman sempat mendatangi Command Centre Korlantas Polri di KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, guna memastikan kelancaran kondisi lalu lintas dari arah Jakarta menuju ke timur.

Firman optimis arus lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek akan tetap normal tanpa rekayasa arus kendaraan, meski diperkirakan 30.000 kendaraan akan bergerak pada malam takbiran atau usai Shalat Idul Fitri.

Untuk itu, Firman menuturkan aparat kepolisian memutuskan untuk mengakhiri pemberlakuan sistem satu arah (one way) dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 414 Gerbang Tol Kalingkangkung.

Baca juga: Jalan Tol Japek bisa dilintasi normal setelah one way dihentikan

"Hari ini angka (kendaraan) sudah turun, dari prediksi, sisa 30 ribu, padahal Sabtu kemarin padat mencapai 85 ribu hingga Cipularang tersendat," ujar Kakorlantas.

Firman menyatakan 30.000 kendaraan yang tersisa masih dapat ditampung di Jalan Tol Jakarta-Cikampek dalam kondisi normal.

"Jadi, 'one way' kita akhiri jam 12.00 WIB sesuai prediksi dan masyarakat berperan penting mau berangkat tertib dan awal," ujar Firman.

Sebelumnya, Korlantas Polri memberlakukan sistem satu arah untuk memecah kepadatan pemudik pada Sabtu (30/4) pukul 22.00 WIB.

Diskresi tersebut dimulai dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek sampai Gerbang Tol Kalikangkung KM 414.

Baca juga: One Way Tol Jakarta-Cikampek diperpanjang hingga Tol Semarang-Solo

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel