30 Calon Berebut 1 Kursi di Teknik Informatika ITS

TEMPO.CO , Surabaya - Teknik Informatika menjadi program studi yang paling diminati dalam Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Institut Teknogi Surabaya 10 November (ITS) pada 2013 ini dibanding jurusan lainnya di kampus itu. Jumlah peminatnya mencapai 2.964 calon mahasiswa.

Kepala Bagian Akademik ITS, Ismaini Zain mengatakan, jumlah tersebut tercatat sebagai pilihan pertama. "Belum termasuk yang menempatkan jurusan ini sebagai pilihan kedua," katanya. Rasio persaingan pada program studi ini, kata Ismaini, 1 banding 30. Artinya satu kursi diperebutkan 30 orang. Sedangkan urutan kedua yang paling diminati adalah teknik mesin dengan rasio persaingan 1 banding 17. Dan di urutan ketiga paling diminati adalah teknik industri dengan rasio 1 banding 15.

Ismaini menuturkan, ada lonjakan peminat pada program studi teknik mesin menyusul raihan prestasi mahasiswa kampus ini dalam kontes teknologi mesin tingkat mahasiswa se-dunia. "Ada lonjakan peminat," kata Ismaini. Data yang diperoleh Tempo menyebutkan, pada Senin, 11 Maret 2013, pukul 16.05 WIB, pendaftar SNMPTN di ITS mencapai 24.770. Dari jumlah tersebut, yang telah difinalisasi berjumlah 24.488 dan yang direkomendasi sebanyak 24.405.

Menurut Ismaini, kuota untuk SNMPTN di ITS sebanyak 1.736 kursi. Jumlah tersebut 50 persen dari total daya tampung mahasiswa baru di ITS sebanyak 3.572 kursi. Penerimaan mahasiswa baru ITS pada 2013 ini melalui tiga jalur. 50 persen kuota dipenuhi melalui SNMPTN, 30 persen dengan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan 20 persen merupakan seleksi jalur mandiri.

DAVID PRIYASIDHARTA

Berita Terpopuler:

Begini Cara Jokowi Lepaskan Diri dari Hercules

Hercules Ditangkap, Premanisme Masih Tinggi

Rustriningsih Ditolak PDIP Karena Tak Santun Berpolitik 

Wawancarai Aher, Sejumlah Wartawan Dipukul Petugas

Nama Anas Terseret dalam Kasus Simulato

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.