30 Guru MAN 22 Jakarta Positif COVID-19, Sekolah Ditutup

Ezra Sihite, Andrew Tito
·Bacaan 2 menit

VIVA – Akibat puluhan guru dan staf Tata Usaha yang positif COVID-19 usai berlibur ke Yogyakarta, Sekolah MAN 22 Jakarta tutup selama satu minggu. Kepala Sekolah MAN 22 Jakarta, Usman Ali, mengklarifikasi bahwa total guru yang positif COVID-19 bukan 33 orang, melainkan 30.

"Sebab di data awal ada kesamaan nama, jadi tertulis dua kali. Tapi data yang benar 30 guru," ujar Usman saat dikonfirmasi, Jumat 4 Desember 2020. Usman menjelaskan pihaknya masih menutup sekolah tersebut sebagai upaya sterilisasi.

Penutupan dilakukan sejak Senin 30 November lalu, Penutupan sekolah ditambah dari tiga hari menjadi satu pekan lamanya.

Sehingga sampai Jumat hari ini, MAN 22 Jakarta belum dibuka termasuk untuk guru sekalipun. Usman mengatakan diperpanjang nya sterilisasi, lantaran pihak sekolah mengikuti jumlah tracing yang semakin diperluas.

Usman menjelaskan dari 30 guru yang positif COVID-19, sebanyak tiga diantaranya sudah dibawa ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet untuk isolasi.

Sementara satu guru dirawat di rumah sakit. Sisanya sebanyak 26 guru jalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Usman memastikan, bahwa pihaknya rutin lakukan melakukan penyemprotan disinfektan selama gedung sekolah ditutup, sementara belum dapat memastikan kapan gedung MAN 22 Jakarta kembali dibuka.

Pasalnya pihaknya masih menunggu hasil uji swab seluruh pihak yang di-tracing keluar. Saat ini masih ada tiga uji swab lagi yang hasilnya belum keluar.

"Belum tentu buka Senin depan. Karena kami menunggu sampai seluruh hasil uji COVID-19 keluar," ujarnya. Diketahui sebelumnya 30 guru di MAN 22 Jakarta dipastikan terkena COVID-19.

Diduga mereka terpapar COVID-19 saat berwisata ke Yogyakarta dalam rangka perpisahan mantan Kepala Sekolah mereka yang pensiun. Usman membenarkan bahwa sekolah tersebut sempat mengadakan kegiatan hari guru.

Namun Usman mengaku tidak mengetahui rinci seputar kegiatan tersebut. "Hal itu masih kami periksa ya rincinya seperti apa. Apakah ada siswanya atau tidak, saya belum tahu," ujarnya. (ren)