30 Kata-kata Mutiara Bahasa Jawa Singkat Beserta Artinya

Bola.com, Jakarta Negara Indonesia merupakan negara kepulauan, yang memiliki ragam budaya dan tersebar diberbagai wilayah, dari Sabang hingga Merauke.

Dengan banyaknya budaya yang dimiliki oleh Indonesia, banyak juga bahasa yang berbeda-beda digunakan oleh masyarakat Indonesia, satu di antaranya adalah Bahasa Jawa.

Bahasa Jawa biasanya digunakan oleh orang-orang yang mediami sebagian besar pulau Jawa, dan diaspora orang Jawa yang tersebar luas di berbagai daerah nusantara.

Penggunaan bahasa yang cukup lembut dan terkesan cukup halus, membuat orang Jawa terkenal dengan sifatnya yang ramah dan sopan.

Menggunakan bahasa jawa dalam kehidupan sehari-hari pun juga memiliki tingkat-tingkatanya tersendiri. Contohnya saja bahasa yang digunakan akan berbeda saat berbicara dengan orang yang lebih tua dan teman sebaya.

Bahasa jawa juga merupakan bahasa yang paling banyak dituturkan di Indonesia, sehingga banyak orang yang mengerti dengan penggunaan bahasa ini.

Dengan itu banyak pula bermunculan kata-kata mutiara Bahasa Jawa, yang tak jarang dapat memberikan motivasi dan pandangan tersendiri mengenai kehidupan.

Jika kamu ingin membacanya untuk mendapatkan motivasi atau hanya sekadar untuk mengungkapkan perasaan, berikut 30 kata-kata mutiara Bahasa Jawa, seperti disadur dari Brilio.net.

Kata-kata Mutiara Bahasa Jawa

Ilustrasi bahagia - stres (iStockphoto)

1. "Uripmu koyo wit gedhang duwe jantung tapi ora duwe ati".

(Hidupmu seperti pohon pisang, punya jantung tapi tak punya hati)

2.  "Dosa sing paling menyedihkan iku dosambat ora duwe duit".

(Dosa yang paling menyedihkan adalah pada sambat tidak punya duit)

3. "Nek dipikir suwi suwi iku loro, nek dirsake yo tambah loro, loro tambah loro, papat"

(Kalau dipikir lama-lama sakit, kalau dirasakan tambah sakit, dua tambah dua, empat)

4. "Nek ngomong ojo manis-manis, mundak cangkeme dirubung semut".

(Kalau bicara jangan manis-manis, nanti mulutnya diserbu semut)

5. "Gusti yen arek iku jodohku tulung cedakaken, yen mboten jodohku tulung jodohaken".

(Tuhan jika orang itu adalah jodohku tolong dekatkanlah, dan jika bukan tolong jodohkanlah)

6. "Uwong duwe pacar iku kudu sabar ambek pasangane. Opo meneh sing gak duwe."

(Orang yang punya pacar itu haruslah bersabar dengan pasangan yang dimilikinya. Apalagi yang gak punya)

7. "Akeh manungsa ngrasakaken tresna, tapi lalai lan ora kenal opo kui hakekate atresna."

(Banyak manusia merasakan cinta, namun mereka lupa tidak mengenal hakikat cinta sebenarnya)

8. "Kadang mripat iso salah ndelok, kuping iso salah krungu, lambe iso salah ngomong, tapi ati ora bakal iso diapusi".

(Terkadang mata bisa salah melihat, telinga bisa salah mendengar, mulut bisa salah mengucap, tapi hati tak bisa dibohongi dan membohongi)

9. "Arek lanang iku kuoso milih, arek wadon kuoso nolak."

(Anak laki-laku bebas memilih, anak perempuan bebas menolak)

10. "Sak apik-apike wong yen awehi pitulung kanthi cara dedemitan".

(Sebaik-baiknya orang adalah yang memberi pertolongan secara sembunyi-sembunyi)

 

 

Kata-kata Mutiara Bahasa Jawa

Ini alasan agar kamu selalu bersyukur dari segi kesehatan. (Sumber Foto: cdanieldesigns)

11. "Mohon, mangesthi, mangastuti, marem."

(Selalu meminta petunjuk Tuhan untuk meyelaraskan antara ucapan dan perbuatan agar dapat berguna bagi sesama)

12. "Sing wis lunga lalekno, sing durung teko entenono, sing wis ono syukurono".

(Yang sudah pergi lupakanlah, yang belum datang tunggulah dan yang sudah ada syukurilah)

13. "Kacang iku gurih, tapi nek dikacangin iku perih".

(Kacang itu gurih, tapi kalau dikacangin itu perih)

14. "Gusti paring dalan kanggo uwong sing gelam ndalan."

(Tuhan memberi jalan untuk manusia yang mau mengikuti jalan kebenaran)

15. "Niat kerjo, ora golek perkoro. Niat golek rejeki, ora golek rai. Ora balapan, opo maneh ugal-ugalan".

(Niat bekerja, bukan cari perkara. Niat mencari rejeki, bukan cari perhatian belaka. Bukan balapan, apalagi ugal-ugalan)

16. "Manungsa mung ngunduh wohing pakarti".

(Kehidupan manusia baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri)

17. "Waktu adalah uang. Yen kancamu mbok jak dolan raono wektu, brarti wonge lagi ra duwe duit."

(Waktu adalah uang. Kalau temanmu tidak ada waktu untuk diajak jalan, artinya ia sedang tidak punya uang)

18. "Golek sampurnaning urip lahir batin lan golek kusumpurnaning pati."

(Kita bertanggung jawab untuk mencari kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat)

19. "Ben akhire ora kecewa, dewe kudu ngerti kapan wektune berharap lan kapan wektune kudu mandeg".

(Agar akhirnya tidak kecewa, kita harus mengerti kapan waktunya berharap dan kapan waktunya harus berhenti)

20. "Tresna kanggo manungsa mung amerga katresnane marang Gusti Allah sing Nyipta'aken manungsa!"

(Cinta kepada seorang manusia hanya dikarenakan kecintaan kepada Allah Tuhan Semesta Alam yang ttelah menciptakan manusia)

Happiness Festival 2020: Webinar Ajak Masyarakat Indonesia Hidup Bahagia, Bertoleransi, dan Lestarikan Alam. foto: dok. Webinar

21. "Iso nembang gak iso nyuling, iso nyawang gak iso nyanding".

(Bisa nyanyi tidak bisa bermain seruling, bisa melihat tidak bisa mendampingi)

22. "Urip iku terus mlaku, bebarengan karo wektu, sing bisa gawa lakumu, supaya apik nasibmu".

(Hidup itu terus berjalan, bersamaan dengan waktu, yang bisa membawa tingkah lakumu, biar nasibmu baik)

23. "Gusti Allah paring pitedah bisa lewat bungah, bisa lewat susah."

(Allah memberikan petunjuk bisa melalui bahagia, bisa melalui derita)

24. "Yen urip mung isine isih nuruti nepsu, sing jenenge mulya mesti soyo angel ketemu".

(Jika hidup masih dipenuhi dengan nafsu untuk bersenang-senang, yang namanya kemulyaan hidup akan semakin sulit ditemukan)

25. "Aja mbedakake marang sak sapadha-pada".

(Hargai perbedaan, jangan membeda-bedakan sesama manusia)

26. "Sabar iku ingaran mustikaning laku".

(Bertingkah laku dengan mengedepankan kesabaran itu ibaratkan sebuah hal yang sangat indah dalam sebuah kehidupan)

27. "Ngapusi kui hakmu. Kewajibanku mung etok-etok ora ngerti yen mbok apusi".

(Berbohong itu hakmu. Kewajibanku hanya pura-pura tidak tahu kalau kamu berbohong)

28. "Aja dadi uwong sing rumangsa bisa lan rumangsa pinter. Nanging dadiya uwong sing bisa lan pinter rumangsa".

(Jangan jadi orang yang merasa bisa dan merasa pintar, tetapi jadilah orang yang bisa dan pintar merasa)

29. "Witing tresno jalaran soko kulino. Witing mulyo jalaran wani rekoso".

(Bahwa cinta itu tumbuh lantaran ada kebiasaan, kemakmuran itu timbul karena berani bersusah dahulu)

30. "Ambeg utomo, andhap asor".

(Selalu menjadi yang utama tapi selalu rendah hati)

Sumber: Brilio.net (Penulis: Dwiyana Pangesthi. Publsihed: 12/10.2019)