30 Mei 2021: 169,7 Juta Orang di Dunia Positif COVID-19, 3,5 Juta Meninggal

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Total infeksi Virus Corona COVID-19 di seluruh dunia pada hari Minggu per pukul 10.35 WIB telah mencapai 169.776.398 kasus, berdasarkan data Johns Hopkins University.

3.529.594 orang di dunia tercatat telah meninggal dunia akibat COVID-19, seperti dikutip dari gisanddata.maps.arcgis.com, Minggu (30/5/2021).

Data Johns Hopkins University juga menunjukkan bahwa ada 1.837.003.371 vaksin COVID-19 yang sudah dibagikan di seluruh dunia.

Infeksi di Amerika Serikat, negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbesar di dunia, telah mencapai 33.251.717, dengan 594.304 kematian.

Berikut adalah negara dengan kasus infeksi Virus Corona COVID-19 terbanyak di dunia setelah AS:

India: 27.729.247 kasus, dengan 322.512 orang meninggal dunia akibat Virus Corona.

Brasil: 16.471.600 kasus, dan 461.057 kematian.

Prancis: 5.719.877 infeksi, dengan 109.518 kematian.

Turki: 5.235.978 infeksi, dengan 47.271 kematian akibat COVID-19.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Vietnam Deteksi Varian COVID-19 Hybrid Inggris-India

Seorang guru membagikan masker kepada siswa di dalam kelas di sekolah Marie Curie di Hanoi, Senin (4/5/2020). Vietnam membuka kembali aktivitas sekolah yang ditutup selama tiga bulan setelah dilaporkan tidak ada kasus virus corona COVID-19 baru hingga Sabtu, 2 Mei 2020. (Manan VATSYAYANA/AFP)
Seorang guru membagikan masker kepada siswa di dalam kelas di sekolah Marie Curie di Hanoi, Senin (4/5/2020). Vietnam membuka kembali aktivitas sekolah yang ditutup selama tiga bulan setelah dilaporkan tidak ada kasus virus corona COVID-19 baru hingga Sabtu, 2 Mei 2020. (Manan VATSYAYANA/AFP)

Vietnam telah mendeteksi varian Virus Corona COVID-19 yang tampaknya merupakan kombinasi dari varian India dan Inggris dan dapat menyebar dengan cepat melalui udara, menurut para pejabat setempat.

Dilansir BBC, Menteri Kesehatan Vietnam, Nguyen Thanh Long menggambarkan varian baru COVID-19 itu "sangat berbahaya".

"Vietnam telah menemukan varian baru COVID-19 baru yang menggabungkan karakteristik dari dua varian yang pertama kali ditemukan di India dan Inggris," kata Nguyen dalam pertemuan pemerintah, menurut kantor berita Reuters.

Nguyen mengatakan varian hybrid baru ini lebih dapat ditularkan daripada versi yang dikenal sebelumnya, terutama di udara.

Dikatakannya juga bahwa varian COVID-19 itu ditemukan pada seorang pasien yang menjalani tes, menurut laporan surat kabar online VnExpress.

Surat kabar itu juga menyebut, bahwa kode genetik virus akan segera tersedia.

Vietnam telah melihat lonjakan kasus COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir.

Negara tersebut juga telah mencatat lebih dari 6.700 kasus Virus Corona sejak awal pandemi. Dari jumlah tersebut, lebih dari setengahnya telah tercatat sejak akhir April 2021 ini.

Vietnam juga mencatat 47 kematian terkait COVID-19, menurut data Universitas Johns Hopkins.

Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah COVID-19

Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah COVID-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah COVID-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel