30 Ribu Tenaga Medis Riau Bakal Divaksin, Sudah Terima SMS?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Pekanbaru - Provinsi Riau mendapatkan 20 ribu vaksin Covid-19 tahap pertama dari Pemerintah Pusat. Tiba pada Senin petang, 4 Januari 2021, vaksin untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 di Riau ini diperuntukkan kepada 30 ribu tenaga medis di Bumi Lancang Kuning.

Jumlah vaksin Covid-19, menurut juru bicara Satgas Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi tentu masih kurang dengan jumlah tenaga medis. Namun, dia optimis bakal terpenuhi karena masih ada pengiriman susulan.

Menurut Yovi, sebagian tenaga medis calon penerima vaksin sudah mendapatkan pesan singkat dari Menteri Kesehatan. Pihaknya tengah mendata siapa saja yang mendapat pesan itu.

"Kemarin juga sudah diisikan data kesehatan secara bertahap, nanti sampai 30 ribu tenaga medis," kata Yovi, Senin siang.

Yovi menjelaskan, pemberian vaksin kepada tenaga medis dilakukan secara bertahap. Tidak ada pengecualian kepada tenaga medis, termasuk dokter muda atau magang.

Yovi menyebut vaksin Covid-19 dikirim melalui jalur darat. Begitu tiba di Pekanbaru, vaksin tersimpan dalam kotak besar itu ditaruh di laboratorium kesehatan daerah dan Rumah Sakit Tentara Pekanbaru.

"Vaksin ini dijaga ketat untuk kemudian didistribusikan ke sejumlah kabupaten dan kota di Riau," kata Yovi.

Yovi menyebut penjagaan vaksin Covid-19 Sinovac sudah ada petunjuk teknis dari kementerian kesehatan. Mulai dari proses penyimpanan, pengelolaan, distribusi hingga pemberian kepada tenaga medis.

Yovi menyebut tenaga medis menjadi utama karena bersentuhan langsung dengan pasien Covid-19. Oleh karena itu, tenaga medis menjadi rentan terpapar virus corona.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

4 Juta Vaksin

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir menyebut Satgas Covid-19 di Riau bakal mendapat 4 juta ampul vaksin. Jumlah ini disesuaikan dengan kebutuhan vaksinasi berdasarkan jumlah penduduk.

"Jumlah itu sudah disesuaikan dengan kriteria penerima vaksin di Riau," sebut Mimi.

Mimi menyebut Satgas Covid-19 di Riau sudah menyusun rencana distribusi sesuai kuota tersebut. Pihaknya juga menghitung kuota masing-masing daerah di Riau agar sebaran vaksin merata.

Mimi mengatakan Puskesmas menjadi tujuan akhir vaksin karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Apalagi, setiap kecamatan di Riau saat ini sudah punya fasilitas pelayanan kesehatan tersebut.

"Masyarakat bisa melakukan vaksinasi di Puskemas terdekat," kata Mimi.

Mimi menyatakan tidak semua masyarakat mendapatkan vaksin. Sudah ada kriteria, di antaranya berusia dari 18 hingga 59 tahun, kemudian diutamakan tenaga medis dan yang berhubungan dengan pelayanan.

"Kemudian tokoh-tokoh masyarakat, diutamakan yang belum pernah terkonfirmasi Covid-19," ucap Mimi.

Simak video pilihan berikut ini: