30 Siswa SMP Kesurupan Saat Belajar Agama  

TEMPO.CO, Bima -- Sekitar 30 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) 7 Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, kesurupan, Selasa, 6 November 2012. Insiden ini bermula ketika siswa sedang mengikuti pelajaran agama pada pukul 08.30 Wita. Dimulai dari satu orang, kesurupan itu menular pada seluruh siswa di kelas VIII itu.

Rani Wahyuningsih, 14 tahun, adalah salah satu siswa yang kesurupan. Ketika ditemui Tempo, dia tergolek lemas di ruang kantor kepala sekolah itu, di Jalan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Gadis manis itu kesurupan makhluk halus yang biasa disebut masyarakat setempat dengan 'Alaceceh'.

Tubuh Rani mengejang. Mata terpejam dan mulutnya terkunci rapat. Rani dikerubuti paranormal dan beberapa guru sekolah di sana. Mereka melaksanakan ritual mengusir makhluk halus yang menempel di tubuh Rani. "Kasihan dia. Sejak bulan tujuh lalu, dia sering kesurupan seperti itu. Kalau sudah kesurupan, teman-teman perempuan lainnya ketularan," kata Ruslan, Kepala SMP 7 Bima.

Insiden siswa kesurupan di sekolah ini sudah dimulai sebulan lalu. Setiap hari, ada saja yang terkena. Selasa ini, jumlah siswa kesurupan, semakin siang, semakin banyak, hingga mencapai puluhan orang, termasuk Rani.

Hingga siang ini, saat azan zuhur berkumandang, beberapa siswa masih belum sadarkan diri. Untuk mengatasi itu, setidaknya ada lebih dari 12 dukun dikerahkan. Kepada guru, seorang siswa yang kesurupan mengaku melihat gadis buruk rupa berseragam abu-abu, khas anak sekolah menengah atas (SMA) berseliweran di tangga sekolah.

AKHYAR M NUR

Berita populer:

Ini Nama Dua Anggota DPR yang Disebut Dahlan

Terduga Peminta Upeti Punya Gedung Mewah

Jika Enam Ruas Tol Jadi Dibangun, Jokowi Digugat

Peminta Upeti BUMN Terkait Penyertaan Modal

Gara-gara Sandy, Orang Terkaya Rugi Rp 40 Triliun

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.