30 warga Kabupaten OKI ikut kerja magang di Jepang

·Bacaan 1 menit

Sebanyak 30 orang warga Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, mengikuti program kerja lapangan (magang) di Jepang.

Asisten Bidang Umum dan Administrasi Setda Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) M Lubis di Kayuagung, Senin, mengatakan, pengiriman warga ini tak lain merupakan upaya pemkab untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Pemkab berharap para pekerja lokal bisa diserap oleh perusahaan-perusahaan multi nasional yang beroperasi di wilayahnya seperti perusahaan migas, perusahaan perkebunan hutan tanam industri dan lainnya.

“Warga yang kami kirim ini rata-rata berusia produktif, yang nantinya akan magang di berbagai sektor, mulai industri, pariwisata, pendidikan, dan lainnya, hingga keterampilan berwirausaha,” kata dia.

Sebelum diberangkatkan ke Jepang pada bulan ini, ke-30 warga ini harus mengikuti pelatihan di Gedung Diklat Teluk Gelam OKI.

“Nantinya, selama magang, mereka akan memperoleh gaji bulanan yang cukup layak. Tapi yang terpenting adalah dapat ilmu dari sana (Jepang),” kata dia.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi OKI Sudiyanto Djafar mengatakan setelah mengikuti pelatihan kerja lapangan tersebut, peserta akan diberikan sertifikat yang menunjukkan sudah kompeten di bidang tertentu.

Program Government to Government antara pemerintah Jepang dan pemerintah RI ini memiliki beberapa keunggulan, seperti tersedianya jaminan penempatan dan perlindungan, dilatih baik di daerah maupun di pusat.

Peminat magang ke Jepang menurut Sudiyanto cukup banyak setiap tahunnya, namun kebanyakan peminat terkendala kemampuan berbahasa asing.

“Bagi yang berminat artinya harus siapkan kemampuan bahasa asing itu sebelum mendaftarkan diri,” kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel